GuidePedia

0


#PANCASILA: 1. KETUHANAN YANG MAHA ESA.

APAKAH KITA PERCAYA BAHWA TUHAN ADA DAN BERKUASA ATAS SEGALA SESUATU?

#PANCASILA: 2. KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB.

APAKAH KITA PERCAYA BAHWA MANUSIA MAKHLUK MULIA DAN WAJIB DIPERLAKUKAN ADIL DAN BERADAB?

#PANCASILA: 3. PERSATUAN INDONESIA.

APAKAH KITA PERCAYA BAHWA SEBAGAI BANGSA KITA MEMILIKI ALASAN KUAT UNTUK BERSATU?

#PANCASILA: 4.KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN, DALAM PERMUSYAWARATAN PERWAKILAN.

APAKAH KITA PERCAYA BAHWA INTI DARI SISTEM PERWAKILAN ADALAH HIKMAH KEBIJAKSANAAN?

#PANCASILA: 5. KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA...

APAKAH KITA PERCAYA BAHWA KITA SEMUA WAJIB MERASAKAN KEADILAN SOSIAL SEKARANG JUGA?

Satu demi satu sila kita eja. Dan kita memang seperti menemukan sesuatu dari dalam diri kita sebagai bangsa.

TUHAN misalnya, Dia begitu hadir di awal segala hal dan kita letakkan ia dalam sila pertama.

Orang2 sekuler di Indonesia ini tidak ada atau ada tapi takut menjadi sekuler. Sekuler tdk punya dasar di sini.

Lihat partai2 yg menolak disebut partai Islam atau partai agama, ujung2nya merayu dgn kata religius.

Atau sebagian lagi membuat sayap bahwa mereka punya concern kepada agama. Tahulah kita siapa mereka.

Tetapi diam2 mereka menyerang yg berterusterang. Tidak berani terbuka sebab akar agama lebih kuat di negeri ini. Sila1.

Dan TUHAN tak dapat untung, kau cantum kan atau tidak kuasaNya takkan berkurang sepeserpun.

Kitalah yang memerlukanNya. Kitalah yang perlu disadarkan bahwa dalam hidup kita yang merdeka adalah kehendakNya.

Pembukaan UUD45 mengabadikannya, "...atas berkat rahmat Allah yang maha kuasa dan didorong oleh keinginan yg luhur..."

...supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.

Sejak awal bangsa ini memiliki keyakinan spiritual bahwa kemerdekaan ini adalah rahmat Tuhan...Luar biasa.

Tentu keyakinan itu harus tetap ada karena Tuhan tak pernah mati dan Bahkan Tuhan Tak pernah tidur kata falsafah jawa.

Lalu, perihal kemanusiaan yg adil dan beradab mesti dimulai bahwa manusia itu universal. Makhluk Tuhan terbaik.

Persepsi yg benar tentang manusia merdeka dan beradablah yg menuntun kita pada kemerdekaan sepanjang masa.

Bangsa Indonesia memang kadang lupa seolah negara lebih penting dari manusia sehingga kita mau dijajah.

Tapi setiap kita lupa selalu bangkit satu generasi yang sadar bahwa eksploitasi atas manusia adalah tirani.

Presiden soekarno sering memakai kalimat "ketiadaan exploitation de l'homme par l'homme".

Meski maknanya seolah "eksploitasi manusia atas manusia" tetapi kaum yg mengeksploitasi sering memakai kuasa negara.

Maka cita2 kemanusiaan kita yang universal adalah menghapus penindasan dimana saja atas nama negara atau apapun.

Adapun persatuan kita harusnya semakin didasarkan oleh kesadaran kolektif yang elegan san tak ada paksaan.

Kita masih mengalami banyak titik rawan oleh minimnya perasaan saling memiliki dan tatapan saya Jauh ke papua.

Kita akan sangat memerlukan pemimpin yang otentik yang akan merangkul kita dalam persatuan yang sejati bukan basabasi.

Karena itu pulalah kwalitas demokrasi kita harus makin subtantif tak hanya simbolik oleh pemilu yg melelahkan.

Kita perlu menghayati benar bahwa peradaban demokrasi kita masih rendah. Hak2 pribadi masih terkepung komunalisme.

Saya tutup sharing ini dengan satu harapan bahwa tahun depan bangsa ini akan kembali mengalami penyegaran.

Generasi muda dan yang sanggup berdiri tegak di atas kesadaran yang jernih harus memiliki semacam common imagination.

Tentang Waktu, tentang bumi dan tentang manusi Indonesia yang seutuhnya. Karena itulah tenaga peradaban Indonesia.

Yang akan kita songsong tak lama lagi...katulistiwa memijar isyarat...inilah waktu kita. Sekian.

Post a Comment

 
Top