GuidePedia

0
KabarPKS.com - Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kembali mendesak Kementerian Hukum dan HAM yang dipimpin Menteri Amir Syamsuddin dan Wakil Menteri Denny Indrayana untuk segera membenahi lapas.

"Pembenahan ini tidak sekedar memecat atau mengganti kalapas yang kedapatan ada penyimpangan dalam unit kerjanya," kata anggota Komisi III dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Aboe Bakar Alhabsy, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 29/7).

Kementerian Hukum dan HAM, ungkap Aboe Bakar, harus memiliki desain makro untuk menyelesaikan perkara yang sudah kronis dan menyebar di berbagai Lapas tersebut. Sehingga perbaikan Lapas akan memiliki arah yang jelas dalam sebuah blue print.

"Tidak sekedar dengan melakukan sidak insidentil di tengah malam," tegas Aboe Bakar.

Desakan kembali yang disampaikan Aboe Bakar ini terkait dengan Kesaksian Rachel yang membuka buka borok penjara Bali di media-media Inggris.

Rachel Dougall, yang merupakan warga Inggris, mengatakan bahwa saat dihukum selama satu tahun penjara di Bali karena kasus penyelundupan kokain senilai Rp 25 miliar, ia benar-benar menderita. Saat di penjara, ia sering dipukul dan ditendang oleh tahanan yang lain. Rachel Dougall, yang mengaku dijebak oleh temannya dalam kasus ini, mengaku ia menderita kudis setelah ditahan bersama dengan tahanan pecandu narkoba, tahanan dengan HIV-positif, dan juga dengan lesbian yang agresif secara seksual.

Ia pun, yang menyebut penjara di Bali dengan Hotel K itu, mengungkap sikap mendua Indonesia yang memungkinkan tahanan narkoba ditembak mati oleh regu tembak. Namun di saat yang sama, peredaran sabu dan narkoba itu justru juga terjadi di dalam penjara.

Bahkan, katanya, sebagian besar tahanan itu nyabu setiap hari, dengan catatan asal punya uang untuk menyogok sipir. Dan bila punya uang juga, tahanan pria bisa menyewa dan mendatangkan pelacur ke dalam sel. 

[ysa/rmol/pks.or.id]

Post a Comment

 
Top