OC_F4GK3EgiNU9htGRk1-h0Xlfo
Latest Post

Melongok Kader PKS Tanjungpinang Menjaga Suara Rakyat

Written By Doel Oiem on Rabu, 16 April 2014 | 16.10



KabarPKS.com - Tanjungpinang (16/4) - Ratusan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tanjungpinang terlibat dalam pengamanan suara mulai dari tingkat TPS dengan merekap ulang form C1 dari 385 TPS yang terdapat di Tanjungpinang.
Penanggungjawab tim tabulasi dan saksi PKS Tanjungpinang, Abu mengatakan hal ini dilakukan untuk menjaga perolehan suara yang diraih PKS. "Ratusan kader PKS Tanjungpinang terlibat dalam pengisian C1 IT dan terus menjaga suara rakyat agar tidak dikotori tangan-tangan kotor," ujarnya.
Abu mengatakan ada tiga hal yang dilakukan oleh timnya untuk perapihan data litbang yakni C1 IT, tabulasi berbasis website dan sms cepat.
"Masing-masing ada timnya, tapi saya sangat bangga kepada mereka karena sejak 9 April 2014 lalu mereka terus konsisten bersama para saksi mengawal dan menjaga suara rakyat," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Tanjungpinang mengungkapkan rasa terimakasihnya dan rasa bangganya kepada kader PKS yang telah bekerja keras menjaga suara dalam mengawal suara PKS.

"Kita melihat kader bekerja hingga sekarang fokus menjaga suara rakyat. Saksi PKS saya saksikan bekerja hingga pagi dan tim tabulasi juga sangat solid menyortir C1, kami mengucapkan terimakasih kepada seluruh kader dan kami bekerja dalam tim yang super," ungkapnya.

Legislator dari PKS ini Tetap Advokasi TKI Walaupun Penghitungan Suara Belum Usai



KabarPKS.com - Jakarta (15/4) – Pemilu 2014 benar-benar menyita perhatian masyarakat. Hitung cepat, koalisi, dan segala pernak-perniknya seakan-akan menenggelamkan isu nasional lainnya yang tidak kalah penting.
Sebutlah kasus Satinah yang hingga saat ini belum bisa dikatakan aman dan selesai walaupun pemerintah sudah sepakat untuk membayar diyat. Perhitungan suara belum selesai, tetapi Wirianingsih, selaku Anggota Komisi IX DPR RI yang juga caleg DPR RI tetap konsisten mengadvokasi TKI seperti Satinah.
“Saya sangat menyayangkan kasus yang melibatkan TKI kembali berulang, andai pemerintah konsisten untuk mempertahankan moratorium pengiriman TKI ke Saudi Arabia sambil menunggu revisi Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT) dan Penempatan dan Perlindungan TKI di Luar Negeri (PPTKILN), saya rasa hal ini semacam ini tidak akan terjadi. Kasus Satinah ini menunjukkan bahwa pemerintah belum secara serius melindungi TKI kita di luar negeri, banyak Satinah-Satinah lain yang juga menunggu untuk diselamatkan,” papar Wirianingsih di sela-sela kerjanya di gedung DPR RI, Jakarta pada Selasa (15/4).
Wirianingsih juga menyesalkan adanya penanda tanganan nota kesepahaman berupa Perjanjian Penempatan dan Perlindungan TKI antara pemerintah Saudi dengan Menakertrans tanpa sepengetahuan DPR, padahal jelas-jelas moratorium masih diberlakukan. Lebih lanjut, Wirianingsih meminta pemerintah fokus menyelesaikan permasalahan TKI secara tuntas dan komprehensif dengan melibatkan semua sektor terkait.
Diawali dengan pembuatan prosedur yang ketat dan jelas tetang proses seleksi TKI, sosialisasi yang masif tetang prosedur maupun regulasi tentang TKI kepada Perusahaan Jasa Tenaga Kerja indonesia (PJTKI). Pemerintah juga harus berani menindak secara tegas dengan mencabut izin PJTKI yang bermasalah.

Selain itu Wirianingsih juga mendorong optimalisasi peran Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI). “Saya yakin jika badan ini diberikan kewenangan yang jelas untuk melindungi TKI kita di luar negeri, maka masalah-masalah ini dapat diantisipasi dengan baik,” tegas Wirianingsih.

Walikota Depok Raih Anugerah Pangripta Nusantara Terbaik I Se-Jawa Barat

Written By Kabar PKS on Selasa, 15 April 2014 | 15.58


Depok (15/4) - Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Jawa Barat sekaligus menerima Penghargaan Anugerah Pangripta Nusantara Terbaik I Se-Jawa Barat pada Selasa (15/4) ini. 

Anugerah Pangripta Nusantara adalah suatu penghargaan yang diberikan kepada Pemerintah Kota dengan prestasi perencanaan yang baik atau sangat baik. Penghargaan ini hanya diberikan setelah mengikuti seleksi dan penilaian secara bertahap serta berjenjang oleh tim juri independen.

Anugerah Pangripta Nusantara diberikan berdasarkan hasil substansi penilaian dalam 3 aspek yaitu :

1) Konsisten substansi perencanaan RKP-RPJMD/RKPD dan kebijakan Afirmatif Presiden, Gubernur, Bupati/Walikota;

2) Sinkronisasi dan sinergi multi-pihak sehingga diyakini pada saat perencanaan dan pada saat pelaksanaan akan berjalan baik;

3) Jadwal dan pentahapan sesuai serta taat aturan.

Penghargaan ini sekaligus menjadi kado istimewa bagi Kota Depok yang akan merayakan hari jadinya yang ke-15 pada tangga 27 April 2014 mendatang.

Sukses!



Sumber : Kompasiana

DPR Sesalkan Adanya Politisasi Dalam Dunia Pendidikan



KabarPKS.com - Jakarta (15/04) - Anggota Komisi X DPR RI, Ahmad Zainuddin menyesalkan adanya soal Ujian Nasional (UN) yang digunakan sebagai ajang kampanye dan politisasi. Zainuddin mengatakan dengan alasan apapun tidak dibenarkan adanya upaya sosialisasi atau kampanye politik di lingkungan sekolah.
Demikian dikatakannya ketika menanggapi adanya soal nomor 13 dan nomor 14 Ujian Nasional tingkat SMA/SMK yang memuat soal tentang biografi salah seorang tokoh yang menjadi kandidat dalam pilpres pada bulan Juli mendatang, di Jakarta (15/4).
"Jika hal itu dilakukan dalam soal ujian nasional SMA/SMK, maka sangat dikhawatirkan ada upaya penggiringan opini yang dapat menguntungkan ataupun dapat mendiskreditkan pihak tertentu yang dijadikan obyek pada soal tersebut," kata Zainuddin.
Menurutnya, materi tentang biografi tokoh itu tidak masalah dimunculkan dalam soal ujian nasional. Akan tetapi pemunculan biografi tokoh yang menjadi kontestan politik pada masa sekarang ini tentu sangat rentan dengan tujuan tertentu.
Zainuddin menyayangkan hal ini terjadi dan berharap untuk materi ujian tentang biografi tokoh seharusnya dapat mengambil contoh biografi tokoh yang lain. “Kan masih banyak tokoh berprestasi lain yang tidak terkait dengan kontestan politik saat ini," ujarnya.
Lebih lanjut legislator PKS ini menjelaskan bahwa hal seperti ini adalah kejadian berulang, dimana beberapa waktu yang lalu terdapat upaya mendiskreditkan pihak tertentu dalam soal Ujian Kenaikan Kelas (UKK) untuk tingkat XI SMK di Kabupaten Bogor. Di dalam soal nomor 50 pelajaran Bahasa Indonesia, di mana materi yang dijadikan soalnya adalah kasus penyitaan mobil seorang tokoh politik.

Untuk itu Zainuddin mendesak Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) untuk mengusut tuntas permasalahan ini, agar nantinya tidak ada lagi politisasi dalam dunia pendidikan dengan alasan apa pun. “Menteri Nuh harus bertanggung jawab penuh akan hal ini," pungkasnya.

PKS: Kami Tidak Mau Ikutan Koalisi "Grasak-grusuk"

Written By Kabar PKS on Senin, 14 April 2014 | 16.04



JAKARTA, KOMPAS.com -- Anggota Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid mengatakan, partainya tidak mau terburu-buru melakukan koalisi dengan partai lain dalam menghadapi pemilu presiden mendatang. Ia menyadari bahwa elite parpol lain tengah berlomba untuk mendapatkan rekan koalisi.

Seperti yang dilakukan bakal calon presiden PDI Perjuangan Joko Widodo alias Jokowi yang langsung mendatangi pimpinan tiga partai sekaligus, yakni Partai Nasdem, Partai Golkar, dan Partai Kebangkitan Bangsa. Namun, menurut Hidayat, PKS mempunyai cara sendiri dalam melakukan koalisi dan tak akan mengikuti cara itu.

"Karena memang prioritas kami saat ini bukan di koalisi. Kami tidak mau ikutan koalisi grasak-grusuk seperti itu," kata Hidayat saat dihubungi Kompas.com, Senin (14/4/2014).
Menurut Hidayat, saat ini PKS masih fokus dalam mengawal penghitungan suara di lapangan. Ia menilai, penghitungan suara harus terus dikawal dengan baik sehingga tidak menimbulkan kecurangan.

"Di lapangan, semuanya masih belum selesai. Masih ada yang pencoblosan ulang karena bermasalah. Masih ada suara di luar negeri," kata Hidayat.

Bakal capres Pemilihan Rakyat PKS itu meyakini, jika proses penghitungan suara manual dilakukan dengan benar, maka suara partainya bisa melampaui hasil hitung cepat sekitar 7 persen. Ia mengatakan, partainya tidak terlalu percaya dengan proses hitung cepat yang dilakukan oleh berbagai lembaga.

"Karena dalam hitungan laporan TPS di Jakarta saja kita sudah masuk minimal tiga besar. Kami meyakini perhitungan suara harus dikritisi diawasi. Hitungan real count yang jadi acuan," ujarnya.
Mantan Presiden PKS itu juga mengaku tidak khawatir jika PKS tidak mendapatkan rekan koalisi. Menurut dia, PKS punya sejarah dan pengalaman yang panjang dalam melakukan koalisi dalam berbagai pemerintahan.

"Kita pernah bergabung di poros tengah, kita juga pernah mendukung partai Islam dengan mengusung Pak Amien Rais dari PAN. Kita juga bahkan pernah sendirian di pemerintahan," pungkasnya.

Sumber:

PKS Raih Posisi 3 Besar di Jagakarsa

Written By Kabar PKS on Minggu, 13 April 2014 | 18.11

Jakarta (13/4) - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meraih posisi 3 besar di Jagakarsa, Jakarta Selatan. Posisi ini menunjukkan bahwa PKS di akar rumput masih tetap eksis dan populer di masyarakat dengan mengungguli Partai Golongan Karya (Golkar) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Berdasarkan data real count yang didapat dari form C1, sebanyak 29.818 orang menggunakan hak pilihnya dalam pemilu legislatif di Kelurahan Jagakarsa, Kecamatan Jagakarsa. Dari data tersebut, PKS berhasil meraih 4.625 suara (15.51%) di bawah PDIP : 7.280 suara (24.41%) dan Gerindra : 4.945 suara (16.58%). Urutan keempat ditempati Golkar dengan 3.205 suara (10.75%) dan PKB di urutan kelima dengan raihan 2.329 suara (7.81%). 
Posisi Caleg DPR tertinggi diraih oleh Hidayat Nur Wahid dengan total 2.390 suara disusul oleh Caleg nomor 1 dari Gerindra: 1.542 suara, Caleg nomor 1 dari PDIP : 987 suara, Caleg nomor 1 PPP : 640 suara, dan Caleg nomor 1 dari Golkar : 568 suara.  Sementara itu, Caleg DPRD yang diusung PKS Jagakarsa, Nugraha menempati posisi kelima dengan 679 suara.
Capaian PKS ini merupakan hasil kerja keras para kader Jagakarsa yang setiap hari menyosialisasikan PKS dengan menggelar berbagai kegiatan, yakni pelayanan kesehatan, ceramah agama, pengobatan gratis, recovery pasca banjir, hingga bazaar sembako murah.
Menurut Ketua DPRa Jagakarsa Alamsyah, posisi 3 besar di Jagakarsa juga merupakan apresiasi bagi para simpatisan dan masyarakat yang selama ini mendukung PKS Jagakarsa.
"Dengan capaian 3 besar ini, kami PKS Jagakarsa merasa salut dan bangga terhadap kinerja para kader, simpatisan, dan relawan yang telah berjuang keras selama menghadapi tahun penuh badai. Kami berharap, prestasi ini juga diikuti oleh DPRa di wilayah lainnya bahkan lebih tinggi," ujar Alamsyah pada Ahad (13/4) siang.
Posisi 3 besar yang diraih PKS di Kelurahan Jagakarsa merupakan bukti kesolidan para kader di tengah sentimen miring yang ditujukan kepada PKS selama setahun terakhir. Hasil ini juga sebagai bukti bahwa PKS masih dipercaya oleh masyarakat Jagakarsa dan semoga juga oleh rakyat Indonesia yang ditandai dengan perolehan 3 besar di skala nasional.

Aku Bersumpah Akan Menjadi Saksi Mereka



Pesta demokrasi baru saja usai. Hajatan akbar nasional ini telah melahirkan ratusan wajah lama dan baru yang akan duduk di kursi parlemen, dari tingkat pusat sampai daerah. Mereka adalah para wakil rakyat yang akan mengemban amanah membawa dan menterjemahkan aspirasi seluruh rakyat Indonesia, ke dalam bentuk kebijakan-kebijakan yang mereka buat dan mereka sahkan menjadi Undang-Undang. Harapan kita, semoga dengan hadirnya mereka ini bisa merubah wajah Indonesia menjadi lebih baik untuk 5 tahun mendatang.

Jika bagi partai yang lain, mungkin pemilu ini sudah selesai. Apalagi bagi partai-partai yang merasa akan menjadi calon pemenang pemilu tahun ini, mungkin mereka sudah berpesta pora merayakan kemenangannya. Walaupun faktanya belum ada pengumuman  resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengenai siapa yang akan menjadi juaranya. Namun hal ini tidak berlaku bagi PKS. Berakhirnya pesta demokrasi ini, bukan berarti berakhirnya sebuah perjuangan. Bukan berarti tugas dan kerja para kader PKS juga sudah selesai. Justru sebaliknya. Segudang tugas berat siap menanti dan menuntut perhatian serta kesigapan mereka, mulai dari hari pencoblosan (9 April 2014) sampai beberapa waktu ke depan.

Tugas itu adalah menghitung, merekap dan membuat tabulasi penghitungan suara.  Di mana hasil tabulasi yang berasal dari semua TPS yang ada di seluruh wilayah Indonesia ini, akan diformat menjadi data entri yang nantinya akan dikirim ke DPP PKS.  Untu selanjutnya akan dijadikan bahan rujukan guna melengkapi data tabulasi penghitungan suara tingkat nasional. Dan hasil inilah yang kelak akan diumumkan secara resmi oleh DPP PKS, dengan tetap beracuan kepada data resmi dari KPU.

Sehubungan dengan itu, layaknya pemilu-pemilu yang lalu, PKS selalu membentuk tim saksi serta tim tabulasi. Tim saksi dan tim tabulasi ini bertugas mengawal, menjaga dan mengawasi hasil penghitungan suara yang terkumpul dari tiap TPS. Sebelum bertugas, terlebih dahulu tim saksi dan tim tabulasi ini dibekali ketrampilan yang didapatkan melalui training atau pelatihan yang diadakan oleh Bapilu (Badan Pemenangan Pemilu) PKS. Pelatihan ini diselenggarakan di tiap jenjang wilayah di mana PKS berada, dari tingkat pusat sampai tingkat terendah atau kelurahan.

Adapun tujuan dari pelatihan ini adalah untuk memberikan pengetahuan mengenai tata cara  penghitungan, pengisian form C-1 serta merekap hasilnya ke dalam bentuk kolom tabulasi suara dengan menggunakan sistem komputerisasi. Yang tentu saja semua aktivitas ini bukanlah merupakan sebuah pekerjaan yang ringan dan mudah. Dibutuhkan ketelitian, keseriusan, konsentrasi penuh serta kesiapan lahir dan batin, guna memperoleh sebuah hasil yang akurat dan maksimal. Mereka yang masuk ke dalam tim ini adalah orang-orang yang memang sudah teruji kredibilitas serta loyalitasnya terhadap PKS. Jadi tidak sembarangan orang bisa menjadi bagian dari “tim tangguh” ini.

Silahkan dicek atau ditanyakan kepada KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) setempat, tim saksi dari partai mana yang memiliki kesiapan kerja yang baik pada setiap pemilunya? Insya Allah jawabannya pasti dari PKS. Dan ini memang sudah diakui oleh banyak pihak. Bahkan tak jarang partai lain juga ikut mengandalkan kerja dari para saksi PKS, dengan menitipkan hasil penghitungan suara mereka kepada tim ini. Mengapa itu bisa terjadi? Berdasarkan beberapa informasi yang saya dengar, hal ini mereka lakukan karena mereka sangat percaya kepada para kader PKS yang memang sudah terkenal dengan kecerdasan, kejujuran serta keikhlasannya. Suatu penilaian yang objektif terhadap kinerja dan kualitas dari kader-kader PKS. Alhamdulillah…

Dan sebagaimana PKS di wilayah lainnya, di Pamulang tempat tinggal saya pun sudah membentuk satu tim kerja saksi dan tabulasi. Tim ini dibentuk kurang lebih sebulan sebelum pelaksanaan pemilu. Dengan menempati sebuah ruko milik salah seorang anggota dewan dari PKS yang kami jadikan sebagai markas pemenangan partai, maka seluruh aktivitas kerja tim ini mulai dari pelatihan saksi sampai proses tabulasi dilakukan disini. Siang dan malam tanpa kenal lelah. Semua ini kami lakukan semata-mata bukan karena demi PKS-nya saja, namun adalah demi kemenangan dakwah ini khususnya di daerah kami, Pamulang.

Ketika pemilu kemarin berlangsung, dari sejak sebelum hari pencoblosan sampai pada saat tulisan ini saya buat, para saksi, tim tabulasi beserta kader PKS lainnya di daerah kami (Kelurahan Pondok Benda), tak pernah berhenti bekerja. Segenap potensi dikerahkan, walaupun dengan segala keterbatasannya. Baik itu moril maupun materiil. Oleh sebab itulah, ruko yang kami jadikan sebagai markas dakwah inipun tidak pernah sepi. Ada-ada saja kegiatan dan aktivitas yang dilakukan di sana. Dan yang paling membuat saya sangat terharu dan terenyuh terhadap kawan-kawan saya ini adalah pada saat mulai pembuatan data tabulasi suara. Di mana proses rekapitulasi ini benar-benar membutuhkan perhatian ekstra.

Dan di sini, saya menjadi saksi hidup atas kerja keras dari para kader dakwah yang telah menjadi sahabat seperjuangan saya selama ini. Dengan mata kepala sendiri saya menyaksikan tadhiyah (pengorbanan) lahir-batin mereka. Yang tak jarang tanpa mereka ketahui mampu membuat saya menangis, karena dilanda selaksa keharuan terhadap diri mereka. Segenap pengorbanan yang menurut saya sangat luar biasa serta tidak ada duanya, jika dibandingkan dengan para kader dari partai manapun yang ada di negeri ini. Demi Allah, sedikitpun saya tidak bermaksud “lebay” dengan melebih-lebihkan kesaksian saya ini. Pun saya tidak dalam rangka mengambil simpati dari siapa pun juga atas kesaksian saya ini. Semua ini saya katakan dengan sejujur-jujurnya dan keluar dari hati saya yang paling dalam. Bahwa saya sangat menaruh rasa kagum, respek juga cinta kepada mereka, itulah adanya.

Selama saya bergabung dengan PKS dan mengikuti beberapa kali pemilu, baru kali ini saya terjun langsung dalam pengerjaan proses data tabulasi. Sebelumnya saya tidak mengerti sama sekali. Saya baru tersadar bahwa pekerjaannya sungguh berat. Tak hanya menyita stamina dan pikiran, namun juga menguras emosi serta airmata. Dan karena keterbatasan jumlah kadernya, maka saya dan teman-teman mau tidak mau harus bekerja keras menuntaskan proses data tabulasi ini yang harus selesai tepat pada waktunya.

Untuk itu kami membagi diri dalam beberapa tim kecil, yaitu tim pemindahan data dari form C-1 (yang diperoleh dari para saksi di setiap TPS) ke dalam tabel yang lebih lengkap dan rumit, kemudian ada tim yang bertugas mencontreng suara-suara yang masuk dari tim pertama, setelah itu baru diteruskan kepada tim IT yang bertugas meng-input data excel. Dari data excel yang sudah jadi inilah yang nantinya akan dikirim ke Tim Tabulasi Nasional yang bermarkas di kantor DPP PKS, untuk disatukan dengan data tabulasi suara PKS dari seluruh Indonesia dan luar negeri.

Perlu diketahui bahwa kami tidak hanya meng-input data dari PKS saja, akan tetapi kami juga meng-input semua data dari parpol peserta pemilu kemarin. Untuk apa? Hal ini bertujuan untuk menghindari dan meminimalisir berbagai macam kecurangan yang mungkin terjadi, baik di TPS maupun sampai kepada pusat tabulasi suara nasional milik KPU nanti. Satu suara sangat berharga bagi kami. Oleh sebab itulah kami akan menjaga dan mempertahankannya sampai titik darah penghabisan. Takkan kami biarkan ada orang lain yang ingin merusak dan merampasnya.

Dalam pengerjaan proses tabulasi inilah, banyak diantara kami (terutama ikhwannya) yang tidak pulang ke rumah selama beberapa hari. Dan kalaupun ada yang pulang atau singgah, itu cuma sebentar saja untuk sekedar mandi, ganti pakaian atau bekerja (bagi yang kerja di kantoran dan lain-lain). Selebihnya waktunya banyak dihabiskan di ruko ini. Begitu pula dengan para ibu-ibu (akhwatnya) tak kalah besar pengorbanannya. Bahkan ada beberapa ibu-ibu yang terpaksa harus membawa putra-putrinya ke markas dakwah ini, demi membantu kerja tim tabulasi data.

Salah satunya adalah saya. Hari jumat kemarin saya terpaksa harus membawa si bungsu Fathur (3 tahun) ke sini, karena di rumah tidak ada orang yang menjaganya. Kebetulan sekali Mbak Herti, khadimat yang biasa membantu pekerjaan di rumah kami selama ini, pulang kampung sejak sebulan yang lalu. Sedangkan anak-anak kami yang lainnya bersekolah sampai sore. Jadi apa boleh buat, Fathur terpaksa saya bawa. Sementara saya dan kawan-kawan bekerja, Fathur dan kawan-kawannya bermain di dalam dan di luar ruko. Ya…inilah salah satu “resiko”nya menjadi kader PKS, harus ada yang berkorban dan dikorbankan…hehehe…

Pada hari Kamis (10 April 2014), saya dan kawan-kawan pulang sampai jam 3 subuh. Dan pada hari Jumat (11 April 2014), saya beserta ibu-ibu yang lain pulang jam 23.00. Sedangkan para bapak atau ikhwannya (termasuk juga Abi) masih tetap bertahan , bahkan mereka sampai menginap di sana guna menyelesaikan tugas tabulasi tersebut. Sedangkan bagi kader yang tidak bisa menyumbangkan tenaganya, mereka berpartisipasi dalam bentuk yang lain. Seperti mensuplai logistik (makanan) dan juga uang yang dipergunakan untuk keperluan kegiatan selama proses tabulasi ini. Pokoknya apapun yang bisa diberikan untuk dakwah ini, insya Allah pasti akan diberikan tanpa sedikitpun meminta balas jasa atau balas balas budi. Pendek kata, tak ada kata tidak untuk dakwah ini! Masya Allah…

Dan di tengah rasa lelah dan kantuk yang menyerang, namun masih tetap terselip segudang semangat demi menjaga dan menyelamatkan suara PKS. Sungguh, di sini saya kembali menjadi saksi hidup bagi  kawan-kawan saya ini. Di mana mereka bahu-membahu, saling membantu dan menguatkan satu sama lain agar kami dapat terus bertahan dalam  jalan dakwah ini. Selama beberapa hari bersama mereka, sedikitpun telinga saya tak pernah mendengar keluhan ataupun gerutuan mereka. Secuilpun mata saya tak pernah menangkap kelemahan dan kekalahan dari wajah-wajah mereka. Justru saya menangkap wajah yang penuh dengan kemenangan, semangat yang sarat dengan perjuangan dan pengorbanan yang tak pernah luntur dan padam. Tak ada kata istirahat bagi mereka, kecuali makan dan sholat saja. Sungguh luar biasa!

Wahai, Para Ikhwah, ketahuilah…inilah yang membuat saya tetap bertahan di sini bersama kalian. Inilah yang tak pernah saya temukan dan rasakan dari jamaah yang lain selain kalian. Inilah yang membuat saya sangat mencintai jalan dakwah ini bersama kalian. Demi Allah hari ini saya bersumpah, saya akan menjadi saksi kalian di akhirat kelak. Bila nanti saya ditanyakan oleh Allah tentang kalian, akan saya katakan kepada Allah, bahwa kalian ini adalah orang-orang yang kuat dan hebat!

Ya Allah, saksikanlah...dan sesungguhnya ENGKAU Maha Menyaksikan apa yang sudah mereka lakukan, baik yang tampak maupun yang mereka sembunyikan. Catatlah semua ibadah mereka sebagai amal sholeh, ya, ROBB. Dan balaslah kelelahan, rasa kantuk dan tadhiyah (pengorbanan) lahir-batin mereka ini dengan jannah-MU. Amin…


By : RiaDahlia Hasanusi

*Tulisan ini saya buat dan persembahkan buat sahabat-sahabat tercinta, ihkwah PKS di Pamulang (khususnya DPRa Pondok Benda). Jazakumullah khoiron katsir atas kebersamaan dan ukhuwah yang indah selama ini. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi serta meridhoi setiap gerak dan langkah kita. ANA UHIBBUKUM FILLAH…
 
Support : KabarPKS.Com
Copyright © 2011. KABAR PKS - All Rights Reserved
KabarPKS.com Team Follow Twitter Kami: KabarPKSdotcom
Proudly powered by Blogger