Latest Post

Aher Dihadiahi Lukisan dari Siswa Berkebutuhan Khusus

Written By HUMAS DPP PKS on Selasa, 05 Mei 2015 | 15.16

BANDUNG (4/5) – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dihadiahi lukisan sketsa wajahnya oleh Syadulloh, siswa berkebutuhan khusus dari Sekolah Luar Biasa (SLB) BC Purnama Cipanas-Cianjur, usai memimpin upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Gedung Sate Bandung, Senin (4/5).

"Iya, betul. Lukisan saya, bagus sekali. Itu dari siswa SLB di Cianjur. Ini hadiah penyemangat lah," kata Gubernur Jabar yang biasa disapa Aher.

Ia mengaku terharu karena dihadiahi sebuah lukisan sketsa wajah hitam dari seorang siswa berkebutuhan khusus.

"Tadi saya mau nangis, terus tadi juga waktu sambutan saya juga hampir menangis," lanjutnya.

Rasa haru tersebut, kata dia, muncul karena sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang dibacakan saat memimpin upacara Hardiknas.

"Sudahkah kita menanyakan bagaimana keadaan guru kita, bagaimana sekolah yang mendidik kita. Haru banget tadi itu," tambahnya.

Maka itu, ia mengimbau kepada seluruh warganya untuk lebih memerhatikan keadaan para pendidiknya yang telah sabar dan ikhlas mendidik murid-muridnya hingga menjadi orang sukses.

"Wajar kalau kita memberikan bingkisan satu tahun sekali atau setiap Hardiknas kepada guru kita, karena saya tidak akan seperti ini kalau tidak ada jasa dari guru," pungkasnya.



Dewan Sidak SMP 23 Solo Paska Banjir

SOLO (5/5) – Banjir yang melanda Kota Solo akhir April lalu memberikan efek jangka panjang. Salah satu yang menerima kondisi parah adalah SMP Negeri 23 yang berlokasi di Banyuanyar. Sekolah tersebut sudah dua kali terendam banjir yakni pada tahun 2009 dan 2015. 

Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Surakarta, Asih Sunjoto Putro mengatakan dampak dari banjir yang merendam semua ruang kelas, ruang guru, dan laboratorium komputer itu telah merusakkan ratusan buku kurikulum 2013, 35 unit computer, dan 65 meja dari hard board terendam banjir. 

"Kalau di tahun 2009 belum ada komputer, kini kerusakannya tambah komputer," ujar politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Lebih lanjut, Asih menilai salah satu penyebab kerusakan-kerusakan itu adalah lokasi sekolah yang berada di bawah jalan. Hal itu mengakibatkan ketika air bah datang maka sekolah itu terendam sekitar 150-160 cm dan minimal 80 cm. Dampak dari itu, SMP 23 harus menambah pekerjaan untuk memperbaiki sekolahannya sementara sekolah lain sudah fokus untuk Ujian Nasional.

"SMP Negeri yang lain hanya berpikir menyiapkan siswanya untuk ujian, sekolah ini harus berpikir membersihkan sekolah dan memikirkan fasilitas sekolah yang rusak," katanya.

Asih menghimbau pemerintah kota (Pemkot) harus segera mencari solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah di sekolah tersebut. Selain itu, SMP 23 harus segera mengajukan anggaran untuk melakukan perbaikan-perbaikan.

"Bisa jadi dengan membangun ulang atau meninggikan bangunan sampai batas akhir saat banjir. Karena saat banjir 2009 dan 2015 ketinggian air hampir sama," pungkasnya.

Keterangan Foto : Asih Sunjoto saat melihat kondisi SMP 23 Solo yang terkena banjir, Selasa (5/5).  



Sumber: Humas PKS Solo

PKS Family Gathering : 17 Tahun PKS Inspirasi Keluarga

BONE BOLANGO (3/5) – Puncak perayaan 17 Tahun Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Provinsi Gorontalo diakhiri dengan kegiatan PKS Family Gathering di Pantai Botutonuo Kabupaten Bone Bolango, Ahad (3/5). Kegiatan yang diikuti oleh kader-kader PKS se-Kabupaten Bone Bolango ini diikuti juga oleh kader dan pengurus Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS se-Provinsi Gorontalo bersama keluarga.  


Sambutan pembukaan oleh Ketua DPW PKS Gorontalo Helmi Adam Nento menegaskan bahwa kader PKS harus senantiasa menjaga jalinan ukhuwah yang sudah sekian lama dibina dan terus melakukan pelayanan kepada masyarakat.

"Momen Family Gathering ini sebagai rekreasi bersama untuk menguatkan jalinan ukhuwah dan mengeratkan silaturrahmi di antara kita. Kader yang telah bertumbuh lama dengan PKS tentunya dapat memberikan spirit kepada kader-kader PKS yang baru bergabung, demikian juga sebaliknya. 17 tahun gerak PKS ini semoga menginspirasi kita semua dalam mengarungi bahtera rumah tangga," ujar Helmi dalam sambutannya.

Kegiatan PKS Family Gathering berlangsung meriah dengan berbagai doorprize hadiah serta permainan keluarga dan peserta lainnya.  Kali ini acara Family Gathering dikomandani langsung oleh Bidang Perempuan Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) PKS Gorontalo dengan mengambil tema "17 Tahun Retas Ukhuwah, Kokoh Gerak Dakwah, Tebar CintaNya".

Jois Akase Ketua Bidang Perempuan DPW PKS Gorontal menyampaikan bahwa acara Family Gathering kali ini ditargetkan untuk bisa saling menguatkan antara sesama keluarga dan juga antara kader PKS. Selain itu beberapa kader  juga menunjukkan kemampuannya dalam beratraksi.

Yanti salah satu kader PKS dari Kabupaten Boalemo menyatakan sangat senang dengan kegiatan PKS Family Gathering kali ini, karena ia dapat bersilaturrahmi dengan kader-kader PKS dari Kabupaten lainnya.

“Harapannya, PKS senantiasa kokoh dan solid dalam setiap gerak dan langkahnya dalam melayani umat,” harap Yanti.


Sumber: PKS Gorontalo(http://gorontalo.pks.id)

Kualitas Raskin di Gudang Bulog dan Masyarakat Berbeda

SUKOHARJO (5/5) – Anggota Komisi XI DPR RI asal Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah V, Abdul Kharis Almasyhari menyatakan keheranannya dengan perbedaan kualitas beras miskin (raskin) yang ada di Gudang Bulog dengan yang beredar di Masyarakat.

Pasalnya, ketika Kharis melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Gudang Bulog Kartosuro, Sukoharjo, Selasa (5/5) untuk melihat langsung dan melakukan pengecekan terhadap beras miskin (raskin) untuk rakyat tersebut, kondisi beras masih sesuai spesifikasi yang diajukan Bulog kepada pemerintah.

"Kondisi beras masih layak dan sesuai spesifikasi," ujar Legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Kharis menambahkan tujuan kunjungan tersebut adalah menindaklanjuti keluh kesah dari masyarakat yang menerima raskin selama ini. Banyak dari masyarakat yang mendapatkan raskin dengan kualitas tidak layak.

"Saya heran, saat diperiksa di gudang bulog kondisi beras bagus-bagus. Tetapi kalau udah diterima masyarakat kualitasnya jelek," tambahnya.

Selain itu, dalam kunjungannya tersebut Kharis juga ditemani Anggota Komisi VI DPR RI, Endang Srikarti Handayani. Dia menilai yang menjadi kelemahan dari raskin tersebut adalah beras disimpan dalam kurun waktu yang lama sampai sekitar satu tahun sehingga mengakibatkan beras sedikit berubah warna.

Usai melakukan sidak di Gudang Bulog Kartasura, Abdul Kharis akan melakukan sidak serupa di Gudang Bulog Karangwuni, Klaten.



Sumber: Humas PKS Solo

Hukum Mati Pengedar Narkoba, Menyelamatkan Generasi

JAKARTA (4/5) - Eksekusi mati kepada para pengedar dan gembong narkoba menyisakan pro kontra. Para pihak yang kontra hukuman mati melihat eksekusi mati sebagai tindakan yang tidak manusiawi, bermain Tuhan, dan tidak menyelesaikan masalah. Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ledia Hanifa tidak sepakat dengan hal tersebut.
Menurut Ledia, efek kekejaman penyalahgunaan narkoba harus dilihat secara luas. Ledia menyampaikan hal ini melalui rilisnya, Senin (4/5).

“Yang digilas oleh perkara narkoba ini lintas wilayah, lintas budaya, lintas agama, lintas demografi. Mau tua, muda, laki-laki, perempuan, kaya, miskin, berpendidikan atau tidak, beragama atau tidak, kalau sudah kena penyalahgunaan narkoba, entah karena suka, terpaksa, terjerat, terjebak, habis sudah. Hartanya, fisiknya, hubungan kekerabatannya, hingga moral, dan perilaku kesehariannya,” tegas Ledia.

Legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengingatkan dalam konteks kehidupan masyarakat Indonesia yang berketuhanan, nilai-nilai relijius masih menjadi dasar bertindak. Amar ma’ruf nahi munkar adalah landasan, termasuk dalam menjaga generasi dan menghindari kerusakan di tengah masyarakat.

“Menghentikan kerusakan bisa melalui banyak jalan, tentu sesuai tahapan hukum dan pengadilan yang berlaku. Kembali pada penyalahgunaan narkoba, lihat pada data betapa banyak orang menjadi pencuri, pelaku kekerasan dalam rumah tangga, pelaku tindak pidana, pesakitan, dan  bahkan hilang akal karena narkoba. Lebih miris, korban anak pun sangat banyak dan meningkat dari tahun ke tahun,” katanya.

Ledia lantas mengutip Data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang menunjukkan pada 2011 hingga 2014 tren penyalahgunaan narkoba pada anak-anak di bawah 17 tahun mengalami peningkatan sekitar 400 persen, dengan angka pengaduan penyalahgunaan narkoba pada anak di tahun 2011 sebanyak 12 kasus, pada 2012 sebanyak 17 kasus, pada 2013 sebanyak 21 kasus, dan tertinggi pada 2014, yakni 42 kasus.

Begitu pula anak yang menjadi pengedar narkoba, jumlahnya juga terus meningkat. Masih berdasarkan data KPAI, pengedar anak sejak 2011 hingga 2014 meningkat hampir 300 persen. Pada 2012 tercatat  laporan  17 anak, pada 2013 ada 31 anak, dan pada 2014 mencapai 42 anak yang menjadi pengedar.

“Ini fakta bahwa kejamnya pengedar, bandar, produsen, dan pemasok narkoba itu luar biasa. Melemahkan dan kemudian menghancurkan generasi secara umum. Hingga untuk mengatasi ini genderang perang melawan penyalahgunaan narkoba harus ditabuhkan dan hukuman mati tak perlu ragu dilaksanakan usai proses pemeriksaan, pengadilan hingga  pemberian keputusan bersalah telah dilewati sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” pungkasnya.

Keterangan Foto: Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah.

Seribu Naskah Banjiri Lomba Menulis Fraksi PKS

Jakarta (4/5) - Sejak diluncurkan pada 1 April 2015 lalu, lebih dari seribu naskah telah diterima panitia lomba penulisan kebangsaan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI melalui surat elektronik. Menanggapi hal ini, Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini mengucapkan terima kasih atas tingginya animo masyarakat Indonesia.

"Alhamdulillah, ada sekitar 1200 naskah yang telah masuk. Ini membuktikan masih tingginya semangat jiwa nasionalisme masyarakat Indonesia di tengah arus globalisasi," kata Jazuli, di Jakarta (4/5).

Jazuli memaparkan dari seribuan naskah yang masuk berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Provinsi Aceh hingga Papua. "Diantaranya dari Kabupaten Aceh Besar, Banjarmasin Utara, Gorontalo, Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan, Mandailing Sumatera Utara, Lombok Timur dan Nabire Papua," tutur Jazuli.

Lebih lanjut legislator asal Banten ini menambahkan dengan tingginya partisipasi masyarakat, maka tujuan diselenggarakannya lomba penulisan kebangsaan ini akan mudah terwujud.

"Insya Allah upaya mengokohkan nilai-nilai agama sebagai perekat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara akan mudah terealisasi," pungkas Jazuli.

Diketahui, masa pengiriman naskah lomba penulisan kebangsaan yang bertema umum "Nasionalisme Indonesia Menjawab Tantangan Global" ini telah ditutup pada 30 April 2015 lalu. Pemenang lomba yang digelar dalam rangka hari ulang tahun (HUT) PKS yang ke-17 ini, akan diumumkan pada 10 Mei 2015 mendatang.

Keterangan Foto: Ketua Fraksi PKS DPR RI, Jazuli Juwaini.

Sumber: Humas Fraksi PKS DPR RI

Gubernur Gatot Dukung Kemajuan Pendidikan Islam

Written By HUMAS DPP PKS on Senin, 04 Mei 2015 | 17.33

MEDAN (30/4) – Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nuroho melakukan zikir bersama umat Muslim di Masjid Ar-Rivai, Jalan Sisingamangaraja No. 5 Medan, usai Shalat Isya berjamaah di lokasi sama, Kamis malam (30/4).

Dalam kesempatan ini Gatot mengapresiasi kegiatan zikir dan doa ini. Kegiatan ini sebagai wujud syukur kepada Allah SWT atas apa yang diperoleh dan dihasilkan Taman Pendidikan Islam (TPI) hingga usianya ke 65 dalam bidang pendidikan untuk masyarakat Provinsi Sumatera Utara.

"Atas nama pemerintah dan masyarakat saya mengucapkan terimakasih kepada para pendiri para pejuang Taman Pendidikan Islam," ujar Gatot.

Sebagaimana diketahui, dalam lintas sejarah, lanjut Gatot, ruh dari kehadiran Taman Penddidikan Islam adalah untuk mengentaskan kebodohan di masyarakat perkebunan pada waktu itu.

Gatot juga mengatakan bahwa dari informasi yang diterimanya, bahwa  lembaga pendidikan keagamaan yang ada hari  ini sungguh sangat memperihatinkan, baik fasilitas sarana prasara maupun dari minat masyarakat untuk menyekolahkan putra-putrinya di sekolah keagamaan.

"Hari ini kita hadir di sini dalam rangka milad Taman Pendidikan Islam yang ke 65 tahun dan memang baru pertama kali ini saya masuk ke lokasi ini dan Insya Allah lokasi ini memiliki sarana prasarana sangat baik," ujarnya.


Gatot juga menjelaskan bahwa jihad merupakan  sesuatu yang asing bagi umat Islam saat ini. Padahal jihad adalah puncak kejayaan Islam. Jadi kalau ruh tidak ada maka Islam tidak ada kejayaannya. Maka sudah tidak ada lagi mahkota itu pada umat Islam kalau jihad menjadi sesuatu yang asing. Namun, lanjut Gatot sering kali jihad disalahartikan seperi faham ISIS.

"Jihad adalah amal dan menurut yang saya fahami, Islam memerintahkan untuk beramal dan keislaman kita. Jihad dimakna sama dengan amal tapi amal yang berkesinambungan yang disertai kesungguhan," paparnya.

Jadi kalau dikaitkan dengan momentum Peringatan Taman Pendididikan Islam yakni amal yang terus-menerus dengan kesungguhan yakni mengembalikan umat ini pada pendidikan Islam.

"Rasanya sudah saatnya kita kembalikan kejayan Islam dengan cara mengembalikan ummat ini pada pendidikan Islam, maka jihad seperti ini akan bangkit kembali pendidikan agama salah satunya Taman Pendidikan Islam," tegas Gatot.

Sementara itu Ketua Pimpinan Pusat Taman Pendidikan Islam, Ismet Danial Nasution dalam sambutannya mengungkapkan penghargaan dan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak baik pemerintah, swasta, dan masyarakat yang telah memberikan perhatian, bantuan dan kerjasamanya kepada Taman Pendidika Islam sejak didirikan pada tanggal 1 Mei 1950 sampai saat ini.

"Kami menyadari bahwa eksistensi TPI selama 65 tahun ini adalah berkat kerjasama yang baik di antara kita semuaya," ujarnya.

Memperingati hari jadi bagi warga TPI, khususnya di usianya yang ke-65 tahun ini merupakan momentum yang sarat arti dan nilai khususnya kepada generasi penerus TPI untuk mampu mengevaluasi dan menganalisis eksistensi TPI di tengah-tengah masyarakat bangsa dan negara Indonesia sebagaimana landasan filosofis cita-cita dan program perjuangan TPI yang telah diikrarkan oleh para pendiri dan pejuang TPI yaitu Tri Azimah Karya, Tri Program Karya, dan Tri Bakti Karya.

"Bagi TPI, era glogalisasi saat ini merupakan tantangan positif untuk mempertajam landasan Tri Azimah Karya yakni mempersiapkan sumber daya manusia Indonesia yang Ilmiawan Amaliawan, serta maaliawan," tutupnya.

Ketua panitia HUT Ke-65 TPI, Ikrom Helmi Nasution dalam laporannya menyampaikan sekilas berdirinya Taman Pendidikan Islam yakni mulai 1 Mei 1950 hinga 1 Mei 2015 yang telah berusia 65 tahun maka patut disyukuri oleh segenap keluarga besar Taman Pendidikan Islam sebagai salah satu institusi pendidikan yang tertua di Provinsi Sumut khususnya di Kota Medan dan sampai saat ini masih tetap eksis melaksanakan pendidikan dari berbagai jenjang pendidikan yang diasuhnya dan telah memberikan kontribusi kepada negara Indonesia dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

"TPI yang lahir setelah diproklamirkannya kemerdekan RI 17 Agustus 1945 mengambil basis perjuangannya pertama dan utama di daerah perkebunan Sumut dan Aceh guna mendidik masyarakat perkebunan pada waktu itu di bidang pendidikan agama agar mereka dapat menjalankan syari'at agama Islam sesuai Al-Qur'an dan Hadist," ujarnya.




Sumber: Humas Kantor Gubernur Sumatera Utara
 
Support : KabarPKS.Com
Copyright © 2011. KABAR PKS - All Rights Reserved
KabarPKS.com Team Follow Twitter Kami: KabarPKSdotcom
Proudly powered by Blogger