GuidePedia

1

Salah seorang Ibu paruh baya mengenang bagaimana dahulu dirinya terasing di SMA, dari seluruh siswi hanya dialah yang menggunakan Jilbab. Kala itu jilbab dilarang disekolah-sekolah negeri dengan tanpa ada jelas alasanya.

Setelah melalui perdebatan panjang, akhirnya beliau dikeluarkan dari sekolah. Saat keluar dari Sekolah beberapa personel ABRI kala itu sudah siap-siap mengiringi, seakan teroris.

Meski dikeluarkan dari sekolah, beliau tetap belajar dirumah bersama temen-temen yang bernasib sama. Dikeluarkan sekolah hanya karena Berjilbab panjang.

Mendengar banyaknya akhwat jilbab besar dikeluarkan dari sekolah-sekolah negeri, para aktivis dakwah sekolah bersiap melancarkan aksi demonstrasi dan perjuangan-perjuangan lainya.

Alhamdulillah, perjuangan panjang itu akhirnya berhasil dan kini Ibu itu bersyukur, sekarang jilbab sudah dibolehkan. Bahkan tidak sedikit sekolah-sekolah negeri mewajibkan siswinya untuk menggunakan jilbab.


Kisah nyata ini disampaikan oleh Ummi yang saat ini berprofesi sebagai anggota DPRD dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). (islamedia)

Post a Comment

  1. Innalillah,dulu begitu ya,kira2 periode kapan,sebelum atau sesudah suharto?? Salut buat ibu yg pada masa itu bisa istiqomah

    ReplyDelete

 
Top