GuidePedia

0



KabarPKS.com - Jakarta - Wakil Ketua Komisi III DPR dari Fraksi PKS Almuzzammil Yusuf menyayangkan isi pidato kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 16 Agustus 2013, yang menjadikan isu narkoba di bawah bahaya korupsi dan terorisme.
Padahal kerugian jiwa dan ekonomi akibat narkoba melebihi korban terorisme dan korupsi.
Menurut Almuzzammil, dalam pidato kenegaraan yang dilaksanakan di Gedung DPR, Jakarta, Sabtu (17/8), ia memandang Presiden SBY menomortigakan bahaya narkoba di bawah bahaya korupsi dan terorisme.
Padahal, menurut BNN, kerugian negara akibat penyalahgunaan narkoba mencapai Rp 57 triliun. Angka ini melebihi nilai yang dikorupsi para koruptor tahun ini.
"Sedangkan dari jumlah korban jiwa yang meninggal dunia akibat narkoba melebihi jumlah korban meninggal dunia akibat tindak kejahatan terorisme," jelas Almuzzammil di Jakarta, Minggu (18/8)
Laporan BNN per April 2013 menyebutkan 4 juta orang merupakan korban penyalahgunaan narkoba. Dari jumlah tersebut, dengan keterbatasan fasilitas dan anggaran dana negara, hanya 18.000 korban narkoba yang dapat direhabilitasi. Akibatnya sekitar 40 orang setiap bulannya meninggal dunia sia-sia akibat narkoba.
Dengan data di atas, menurut dia, seharusnya Presiden SBY minimal menyejajarkan tindak pidana narkoba dengan korupsi dan terorisme. Dan Presiden SBY seharusnya bisa menyatakan dirinya memimpin langsung pemberantasan narkoba di semua sektor secara massif.
"Jika bahaya ini tidak diantisipasi secara serius, ke depan akan menjadi ancaman serius bagi generasi penerus bangsa," tukasnya.
Bahkan ironisnya lagi, kata Muzzammil, saat ini Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) malah menjadi sarang para narapidana narkoba menjalankan bisnisnya. Hal ini berbeda dengan para narapidana korupsi dan terorisme yang jarang menjalankan operasinya di penjara.
“Fisik mereka terpenjara namun bisnis narkoba mereka kendalikan seperti remote kontrol di balik jeruji besi. Dimana peran Kemenkumham selama ini?” Kata dia.

Menurut politisi PKS itu, sebagai sokoguru ASEAN, semestinya tahun ini Presiden SBY mencanangkan gerakan Indonesia bebas narkoba sehingga ASEAN Bebas Narkoba Tahun 2015 bisa terwujud. (beritasatu/pks.or.id)

Post a Comment

 
Top