GuidePedia

0
Kabar PKS - Kementerian Agama (Kemenag) akan membebaskan biaya pencatatan nikah di Kantor Urusan Agama (KUA). Dengan begitu, Peraturan Pemerintah Nomor 47 tahun 2004 yang mengatur tentang biaya administrasi pencatatan nikah dan cerai sebesar Rp30 ribu akan dihapus.

“Jadi ini adalah goodwill (kemauan baik) dari pemerintah untuk masyarakat,” kata Inspektur Jenderal Kemenag M Jasin, Rabu (6/3/2013) dikutib inilah.com.
Selain itu, kata Jasin, kebijakan pembebasan bea nikah ini merupakan upaya preventif Kemenag untuk memberantas maraknya pungutan liar dan pemberian gratifikasi terhadap penghulu.

“Sehingga nanti kalau itu diberlakukan, maka amplop-amplop, tanda terima kasih itu dilarang,” ujar Jasin.
Kebijakan ini akan mengatur pendapatan resmi yang diterima penghulu dan kepala KUA atas pencatatan akta nikah. Menurut dia, masing-masing penghulu akan mendapatkan tunjangan yang besarannya berdasarkan empat kategori biaya nikah sebagaimana dalam PP 47 Tahun 2004.

“Tunjangan transportasi lokal hanya Rp110 ribu dan tunjangan profesi untuk penghulunya. Jadi nanti tidak ada untuk minta tambahan karena quote in quote (kutipan dalam kutipan) kami nilai sudah cukup usulannya (tunjangan) Rp1 juta ditambah menjadi Rp5 juta,” tutur bekas wakil ketua KPK itu. [UGT]

Post a Comment

 
Top