GuidePedia

12

KabarPKS.com - Jakarta - "Shalat Ied adalah ibadah, mohon tidak dicampuradukkan dengan politik, dan sebagainya. Semoga kita terhindar dari fitnah dan perpecahan. Amien." 

Begitu bagian akhir dari kultwit Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring dalam menjawab kabar mengenai dirinya menyerobot posisi imam dan khatib shalat Idul Fitri di Lapangan Banteng, Medan (Kamis, 8/8).

Tifatul menegaskan tidak ada penyerobotan seperti informasi yang beredar belakangan ini. Seharusnya pihak-pihak yang menuduh dia menyerobot lebih dahulu mengajaknya untuk bicara dan meminta penjelasan sebelum melemparkan tuduhan. 

"Posisi imam itu di satu pondok dengan khatib. Tidak benar sudah ada imam duduk disitu," katanya.


Dalam kultwitnya sesaat lalu, Tifatul menceritakan asal muasal ia menjadi khatib dan imam. Katanya, adalah Pemerintah Kota Medan yang mengundangnya. Undangan itu pun disampaikan secara tertulis. 

Saat tiba di Bandara Kualanamu, Tifatul bertanya pada staf Pemkot yang menyambutnya, apakah dia hanya menjadi khatib saja atau sekalian imam. Sang staf Pemda menjawab, kalau Tifatul siap sekalian jadi imam. Kalau tidak, Pemkot Medan akan menyiapkan imam lokal asal Medan. 

"Saat di lap. Pak Plt. Walikota dan Wakil Gubernur tanya: Pak Tif siap jadi imam? Saya jawab: boleh."


 Menjelang shalat, pihak Pemkot Medan pun menyampaikan pengumuman bahwa imam dan khatib shalat adalah Tifatul Sembiring. 

"Saat berdoa, beberapa jamaah menangis. Saya juga meneteskan air mata. Momen Idul Fitri kerap mengharukan. Tidak ada jamaah yang bilang kecewa," masih kata Tifatul.

Dia juga menyarankan agar pihak-pihak yang tidak puas memperhatikan hadis-hadis yang menyatakan bahwa imam dan khatib sebaiknya satu orang.

"Silakan lihat di Saudi, di Mesir, di Pakistan dan lain-lain, imam dan khatib satu orang. Hanya di Indonesia sering beda orang," demikian penjelasan Tifatul. (rmol)

Post a Comment

  1. Kalo Di Indonesia biar bagi2 Rejeki Om... :-O

    ReplyDelete
  2. subhanalloh,memang berat hidup di lingkungan yg penuh prasangka.tetetap istiqomah ya ustadz

    ReplyDelete
  3. ini sudah benar...... kok diributin......
    SBY tuh... sekali sekali jadi Imam Sholat I'ed..... secara SBY kan Presiden..... " SBY Bisa Ga yach??????? "

    ReplyDelete
  4. fitnah lebih kejam dari pada pembunuhan,.
    partai kita saat ini sedang di terpai badai fitnah.
    di media hanya opini lalu masyarakat awam menerjemahkan fakta dan menyebar lalu di tambah"hi akhirnya jadi fitnah,, tetap istiqomah bang.

    ReplyDelete
  5. yup emang ada hadistnya
    maklum kebanyakan yg pengen dapet jatah...

    ReplyDelete
  6. fitnah tidak lagi menjadi dosa yang besar bagi umat sekarang
    astaghfirulloh
    semoga yang memfitnah di tujukan jalan yang lurus dan cepat di panggil allah.
    amiin

    ReplyDelete
  7. Saya sudah menduga info ini pasti fitnahan belaka. Ngga mungkinlah seorang menteri yang punya kapasitas (Khatib dan Imam) tidak diminta panitia untuk melaksanakan hal itu. Tentu ada kebahagiaan tersendiri bagi panitia bahwa mereka berhasil meminta kesediaan sang Menteri jadi imam dan sekaligus khatib. Sungguhpun demikian panitia harus merelat dan minta maaf pada imam yang sudah ditunjuk serta tetap memberikan haqnya,seandainya ada sedikit uang BBM untuk imamnya. Masalah Imam dan khatib beda orang di Indonesia, itu karena acap kali sang khatib tidak faseh atau bacaannya kurang bagus bila jadi imam. Wallahu a'alm

    ReplyDelete
  8. Gak masuk akal banget bang Tifatul jadi Imam sekaligus Khatib kalo bukan atas permintaan panitia.

    ReplyDelete
  9. @menu nikmat: apa hubungannya sama sby..? hehe..jaka sembung kurang jago......

    ReplyDelete
  10. Apaaa ? Sebelum pak tifatul tiba di Lap tidak ada imam yg duduk saff imam ? perbaiki dulu lisan itu jangan berdusta !!!

    ReplyDelete
  11. ulama akhir zaman...banyak bohongnya...........?

    ReplyDelete

 
Top