OC_F4GK3EgiNU9htGRk1-h0Xlfo
Latest Post

Irwan Prayitno, Raih Penghargaan Bussines Review

Written By Kabar PKS on Rabu, 17 September 2014 | 11.07

sumber: pksnongsa.org
Sumatra Barat - Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno yang juga kader PKS kembali menerima penghargaan. Kali ini, Irwan menerima penghargaan dari Business Review sebagai pembina BUMD terbaik khususnya Bank Nagari. Penghargaan oleh Business Review berlangsung di CIMB Niaga, Jakarta, Selasa (16/9). 

Salah satu contoh BUMD Pemprov Sumbar yang juga terbaik dari sisi pengelolaannya adalah Hotel Balairung di Jakarta.

Sebelumnya Pemerintah Republik Indonesia memberikan penghargaan kepada  Provinsi Sumatera Barat atas keberhasilannya menyusun dan menyajikan Laporan Keuangan Tahun 2013 dengan capaian standar tertinggi dalam akuntansi dan pelaporan keuangan pemerintah .

Piagam penghargaan tersebut diserahkan oleh Wakil Presiden Budiono kepada Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Pada pembukaan acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2013, di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, di Jakarta, Jumat (12/9) lalu.[dm]


sumber: pksnongsa.org

Kematian Hati, Kalimat kenangan Ust. Rahmat Abdullah Rahimahullah

Kematian Hati, Kalimat Kenangan Ust. Rahmat Abdullah Rahimahullah
Muhammad Nuh

Banyak orang tertawa tanpa (mau) menyadari sang maut sedang mengintainya. Banyak orang cepat datang ke shaf shalat laiknya orang yang amat merindukan kekasih. Sayang ternyata ia datang tergesa-gesa hanya agar dapat segera pergi. Seperti penagih hutang yang kejam ia perlakukan Tuhannya. Ada yang datang sekedar memenuhi tugas rutin mesin agama. Dingin, kering dan hampa, tanpa penghayatan. Hilang tak dicari, ada tak disyukuri.

Dari jahil engkau disuruh berilmu dan tak ada idzin untuk berhenti hanya pada ilmu. Engkau dituntut beramal dengan ilmu yang ALLAH berikan. Tanpa itu alangkah besar kemurkaan ALLAH atasmu. Tersanjungkah engkau yang pandai bercakap tentang keheningan senyap ditingkah rintih istighfar, kecupak air wudlu di dingin malam, lapar perut karena shiam atau kedalaman munajat dalam rakaat-rakaat panjang.

Tersanjungkah engkau dengan licin lidahmu bertutur, sementara dalam hatimu tak ada apa-apa. Kau kunyah mitos pemberian masyarakat dan sangka baik orang-orang berhati jernih, bahwa engkau adalah seorang saleh, alim, abid lagi mujahid, lalu puas meyakini itu tanpa rasa ngeri. Asshiddiq Abu Bakar Ra. selalu gemetar saat dipuji orang. “Ya ALLAH, jadikan diriku lebih baik daripada sangkaan mereka, janganlah Engkau hukum aku karena ucapan mereka dan ampunilah daku lantaran ketidaktahuan mereka”, ucapnya lirih.

Ada orang bekerja keras dengan mengorbankan begitu banyak harta dan dana, lalu ia lupakan semua itu dan tak pernah mengenangnya lagi. Ada orang beramal besar dan selalu mengingat-ingatnya, bahkan sebagian menyebut-nyebutnya. Ada orang beramal sedikit dan mengklaim amalnya sangat banyak. Dan ada orang yang sama sekali tak pernah beramal, lalu merasa banyak amal dan menyalahkan orang yang beramal, karena kekurangan atau ketidaksesuaian amal mereka dengan lamunan pribadinya, atau tidak mau kalah dan tertinggal di belakang para pejuang. Mereka telah menukar kerja dengan kata. Dimana kau letakkan dirimu?

Saat kecil, engkau begitu takut gelap, suara dan segala yang asing. Begitu kerap engkau bergetar dan takut. Sesudah pengalaman dan ilmu makin bertambah, engkaupun berani tampil di depan seorang kaisar tanpa rasa gentar. Semua sudah jadi biasa, tanpa rasa.

Telah berapa hari engkau hidup dalam lumpur yang membunuh hatimu sehingga getarannya tak terasa lagi saat ma’siat menggodamu dan engkau meni’matinya? Malam-malam berharga berlalu tanpa satu rakaatpun kau kerjakan. Usia berkurang banyak tanpa jenjang kedewasaan ruhani meninggi. Rasa malu kepada ALLAH, dimana kau kubur dia?

Di luar sana rasa malu tak punya harga. Mereka jual diri secara terbuka lewat layar kaca, sampul majalah atau bahkan melalui penawaran langsung. Ini potret negerimu : 228.000 remaja mengidap putau. Dari 1500 responden usia SMP & SMU, 25 % mengaku telah berzina dan hampir separohnya setuju remaja berhubungan seks di luar nikah asal jangan dengan perkosaan.

Mungkin engkau mulai berfikir “Jamaklah, bila aku main mata dengan aktifis perempuan bila engkau laki-laki atau sebaliknya di celah-celah rapat atau berdialog dalam jarak sangat dekat atau bertelepon dengan menambah waktu yang tak kauperlukan sekedar melepas kejenuhan dengan canda jarak jauh” Betapa jamaknya ‘dosa kecil’ itu dalam hatimu. Kemana getarannya yang gelisah dan terluka dulu, saat “TV Thaghut” menyiarkan segala “kesombongan jahiliyah dan maksiat”?

Saat engkau muntah melihat laki-laki (banci) berpakaian perempuan, karena kau sangat mendukung ustadzmu yang mengatakan “Jika ALLAH melaknat laki-laki berbusana perempuan dan perempuan berpakaian laki-laki, apa tertawa riang menonton akting mereka tidak dilaknat ?”

Ataukah taqwa berlaku saat berkumpul bersama, lalu yang berteriak paling lantang “Ini tidak islami” berarti ia paling islami, sesudah itu urusan tinggallah antara engkau dengan dirimu, tak ada ALLAH disana?

Sekarang kau telah jadi kader hebat. Tidak lagi malu-malu tampil. Justeru engkau akan dihadang tantangan: sangat malu untuk menahan tanganmu dari jabatan tangan lembut lawan jenismu yang muda dan segar. Hati yang berbunga-bunga didepan ribuan massa. Semua gerak harus ditakar dan jadilah pertimbanganmu tergadai pada kesukaan atau kebencian orang, walaupun harus mengorbankan nilai terbaik yang kau miliki.

Lupakah engkau, jika bidikanmu ke sasaran tembak meleset 1 milimeter, maka pada jarak 300 meter dia tidak melenceng 1 milimeter lagi ? Begitu jauhnya inhiraf di kalangan awam, sedikit banyak karena para elitenya telah salah melangkah lebih dulu. Siapa yang mau menghormati ummat yang “kiayi”nya membayar beberapa ratus ribu kepada seorang perempuan yang beberapa menit sebelumnya ia setubuhi di sebuah kamar hotel berbintang, lalu dengan enteng mengatakan “Itu maharku, ALLAH waliku dan malaikat itu saksiku” dan sesudah itu segalanya selesai, berlalu tanpa rasa bersalah?

Siapa yang akan memandang ummat yang da’inya berpose lekat dengan seorang perempuan muda artis penyanyi lalu mengatakan “Ini anakku, karena kedudukan guru dalam Islam adalah ayah, bahkan lebih dekat daripada ayah kandung dan ayah mertua” Akankah engkau juga menambah barisan kebingungan ummat lalu mendaftar diri sebagai ‘alimullisan (alim di lidah)? Apa kau fikir sesudah semua kedangkalan ini kau masih aman dari kemungkinan jatuh ke lembah yang sama?

Apa beda seorang remaja yang menzinai teman sekolahnya dengan seorang alim yang merayu rekan perempuan dalam aktifitas da’wahnya? Akankah kau andalkan penghormatan masyarakat awam karena statusmu lalu kau serang maksiat mereka yang semakin tersudut oleh retorikamu yang menyihir ? Bila demikian, koruptor macam apa engkau ini? Pernah kau lihat sepasang mami dan papi dengan anak remaja mereka. Tengoklah langkah mereka di mal.

Betapa besar sumbangan mereka kepada modernisasi dengan banyak-banyak mengkonsumsi produk junk food, semata-mata karena nuansa “westernnya” . Engkau akan menjadi faqih pendebat yang tangguh saat engkau tenggak minuman halal itu, dengan perasaan “lihatlah, betapa Amerikanya aku”. Memang, soalnya bukan Amerika atau bukan Amerika, melainkan apakah engkau punya harga diri.

Mahatma Ghandi memimpin perjuangan dengan memakai tenunan bangsa sendiri atau terompah lokal yang tak bermerk. Namun setiap ia menoleh ke kanan, maka 300 juta rakyat India menoleh ke kanan. Bila ia tidur di rel kereta api, maka 300 juta rakyat India akan ikut tidur disana.

Kini datang “pemimpin” ummat, ingin mengatrol harga diri dan gengsi ummat dengan pameran mobil, rumah mewah, “toko emas berjalan” dan segudang asesori. Saat fatwa digenderangkan, telinga ummat telah tuli oleh dentam berita tentang hiruk pikuk pesta dunia yang engkau ikut mabuk disana. “Engkau adalah penyanyi bayaranku dengan uang yang kukumpulkan susah payah. Bila aku bosan aku bisa panggil penyanyi lain yang kicaunya lebih memenuhi seleraku.”

(Ditulis ulang oleh Permana Pria Utama)

Agung Budi Margono Resmi jadi Pimpinan Dewan

Written By Kabar PKS on Selasa, 16 September 2014 | 14.56

sumber:pksjateng.or.id
Semarang - Ketua Umum DPD PKS Kota Semarang Agung Budi Margono akhirnya terpilih mewakili PKS untuk duduk sebagai Pimpinan Dewan. PKS mendapatkan jatah kursi sebagai Wakil Ketua DPRD setelah mendapatkan suara 4 besar di pemilihan legislatif di Kota Semarang. PKS berhasil mendapatkan 6 kursi.

Agung Budi Margono mengatakan, keberhasilan PKS Semarang mempertahankan kursi Pimpinan Dewan ini adalah berkat kerja keras semua pihak terutama simpatisan dan kader. Beliau berharap dengan adanya kader PKS di kursi Pimpinan DPRD dapat memperkuat peran advokasi di masyarakat.

"5 Tahun kemarin kita juga berhasil mendudukan kader kita menjadi wakil dewan, Alhamdulillah untuk 5 tahun ke depan PKS Semarang berhasil mempertahankannya. Semoga dengan adanya Pimpinan dewan dari PKS, kerja-kerja kita untuk melayani masyarakat semakin produktif" Ungkapnya. 

Agung juga meminta dukungan masyarakat luas dengan memberikan masukan-masukan untuk perbaikan kinerja anggota dewan kedepan. Anggota Dewan Kota Semarang periode lalu banyak tersangkut kasus dari narkoba hingga korupsi, sehingga Dewan harus membuktikan kedepan menjadi lebih baik.

"Kami mohon masukan dan doa agar kami bisa istiqomah menjalahkan tugas ini, kami berusaha kerja keras agar kinerja semakin baik" Ungkapnya.


Sumber: pkssemarang.org

Jabar Raih WTP Tiga Tahun Berturut-Turut

Written By Kabar PKS on Senin, 15 September 2014 | 14.19

Jakarta - Untuk ketigakalinya Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) mendapatkan penghargaan atas penyusunan dan menyajikan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun 2013, yaitu dengan pencapaian opini WTP atau Wajar Tanpa Pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.
Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Wakil Presiden RI, Boediono di Gedung Dhanapala Kemenkeu RI, Jumat (12/09) lalu.
Gubernur Jawa Barat yang juga kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ahmad Heryawan mengungkapkan rasa senang dan bahagianya karena Pemprov Jabar bisa meraih prestasi keuangan tertinggi ini. Bahkan prestasi yang sama telah diraih Pemprov Jabar tiga tahun berturut-turut.
“Kita sudah mendapatkan WTP ini tiga kali berturut-turut. Kita bersyukur ini adalah sebuah kinerja keuangan yang cukup baik. Alhamdulillah kita bisa terus mempertahankan WTP ini pada tahun-tahun kedepan. Tentu saja kita harus mempersiapkan, biasanya mempertahankan lebih sulit daripada merebut untuk pertama kali, apalagi tahun depan lebih sulit lagi penilaiannya, lebih komplek lagi cara penilaianya,” ujarnya.
Menurutnya dengan semakin komplek lagi tatacara pelaporan tersebut, Gubernur berharap seluruh jajarannya bersiap-siap dan tidak lengah untuk terus optimal menyajikan pelaporan keuangan yang baik.
“Insyaallah tahun depan kita bisa mendapatkan WTP TPP yang keempat kalinya,” Pungkasnya.

Sumber: pks.or.id

Uweng, Mantan Preman yang Duduk di Parlemen

Written By Kabar PKS on Jumat, 12 September 2014 | 12.28

Uweng yang bernama asli Maman dulu seorang preman Pasar Rangkas, Kabupaten Lebak yang ditakuti para pedagang maupun masyarakat setempat. Sehari-hari dia menagih setoran dari anak buahnya yang mengambil pungutan liar kepada para pedagang pasar. "Jatah preman" istilahnya, dia gunakan untuk berfoya-foya bersama anak buahnya. Tidak jarang masyarakat merasa resah dengan perilaku mereka. Namun masyarakat tidak mampu berbuat apa-apa.
Pada suatu hari ia melihat sebuah kegiatan sosial yang dilakukan oleh salah satu partai politik. Ia kemudian memperhatikan kegiatan sosial itu tidak hanya sekali-dua kali, tapi dilakukan berkali-kali. Uweng heran, ada partai politik (parpol) masih mau melayani masyarakat, padahal dia melihat partai politik secara umum hanya mengadakan kegiatan saat mendekati kampanye. Setiap malam ia memikirkan mengapa partai tersebut mau melayani masyarakat saat bukan masa kampanye. Fenomena ini mengganggu hatinya, sehingga ia memutuskan untuk bertanyakepada salah satu pengurus parpol tersebut di sekitar tempat tinggalnya.

Akhirnya, Uweng bertanya kegiatan sosial yang sering dilakukan oleh partai tersebut. Uweng ingat, jawaban dari pertanyaannya, “Ini memang tugas kami untuk melayani masyarakat. Parpol kan tidak hanya sebagai media untuk belajar politik, tapi tempat untuk melayani masyarakat." Uweng kemudian bertanya, mengapa partai ini mendatangi masyarakat tidak di masa kampanye. "Setiap orang punya prioritas, dan prioritas PKS adalah melayani masyarakat,” ungkap Uweng saat menirukan jawaban pertanyaannya.

Dari percakapan yang terjadi antara uweng dengan pengurus PKS, membawa perubahan dikehidupan uweng sendiri. Ia begitu rajin mengikuti kelompok pengajian yang digagas oleh kader PKS dan meninggalkan pekerjaannya yang dahulu. Anak buahnya pun merasa heran dengan perubahan yang terjadi pada uweng. Namun mereka tidak cukup berani menanyakan penyebabnya. Kini Uweng membuka bengkel yang dimodali dari hasil patungan kader pks di cabangnya. Setelah itu, ia dicarikan seorang istri solehah sebagai pendamping hidupnya.

Uweng bahagia dengan segala yang ia dapatkan. tak lupa ia meminta maaf kepada masyarakat dan menjadi teman yang baik bagi mereka. Masyarakat pun sudah tidak menganggap Uweng sebagai preman pasar yang garang, melainkan sebagai tukang bengkel yang baik dan mau menolong pada sesama.

Selama proses memperbaiki diri. Ia melihat kondisi didaerahnya yang tidak kunjung berubah. Pembangunan yang tidak merata. Hal ini membuatnya semakin resah. Ditambah selama ia menjadi preman sangat faham betul dengan kondisi didaerahnya. Melihat keresahan serta keseriusannya untuk membangun daerah tempat Uweng tinggal. PKS mencalonkannya sebagai Caleg DPRD kab. Lebak. Pada saat itu, ia sempat ragu, karena biasanya untuk menjadi Caleg perlu modal yang besar. Namun ia diyakinkan oleh rekan-rekannya untuk menerima amanah dari PKS. Akhirnya ia pun menerimanya.

            Bermodalkan usaha dari bengkel serta dorongan dari rekan-rekannya membuat Uweng begitu serius melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Bila caleg lain hanya datang kepada masyarakat bila menjelang pemilu, Uweng sudah sering berinteraksi dengan masyarakat. Sehingga tidak terlalu sulit ketika mensosialisasikan dirinya. Berkat kegigihan serta keyakinan yang kuat, Uweng diberikan kepercayaan oleh masyarakat untuk mewakili mereka di legislative. Tentu ini bukanlah sebuah kebanggaan tapi tanggung jawab yang berat. Sehingga ia akan betul-betul menjalankan amanah ini dengan segala kemampuan yang dimiliki dengan tidak meninggalkan masyarakat yang sudah mempercayainya. “Ini amanah, saya harus menjalankannya dengan penuh tanggung jawab. Sekaligus memberikan manfaat bagi mereka yang sudah lama merindukan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.” Begitu tuturnya.

R80 akan First Land di Bandara kertajati Majalengka

Written By abdul rohim on Rabu, 10 September 2014 | 16.50



KabarPKS.com - Bandung (10/9) - Gubernur Jawa barat Ahmad Heryawan mengatakan perpaduan pesawat R80 yang dikembangkan oleh PT Regio Aviasi Industri (RAI) yang dibangun oleh mantan Presiden Indonesia BJ. Habibie, dengan aerotropolis Bandara Internasional Kertajati Jawa Barat merupakan pertemuan hebat karya anak bangsa.
"Jawa Barat bangga bisa mendukung industri pesawat karya anak bangsa!" ungkap Gubernur yang juga kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu sesaat setelah melakukan pertemuan dengan BJ. Habibie di rumah dinasnya, Bandung, Rabu (10/9).
Bersama dengan Habibie, pria yang akrab disapa Aher itu membahas rencana industri pesawat terbang R80. Habibie datang silaturrahmi ke rumah dinas Aher bersama tim dari PT RAI, termasuk anaknya Ilham Habibie.
"Ini kesempatan silaturahmi dan brainstorm soal masa depan industri dirgantara di bumi nusantara," ujar Habibie kepada wartawan.
Dalam kesempatan ini Habibie mengatakan bahwa pesawat R80 lebih hebat dari N250.

"R 80 Lebih canggih dari N250 yang terhentikan oleh IMF. Rencana 2017 atau 2018 akan First Land di Bandara kertajati Majalengka," ungkap Habibie.

Anggaran PON XIX Capai Rp 1,2 Triliun, Aher Minta Semua Elemen Masyarakat Mengawalnya



KabarPKS.com - Bandung - Sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016, Jawa Barat terus berbenah. Bahkan pada tahun 2015, Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,2 triliun untuk pembangunan dan renovasi venue yang akan digunakan untuk PON 2016. 
"Anggaran persiapan terus kita gulirkan setiap tahun. Tahun ini Rp 150 miliar dan pada tahun depan, insya Allah Pemprov Jabar sudah mengalokasikan anggaran sampai Rp 1,2 triliun," kata Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan pada upacara peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) di Gedung Sate Bandung, Selasa (9/9).
Karena tinggal dua tahun lagi, Aher -- sapaan akrabnya— mengajak seluruh pemerintah daerah di Jawa Barat, pihak-pihak terkait dan warga masyarakat untuk bersiap dan memulai persiapan demi suksesnya PON 2016. "Dari sekarang, kita harus sudah mengabarkan kepada publik olahraga nasional dan bahkan dunia bahwa pesta olahraga terakbar nasional akan digelar di provinsi kita," katanya.
Aher menambahkan, PON XIX/2016 merupakan hajatan besar Jawa Barat. Jabar, katanya, menargetkan sukses penyelenggaraan, prestasi, pemberdayaan ekonomi masyarakat serta administrasi. Dengan target Jabar Kahiji, Jabar harus melakukan persiapan sejak jauh-jauh hari. "Tentunya kita inginkan PON XIX/2016 yang gebyar dan prestisius, memunculkan banyak rekor dan juga menjadi salah satu bentuk persiapan Jabar menjadi tuan rumah Asian Games 2018," jelasnya.

Karena anggarannya cukup besar, Aher meminta seluruh elemen masyarakat mengawalnya. Sebab, katanya, dana sebesar itu harus dipertanggungjawabkan dengan prestasi olahraga Jawa Barat yang cemerlang di berbagai ajang olahraga. "PON XIX/2016 harus meninggalkan kenang-kenangan yang produktif bagi pembinaan atlet olahraga Jabar. Dana itu harus dipertanggungjawabkan dengan prestasi olahraga yang cemerlang," katanya.
Sumber: Harian Galamedia - Rabu, 10 September 2014
 
Support : KabarPKS.Com
Copyright © 2011. KABAR PKS - All Rights Reserved
KabarPKS.com Team Follow Twitter Kami: KabarPKSdotcom
Proudly powered by Blogger