GuidePedia

0

Oleh Ikhsan Setiawan
Makassar

Kemarin siang tiba-tiba telfonku berbunyi, ternyata itu telfon temanku; kader PKS. Dia mengajak saya untuk hadir dalam sebuah acara, yang kata dia Presiden Anis Matta akan hadir. Wah, sebagai orang yang suka membaca saya gemar membaca tulisan Anis Matta, jadi langsung saja tanpa banyak berpikir saya menerima ajakan teman saya itu.

Lokasi acaranya di CCC (lupa kepanjangannya, hehe…) Makassaar. Sewaktu saya tiba sekitar pukul empat sore, CCC sudah ramai. Sepertinya yang hadir ini orang-orang penting semua dengan jas khas PKS yang berwarna putih. Tapi ternyata tidak, banyak juga yang berpakaian biasa bahkan ada juga yang berpakaian preman dan perempuan tanpa jilbab. Pokoknya ramai deh!!

Ternyata judul dari acara ini “Pembekalan Caleg Sul-Sel” dan kata teman saya itu dirangkaikan dengan temu kader dan simpatisan. Saya tidak kebagian kursi, karena ruangan yang cukup luas itu ternyata tidak mampu menampung para hadirin yang diundang maupun tidak diundang, hehe… jadi saya ikhlas untuk berdiri. Tapi ada untungnya, dengan berdiri saya lebih leluasa ke sana- ke mari dan melihat apa saja yang mau saya lihat.

Acara berlangsung seperti biasanya. Dan saatnya Andi Rahmat naik ke podium dan memberikan arahan dan pembekalan. Saya tidak bergairah, karena yang kutunggu-tunggu; Anis Matta belum datang (namun kata teman Anis Matta sudah duduk di depan, hehe.. maklum tadi saya keluar sebentar). 

Tapi ternyata Andi Rahmat mencuri perhatianku ketika mengatakan “Saya Menantang Menteri Keuangan Berdebat Soal Kenaikan BBM”. Waduh, serius nih. Setahu saya PKS menolak kenaikan BBM ya, kata TV itu hanya pencitraan dan saya juga mengira hal yang sama. Tapi penjelasan Andi Rahmat ini memaksa saya untuk yakin bahwa PKS tidak sekadar menolak, tidak sekadar pencitraan. 

Ini kutipan penjelasan Andi Rahmat: "Tahun 2005 PKS mendukung kenaikan BBM karena pemerintah membawa proposal yg integral kepada kita, dan betul-betul menyelesaikan persoalan. Sekarang beda, pemerintah tidak membawa proposal yang integral kepada kita dan memang kenaikan harga BBM dan pemberian kompensasi kepada 150 juta rakyat bukan solusi dan selamanya begitu. Satu lubang ditutupi tapi tidak bisa menutupi lubang-lubang yang lainnya, —–tolong pers catat besar-besar ya saya menantang menteri keuangan berdebat soal kenaikan BBM".

Wah.. wah.. wah.. Andi Rahmat bicara layaknya profesor ekonomi, hehe… itu penilaian pribadi saya ya. Tapi apa jadinya kalau menteri keuangan berani menerima tantangan Andi Rahmat itu dan ditayangkan live diseluruh TV, biar kita tahu siapa yang mau menyelesaikan persoalan, siapa yang pencitraan. Karena kalau kata Andi Rahmat juga, PKS tidak perlu itu; pencitraan karena kita menang di pilkada besar JABAR dan SUMUT di saat badai ini datang.


*http://lifestyle.kompasiana.com

Sumber: PKS Piyungan

Post a Comment

 
Top