GuidePedia

0

Ketika butir-butir peluru menembus dadamu dan darah sucimu mengalir ke muara keabadian... 

Malaikat menerbangkan ruhmu ke arasy tanpa batas... 

Kau guratkan senyum di wajahmu yg sublim... 

Yang tak sepenuhnya dimengerti oleh orang-orang bebal... 

Yang hatinya terus diharu-biru pesona dunia... 

Langit pun bergetar kerinduan menyambutmu... 

Dan di atas sana berjuta Malaikat melintas, merendahkan sayap2nya yang putih berkilauan dalam khidmat kesunyian... 

Melantunkan zikir dalam desah keharuan tak terperi... 

Menabur aroma kesturi, harum surgawi... 

Sementara aku di sini hanya duduk termangu... 

Dalam pangkuan setan yang terus membuai angan-angan agar tetap merajut mimpi, meraih maghfirah dalam dengkurku yang biadab, justru di malam-malam yang nilainya seribu bulan... 

Maafkan aku syuhada... 

Kami terlalu naif untuk disebut sebagai muslim... 

Sejatinya senyummu sebuah pesan yang menusuk hatiku paling dalam... 

Sekali lagi maafkan aku yang terlalu bebal untuk menangkap pesanmu...


Ust. Abu Ridho





Post a Comment

 
Top