Latest Post

Lahirkan Perubahan, Perhatikan Pendidikan dalam Keluarga

Written By HUMAS DPP PKS on Selasa, 26 Mei 2015 | 09.53

BONDOWOSO (23/5) – Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo, KH R. Ahmad Azaim Ibrahimy memberi nasihat kepada ratusan kader dan simpatisan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bondowoso untuk memperhatikan pendidikan dalam keluarga.

“Pendidikan dalam keluarga sangat penting untuk melahirkan perubahan. Karena itu seorang kader da’i harus memperhatikan betul keluarga yang merupakan pondasi utama melahirkan generasi terbaik,” ujarnya saat menyampaikan ceramah di depan ratusan peserta Pengajian Akbar Isra’ Mi’raj di GOR Pelita Bondowoso, Sabtu (23/5).

Selain memperhatikan keluarga dan pembentukan generasi, tokoh yang dikenal dengan nama RA Zaim itu, mengajak para peserta untuk mengambil ibrah (hikmah) dari peristiwa Isra’ Mi’raj, khususnya perintah shalat.

“Shalat menjadi syarat utama perbaikan masyarakat. Peradaban akan terbentuk dengan baik apabila shalatnya baik,” pesan RA Zaim di hadapan peserta pengajian yang membludak hingga sebagian duduk di tribun.

Pengajian Akbar yang digelar Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Bondowoso itu diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh RA Zaim. 


Sumber: PKS Bondowoso

Outbond Ceria Latih Kemandirian Anak-Anak Kader

Written By HUMAS DPP PKS on Senin, 25 Mei 2015 | 16.28

CIBINONG (24/5) - Ratusan anak kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melakukan outbond di halaman Kantor Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Kabupaten Bogor pada Ahad (24/5).

Ketua Panitia Acara Outbond, Abdul Aziz mengatakan anak kader PKS Cibinong telah ramai berkumpul di Kantor DPD PKS Kabupaten Bogor sejak pukul 06.15. Mereka tampak sangat antusias mengikuti outbond.

“Sebelum anak-anak melaksanakan outbond, anak kader juga melakukan senam nusantara beserta keluarga besar PKS Cibinong dan juga masyarakat,” kata Abdul Aziz.

Abdul Aziz menjelaskan outbond ini diadakan dalam rangka melatih jiwa kemandirian anak kader. Ada beberapa permainan outbond yang diberikan, antara lain kaki kuat, tali kesabaran, estafet air, estafet bom air, oper balon, serta ambil spons dalam air.

“Permainan yang tak kalah seru untuk melatih kemandirian anak kader yaitu tongkat keseimbangan, masuk ban secara merangkak, serta menangkap lele dalam kolam diiringi dengan merayap,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKS Kecamatan Cibinong, Suprapto mengatakan kegiatan outbond untuk anak kader merupakan salah satu rangkaian acara pendukung Musyawarah Ranting (Musran) seluruh DPRa se-Cibinong yang diselenggarakan pada waktu dan lokasi yang sama.

“Selain outbond untuk anak kader, kegiatan pendukung Musran serentak ini juga ada donor darah, senam nusantara, pemeriksaan kesehatan gratis, serta bazaar,” ucap pria berdarah Solo itu.

Suprapto melanjutkan antusiasme anak kader dalam mengikuti kegiatan ini cukup terlihat dari raut wajah mereka yang penuh aura kebahagiaan.

“Keceriaan mereka tampak dari wajahnya saat menangkap lele, ditambah lagi dengan adanya hadiah bagi yang menang,” pungkasnya.


Sumber: Humas PKS Cibinong

Kiat Sederhana Menjadi Hafizh Quran

SENIN (25/5) - Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kecamatan Jatiasih menggelar mabit (bermalam bersama) di Kota Bekasi, Ahad (24/5). Pada kegiatan yang juga sering disebut Malam Bina Iman dan Takwa tersebut hadir Ustadz Yayat Sudrajat Al Hafizh sebagai pemberi materi. Berikut ini rangkuman taujih dari Ustadz Yayat tentang kiat-kiat sederhana menghafal Al Quran. 

Al Quran sebagai kitab suci umat Islam merupakan salah satu mukjizat terbesar Rasulullah SAW. Salah satu tanda kemukjizatan Al Quran adalah terjaga keasliannya hingga hari akhir. Allah SWT sendiri yang menjaga keaslian Al Quran, diantaranya dengan kemudahan menghafal Al Quran. Sehingga, sejak diturunkan hingga saat ini dan nanti di Hari Kiamat, tak terhitung jumlah manusia yang menghafal ayat-ayat Allah SWT dalam Al Quran.

Karena kemudahannya menghafal Al Quran, maka semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk bisa menjadi Hafidz Quran. Selain mudah, banyak juga keutamaan yang Allah SWT berikan kepada orang-orang yang hafal Al Quran. Beberapa kiat yang bisa dilakukan untuk bisa menjadi seorang Hafidz antara lain:

1. Menghadirkan iltizam (komitmen) yang kuat untuk menghafal Al Quran. Kemauan yang kuat dalam menghafal Al Quran menjadi faktor dominan dalam sukses/tidaknya menjadi seorang Hafidz, sebab tanpa kemauan yang kuat maka target hafal 30 juz akan sulit tercapai. Kemauan yang kuat ini harus diwujudkan bisa dalam bentuk ikrar atau pernyataan, baik kepada diri sendiri (berupa tulisan besar di tembok kamar) atau kepada orang lain.

2.  Setelah mengazzamkan diri untuk menjadi Hafidz Quran, maka langkah berikutnya adalah membuat target waktu. Berapa lama waktu yang kita harapkan agar Al Quran yang 30 Juz itu dapat kita hafal. Tentu target disesuaikan dengan kondisi kesibukan dan kekuatan azzam kita dalam menghafal. Tidak ada patokan baku berapa lama target yang harus dibuat, yang penting tinggal konsistensi dalam menjalankan terget yang dicanangkan tersebut.

3. Setelah target dicanangkan, maka langkah berikutnya adalah melakukan manajemen waktu. Manajemen waktu yang dimaksud bisa berupa alokasi waktu harian, pekanan, dan bulanan dalam menghafal Al-Quran dan berkomitmen dengan alokasi waktu tersebut. Manajemen waktu yang dibuat bisa juga berupa durasi menghafal setiap harinya, bisa juga jadwal harian pada jam-jam tertentu. Tinggal disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu, mana yang nyaman untuk dikerjakan, sehingga bisa lebih komitmen di kemudian hari. Selain manajemen waktu, perlu juga dilakukan manajemen bobot hafalan, pembagian bobot hafalan setiap harinya tentu akan dipengaruhi/mempengaruhi target waktu yang sudah dibuat sebelumnya.

4. Dari semua perencanaan tersebut, aspek lain yang perlu dipahami adalah mengenali rintangan-rintangan yang akan dihadapi selama menjalani program menghafal Al Quran. Sebab, setan tentu tidak akan tinggal diam membiarkan kita dengan nyaman menghafal Al Quran. Dengan mengenali rintangan-rintangan tersebut, kita bisa menyiapkan rumusan antisipasi agar ketika rintangan tersebut datang, tidak mengganggu program kita dalam menghafal Al Quran.

5. Salah satu cara untuk meminimalisasi efek rintangan tersebut adalah dengan aktif dalam komunitas penghafal/pecinta Al Quran. Sehingga kita tidak sendirian menghadapi rintangan dan hambatan dalam menjalankan program menghafal Al Quran. Minimal semangat menghafal Al Quran tetap tumbuh karena orang-orang di sekitar kita juga bersemangat menghafal Al Quran.

6. Dari semua langkah diatas, jangan lupa untuk terus berdoa kepada Allah agar ditakdirkan sebagai penghafal Al Quran sebelum usia kita berakhir. Maksimalkan waktu-waktu mustajab untuk berdoa kepada Allah terkait dengan hajat kita dan anak-anak kita menjadi Hafidz Quran.

Sumber: Humas PKS Bekasi


Sosok Guru dari Pringsewu

PRINGSEWU (16/5) - Beliau bernama Suyadi, 48 tahun. Pendidik yang disegani bahkan sejak masih di Sekolah Pendidikan Guru (SPG) hingga pertama kali menjadi guru muda di SMP di Cukuhbalak, Kabupaten Tanggamus sampai sekarang setelah menjadi kepala SMA dan pemilik yayasan sosial pendidikan. Lewat tangan dinginnya, banyak bibit unggul bidang pendidikan yang telah dihasilkan. Termasuk di antaranya sejumlah kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Dua bulan lalu bapak lima anak ini mulai merasakan badannya lemas dan sakit, hingga Sabtu (16/5/2015) diketahui ia menderita kanker getah bening stadium IV pasca dirawat di Rumah Sakit Urip Sumohardjo, Bandar Lampung.

"Pak Suyadi termasuk pendidik yang sangat peduli dengan dakwah di Tanggamus dan Pringsewu. Jejak pengabdiannya dimulai dari jalan-jalan rusak menuju pelosok Cukuhbalak, lalu Adiluwih, hingga kini di Ambarawa (Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, red.)," kisah Homsi Wastobir, Bendahara Umum PKS Pringsewu yang setelah vonis kanker, bersama Ketua DPD PKS Pringsewu Zunianto mengantarkan Suyadi ke RS Dharmais, Jakarta.

"Beliau orang yang ulet dan sabar. Walau jasanya pada dunia pendidikan sekaligus dakwah khususnya di Kabupaten Pringsewu ini sangat besar, tapi Pak Suyadi itu betul-betul sosok yang tanpa pamrih," ujar Homsi. Karena itu wajar, lanjut Homsi, jika dalam keadaan sedang diberi ujian penyakit seperti sekarang, keluarga besar PKS Pringsewu langsung turun tangan memberi bantuan.

Ketua DPD PKS Pringsewu Zunianto pulalah yang memutuskan untuk membawa suami dari Prihartini itu ke Pusat Perawatan Kanker Nasional RS Dharmais di Jakarta. Sabtu malam itu juga (16/5), Zunianto, Homsi, dan Prihartini berangkat menemani Suyadi.

"Sebelum ke RS Dharmais, Senin pagi kami mampir ke klinik riset kanker milik Dr. Warsito di Tangerang untuk membeli alat pembasmi kanker agar ada perawatan, karena harus menunggu tiga hari sebelum ada tindakan medis sesuai rujukan dari RS di Lampung," kisah Homsi.

Setelah memastikan Suyadi mendapat kamar rawat inap dan ditangani dengan baik, Homsi dan Zunianto kembali ke Lampung dan tetap mengamati perkembangan kondisinya dari jauh.

"Semoga kesabaran dan kelembutan beliau membina, mendidik warga termasuk para kader PKS Pringsewu menjadi sarana dimudahkannya segala proses penyembuhannya. Aamiin," tutup Homsi. 

Keterangan Foto: Dari kiri ke kanan. Ketua DPP PKS Pringsewu Zunianto, Bendahara Umum DPP PKS Pringsewu Homsi Wastobir, dan Suyadi (baju putih).

Sumber: PKS Lampung

Terpilih 12 Ketua Baru PKS Cibinong

CIBINONG (24/5) – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kecamatan Cibinong mengadakan Musyawarah Ranting (Musran) serentak di halaman Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Kabupaten Bogor, Ahad (24/5).

Ketua DPC PKS Cibinong, Suprapto mengatakan pada awal kegiatan Musran masing-masing Dewan Pengurus Ranting (DPRa) mengadakan Pemilihan Raya (pemira) selama 9-18 Mei 2015.

“Hasil Pemira berupa 3 nama calon dengan perolehan suara tertinggi, yang kemudian diserahkan kepada DPC untuk dilakukan fit and proper test pada tanggal 19-23 Mei 2015,” ujarnya.

Suprapto melanjutkan, Musran ini merupakan runtutan terakhir pemilihan Ketua DPRa PKS se-Kecamatan Cibinong. Adapun Ketua DPRa yang terpilih antara lain:

1. Ketua DPRa Kelurahan Cirimekar - Hariyadi
2. Ketua DPRa Kelurahan Cibinong - Hasanudin
3. Ketua DPRa Kelurahan Ciriung - Suwito
4. ketua DPRa Kelurahan Pondok Rajeg - Pangrafi Herwandanu
5. Ketua DPRa Kelurahan Pakansari - Suwarto
6. Ketua DPRa Kelurahan Harapan Jaya - Ujang Kun Kristiawan
7. Ketua DPRa Kelurahan Tengah - Yufrdin
8. Ketua DPRa Kelurahan Nanggewer - Urip Hidayatullah
9. Ketua DPRa Kelurahan Nanggewer Mekar - Suhartono
10. Ketua DPRa Kelurahan Sukahati - Wibowo
11. Ketua DPRa Kelurahan Pabuaran - Jumani
12. Djuanda Permana

“Dengan terlantiknya Ketua DPRa periode 2015-2019 ini, kami berharap ada perubahan semangat yang bisa menggetarkan dakwah di Kecamatan Cibinong, terlebih bisa menggelorakan Kabupaten Bogor,” pungkas Suprapto.


Sumber: Humas PKS Cibinong

Sumut Giatkan Generasi Muda Pelestari Seni Tenun Ulos

DELI SERDANG (22/5) – Ada yang menarik saat Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sumatera Utara Sutias Handayani meninjau Pameran Dekranas Deli Serdang mendampingi istri Panglima TNI Koesni Harningsih Moeldoko, Jumat (22/5). Istri Gubernur Sumatera Utara ini tertegun menyaksikan kemampuan siswi SD yang terampil menenun ulos.

Kehadiran Sutias dan istri Panglima ini dalam rangka menghadiri kegiatan pencanangan Bhakti Sosial TNI-Keluarga Berencana-Kesehatan Tingkat Nasional 2015 yang dipusatkan di Lapangan Sepak Bola, Kecamatan Beringin, Deli Serdang, Sumatera Utara. Tampak di lokasi istri Pangdam 1 Bukit Barisan  Nawal Edy Rahmayadi, Ketua Tim Penggerak PKK Deli Serdang Yunita Azhari Tambunan, serta  Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Deli Serdang.

Ketika melintas salah satu stan pameran kerajinan daerah, Sutias tertarik ketika melihat salah seorang siswi Sekolah Dasar yang mahir menenun ulos, kain tenunan khas suku Batak. Sutias sejenak serius memperhatikan siswi sekolah dasar tersebut yang dengan lincah mengoperasikan alat tenun tradisional. Sutias yang pencinta kain tenun tertegun melihat kemahiran Elsa Fransiska siswi Kelas V SDN 101901 Lubuk Pakam.

"Wah pintar sekali ya ,hebat masih kecil sudah mahir mengayam kain tenun (ulos)," sapa Sutias.

Disapa begitu, Elsa kemudian tersenyum lebar. Sutias kemudian tampak berdialog dengan Elsa. Dia pun memberi motivasi agar Elsa lebih giat dan tekun menenun, tanpa meninggalkan kewajiban sebagai pelajar.

"Lebih giat lagi ya. Tapi jangan lupa pelajaran sekolah ya," lanjut Sutias.

Sutias mengaku senang atas penerapan kurikulum keterampilan berdasarkan keunggulan lokal yang diterapkan sekolah Elsa.

“Ini contoh yang baik yang bisa diterapkan sekolah lain,” ujar Sutias.

Dengan mengenalkan kain ulos sejak dini, lanjutnya, akan menjadikan para generasi muda mencintai kain tenun yang merupakan warisan leluhur. Apalagi di era globalisasi keunggulan budaya kita menjadi penentu daya saing. Sementara itu Guru SDN 101901 Serefina Pandiangan mengatakan menenun ulos merupakan salah satu dari pelajaran SBK (Seni Budaya Ketrampilan) selama dua jam dalam sepekan.

"Ketrampilan menenun ini sudah berjalan pada tahun kedua dan melibatkan para siswi yang mau belajar tanpa dipaksa meski hasilnya baru beberapa helai, dan hasil tenunan tersebut nanti bisa kita jual ke pasar," jelasnya.

Dengan melihat kemahiran siswa, Serefina berkeinginan memberi pelajaran di luar sekolah agar tidak hanya terampil dalam membuat kain daerah tapi juga mencintai budayanya. Selain kagum dengan melihat siswa SD tersebut, Sutias  juga melihat berbagai kerajinan unggul lainnya diantaranya anyaman, bordiran, ukiran hingga guci, serta kuliner yang sudah dikenal masyarakat luas.

Keterangan Foto: Istri Gubernur Sumatera Utara, Sutias Handayani (dua dari kanan) sedang mengagumi keahlian seorang siswi SD yang sudah mahir menenun kain Ulos di Pameran Dekranas Deli Serdang (22/5).


PKS Nanggalo-Kota Padang Luncurkan Program Beras Murah

Written By HUMAS DPP PKS on Kamis, 21 Mei 2015 | 17.05

PADANG (21/5) – Bidang Perempuan (Bidpuan) Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKS Kecamatan Nanggalo meluncurkan Program Beras Murah untuk warga kurang mampu. Pengurus Bidpuan PKS Nanggalo, Rusdawati menyampaikan hal ini di Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (21/5).

Rusdawati memaparkan Program Beras Murah sudah berjalan tiga kali. Setiap hari para kader di Nanggalo diminta menyisihkan satu genggam beras yang akan dimasak per hari. Beras-beras tersebut dikumpulkan setiap akhir bulan.

“Ahad (17/5) lalu Bidpuan PKS Nanggalo kembali menyalurkan hasil dari beras yang dikumpulkan kepada warga kurang mampu. Beras sebanyak 250 kilogram berhasil dikumpulkan oleh Kader PKS Nanggalo dan dijual murah kepada masyarakat,” katanya.

Setiap satu orang warga, lanjut Rusdawati, mendapat satu buah kupon. Dengan kupon tersebut, warga bisa membawa pulang beras sebanyak 3 kilogram dengan harga cukup murah, yakni sebesar Rp10.000. Sedangkan di pasaran harga beras bisa mencapai Rp40.000-50.000.

“Program Beras Murah ini akan tetap berlanjut setiap bulan. Kedepannya pengumpulan beras tidak hanya bersumber dari kader saja, PKS Nanggalo juga membuka peluang bagi yang ingin berinvestasi, yaitu bisa ikut dalam program kemasyarakatan ini,” pungkasnya.


Sumber: Humas PKS Padang
 
Support : KabarPKS.Com
Copyright © 2011. KABAR PKS - All Rights Reserved
KabarPKS.com Team Follow Twitter Kami: KabarPKSdotcom
Proudly powered by Blogger