GuidePedia

1
Jakarta-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan mantan presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq sebagai tersangka dalam tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Akan tetapi, kuasa hukum PT Indoguna Utama Bambang Hartono membantah adanya aliran dana selain Rp 1 miliar yang menjadi barang bukti penyidik KPK.

"Tidak ada (selain yang Rp 1 miliar)," kata Bambang Hartono yang ditemui di KPK, Jakarta, Rabu (27/3). Menurutnya,  uang sebesar Rp 1 miliar tersebut pun hanya urusan bisnis antara PT Indoguna Utama dengan Ahmad Fathanah.

Dia menegaskan,  uang tersebut tidak ada kaitannya dengan Luthfi Hasan Ishaaq. Selain itu, baik Juard Effendi maupun Arya Abdi Effendi juga mengaku tidak mengenal Luthfi Hasan Ishaaq.

Sedangkan usai pertemuan di Medan yang salah satunya Dirut PT Indoguna Utama, Maria Elizabeth Liman juga tidak pernah ada lagi pertemuan yang melibatkan kliennya dengan Luthfi.

"Tidak ada lagi, hanya pertemuan di Medan satu kali, itu pun bicara mengenai daging celeng (babi) karena banyak komplain. Karena LHI itu ustaz besar maka merasa bertanggungjawab menyelesaikan ini," tegasnya. [republika.co.id]

Post a Comment

  1. awal februari dgn bangga dan penuh percaya diri, KPK menetapkan LHI sbg tersangka suap Import sapi berdasarkan 2 alat bukti.....mantapp....
    sekarang LHI gak terbukti suap dan korupsi, malah di kenakan TPPU......pertanyaan : mana 2 alat bukti itu bro ???.......masya Allah, berarti memang benar LHI di zalimin, di tangkap tanpa berbuat salah, dan ini dilakukan oleh lembaga resmi negara... apa bedanya dgn Zionist Israel yg menangkap dan merampas hak warga Palestina......sungguh kejahatan yg besar...

    ReplyDelete

 
Top