GuidePedia

0
Seperti biasanya, tadi pagi buka laptop mau sarapan berita dari beberapa situs berita yang ada. Setelah beberapa saat saya membaca, lama-lama geli juga saya liat tingkah para PKS haters yang eksis ini, liat status-status maupun komen mereka. Saya jadi kepikiran mau ngasih bocoran, sekaligus tips dan trik buat mereka. 

Pada dasarnya kita sama sekali tidak membenci kritikan, kita sangat menghargai dan berterima kasih atas kritikan dan masukan yang diberikan. Bagi kita, itu adalah satu bentuk kepedulian saudara kita sendiri. Tapi sayang sekali kalau kepedulian itu semakin lama justru berubah menjadi kebencian, kritikan itu harus berubah menjadi caci maki dan hinaan, bahkan sudah sampai tahap hasutan.  Kalau sudah begini, jadinya ya membabi buta, apapun berita dan tema yang disajikan yang ada ya cuma kata-kata kotor dan umpatan murahan.   Lebih menyedihkannya lagi, yang mereka angkat ini topiknya itu-itu saja, orang yang diserang “para qiyadah” juga itu-itu terus. Alhasil, jadilah komen-komen mereka out of the topic. Saya mau ngasih analogi sederhana saja, buat gambaran bagi mereka. Tapi sebelumnya, saya ingin sampaikan salam cinta saya kepada mereka semua, semoga Allah menjaga kita & mengampuni dosa-dosa kita semua.

Begini analoginya, katakan Partai ini adalah sebuah Sekolah Dasar, sebut saja SD Madani. Meskipun banyak muridnya yang berprestasi, tapi menurut mereka SD ini sangat tidak bermutu, sangat busuk dan bahkan sudah selayaknya dibubarkan. Disisi lain, murid-murid SD ini sangat nyaman sekolah di sini, mereka merasakan betul kualitas yang mereka dapat selama sekolah di SD ini, bahkan mereka bangga dan tidak malu memakai seragam sekolah mereka.

Lalu muncullah orang-orang ini yang entah datangnya dari mana mengabarkan kepada masyarakat tentang apa yang dia lihat dari SD ini, yang belum tentu kebenarannya, antara lain; 
Guru matematika di SD ini disinyalir adalah seorang tukang judi, karena dia pandai dalam hitung-hitungan dan spekulasi. Tapi faktanya murid-murid SD ini senang dengan dia, karena cara mengajarnya mengasyikkan sehingga bisa menerima pelajaran matematika dengan mudah. 

Guru biologi di SD ini katanya tukang adu ayam, karena eksperimennya ia berhasil mengawinkan ayam dan angsa, jadilah ayam jago miliknya tak terkalahkan. 

Guru bahasa arab SD ini adalah bekas sopir taksi di saudi, tak punya ijazah kuliah sama sekali. Tapi guru ini fasih berbahasa arab, dan dia mumpuni dalam mengajarkan bahasa arab ke murid-muridnya.

Guru komputer SD ini berpenampilan seperti hacker kelas kakap, karena ia sering berhasil menciptakan berbagai macam aplikasi dan game bersama murid-muridnya.

Guru bahasa Indonesia dan sastra SD ini lebih menggelikan, ia mantan playboy dulunya. Dilihat dari puisi-puisi karyanya yang sangat romantis dan menghanyutkan.

Yang terakhir, kepala sekolah SD ini ternyata orang yang kaya raya, tak seperti guru-guru dan karyawannya yang miskin. Seolah-olah kepala sekolah SD ini bukanlah tipe pemimpin yang peduli akan bawahannya.    

Intinya, semua hal-hal yang bisa memperburuk citra SD ini terus menerus disebarkan oleh mereka “para haters” dengan tujuan supaya SD ini tidak laku tentunya, tidak punya murid lagi. Di sisi lain, masyarakat yang mendengar berita ini setiap hari bertemu dengan murid-murid SD Madani,  dan yang masyarakat jumpai adalah hal yang sangat jauh berbeda. Murid-murid SD Madani yang juga tetangga mereka ini ternyata adalah anak-anak yang santun, peduli dengan tetangganya, tidak ada yang menjadi sampah masyarakat seperti yang mereka dengar selama ini. Walhasil, masyarakatpun tidak pernah melarang anak-anaknya sekolah di SD ini.

Jadi, saran saya buat para haters, yang mungkin akan bisa mereka pengaruhi adalah orang-orang yang belum mengenal atau belum pernah bertemu langsung dengan murid-murid SD Madani. Meskipun ini agak sulit, mengingat murid SD Madani ini jumlahnya ribuan atau mungkin jutaan yang tersebar di seluruh Indonesia dan luar negeri, yang profesinya sangat bervariasi dari petani hingga menteri. 

So, selamat berusaha lagi, kalau tidak di sini mungkin planet lain bisa dicari.


Penulis: 
Amin Asharudin
Fb: Amin Asharudin
Twitter : @Asharudin

Post a Comment

 
Top