Home » , » Inilah Kronologi Sebenarnya yang Terjadi Ketika Ust.Hilmi selesai di Periksa KPK

Inilah Kronologi Sebenarnya yang Terjadi Ketika Ust.Hilmi selesai di Periksa KPK

Written By Kabar PKS on Rabu, 15 Mei 2013 | 16.46



KabarPKS.com - Jakarta - KRONOLOGI PENGEROYOKAN WARTAWAN TERHADAP TIM PENGAWAL PENGAMANAN USTADZ HILMI AMINUDDIN DI KPK 14 MEI 2013

Ustadz Hilmi (UH) keluar dari ruangan KPK kira-kira pada jam 15.00 WIB. Namun Tim pengamanan tidak bisa menjemput UH dari lobby karena puluhan wartawan sudah memenuhi dan mencegat di depan pintu, sepanjang kiri kanan railing dan di bawah tangga. 

Upaya untuk mencari akses jalan alternatif gagal karena UH hanya boleh keluar dari pintu yang sudah dikerubuti wartawan.

Petugas security KPK tidak berusaha mengantisipasi dan mencegah kekacauan, hanya mengantar Ustadz Hilmi sampai railing pintu masuk. Ketika mobil penjemput sudah bersiap di depan pintu, tim pengamanan yang ada di luar berinisiatif membuka kerumunan wartawan, agar UH tidak terdesak dan terbentur kamera dan mikrofon wartawan. 

Namun tim pengamanan yang berada di luar kerumunan terhalang puluhan wartawan yang tidak terkendali dan terus merangsek dan mengepung UH. Beberapa wartawan bahkan menerobos railing dan membuat UH semakin terdesak.

UH tertahan dihadang wartawan. Sempat berbicara, direkam, difoto dan disorot kamera. UH dengan susah payah menuruni tangga, namun terus didesak. Akhirnya terjadi saling desak karena tim pengamanan berusaha memberi jalan agar UH sampai ke mobil. 

Wartawan semakin provokatif, dengan kata-kata makian maupun dengan tendangan kaki. Mereka juga berteriak copet.copettt. Ada juga yg berteriak "sikaat... hajaar... Apa lu ini bukan markas elu". 

Pertanyaan wartawan juga kasar, "Waktu diperiksa, Ustadz Hilimi terkencing-kencing nggak?" Dan pertanyaan2 lain yang menyudutkan. 

Kameramen dan fotografer makin kalap menyorotkan kamera sambil beteriak-teriak, menunjuk2, menendang, menyodok dan membenturkan kamera, tripod dan mikrofon kepada tim pengamanan yang berusaha memberi jalan UH

Bbrp orang berbaju batik yang merekam dengan BB juga berteriak-teriak, dicurigai sbg provokator. Tim pengamanan yang mencoba membuka jalan dari belakang wartawan dan berusaha menembus kerumunan namun dipukuli puluhan kali dengan mikrofon maupun dengan kamera. 

Tim pengamanan juga terpaksa melompat railing karena ingin menyelamatkan UH. Karena kalo dibiarkan UH bisa jatuh di undak-undakan, atau terbentur kamera dan mikrofon yang semakin merangsek.

Tim pengaman mencoba persuasif, "tolong hoi ini orang tua!" dll. Agar wartawan minggir dan tidak menghalangi pintu mobil. Petugas pengamanan terus berusaha membuka pintu dengan susah payah. Akhirnya pintu bisa dibuka, ustadz masuk mobil dan meninggalkan KPK. 

Namun tiba2 terjadi kekacauan. Wartawan melampiaskan kemarahannya secara membabi buta. Seorang anggota tim pengamanan bernama RN dipukul kamera (kena bibir atas), diteriaki, ditendang dan dipukuli puluhan wartawan. RN mengalami luka di bibir atas serta memar di jari tangannya (karena menangkis dan melindungi kepalanya). 

RN beberapa kali jatuh terduduk dan melindungi kepalanya. Para wartawan berteriak2 dengan kasar, menyebut anjing dll.

RN lari karena keselamatannya terancam. RN sempat beberapa kali jatuh, ditendang, dipukul dan diinjak-injak. TF berusaha melindungi RN, namun juga kena pukul dan tendangan. 

RN diselamatkan dan dilindungi oleh petugas kepolisian berpakaian preman dan dibawa ke pos security Jasa Raharja di samping Gedung KPK. RN didampingi kawan-kawannya dibawa ke Polsek Setiabudi, bukan untuk ditahan tetapi dimintai keterangan dan akan dibantu kalau akan melakukan penuntutan. 

Awalnya petugas polisi mengira kalau RN dkk ini adalah aparat. Namun dijelaskan bahwa mereka adalah tim pengamanan PKS. Akhirnya RN dkk diizinkan pulang. 

Sempat beredar kabar bahwa yang terjadi adalah wartawan dikeroyok tim pengawal UH. Namun faktanya adalah wartawan sudah menunjukkan puncak kebenciannya dan melakukan tindakan premanisme yang memalukan. 


Jakarta, 14 Mei 2013.

(Dedi/kabarPKS.com)
Share this article :

+ comments + 8 comments

15 Mei 2013 17.30

knpa pengamanan tak nyiapin kamera tersembunyi bukannya hanya degan itu bisa membrikan bukti kepada masyarakat dg diskriminasi ini, kan tahu semua menyudutkan PKS berhati hatilah dlam setiap melangkah...!!!

15 Mei 2013 17.46

Keliatan kok di tv pengawalnya di massa wartawan. Memenuhi unsur penganiayaan tuh. Cuman mungkin lain kali gak perlu berlebihan sampe bawa pengawal kalau ke KPK. Cukup satu dua orang saja, jaga2 karna emosi massa ke PKS lagi besar2nya skr

15 Mei 2013 20.35

Lain kali bawa pengawalnya yang banyak banget. Di depan KPK paling 50an wartawan. ƘƏLƏƲ bawa 100an orang, اِ نْ شَآ ءَ اللّهُ menang. Soalnya 100 org PKS kan bisa mengalahkan 200 org Ўƍ jarang sholat.

15 Mei 2013 22.56

Ironis..... katanya wartawan mesti netral, mendidik pembaca dgn tulisan2 mereka yang seimbang, memperjuangkan hak asasi manusia, .... lah ini kok malah lebih brutal dan sadis dari pada preman pasar...........

16 Mei 2013 13.55

padahal kalau UH sedikit memberi waktu untuk memberikan keterangan, hal itu (mungkin) ga akan terjadi. seperti pak pengacara yang ngasih keterangan, ga kenapa-kenapa kan?

17 Mei 2013 22.14

kelakuan wartawan ama geng motor kok sama aja ya,gimna nulis berita yg bener tuh klo sama nara sumber nya aja kasar begitu,emang dulu waktu kuliah ada ajaran kaya gitu ya hiii,,,

18 Mei 2013 20.28

untuk laen kali buat aja pagar kawat penghalang yang di tulis AWAS LISTRIK TEGANGAN TINGGI. pasti ga ada yang berani mendekat.

20 Mei 2013 12.25

KPK juga bisa dituntut donk, karena tidak bisa menjamin keamanan bagi tamunya. sebaiknya PWI juga instropeksi lihat anggotanya yang liar seperti itu. Buat PKS perketat penjagaan bagi kadernya, bawa satgasnya yang banyak lengkapi dengan alat rekam juga. semoga tidak terulang lagi

Poskan Komentar

 
Support : KabarPKS.Com
Copyright © 2011. KABAR PKS - All Rights Reserved
KabarPKS.com Team Follow Twitter Kami: KabarPKSdotcom
Proudly powered by Blogger