GuidePedia

0
KabarPKS.com - Jakarta - Produksi kedelai nasional terus mengalami penurunan tiap tahunnya. Bahkan, pemerintah harus melakukan impor kedelai guna memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Harga kedelai impor saat ini tercatat sangat tinggi di mana mencapai Rp 9.000 per kilogram. Ini dikarenakan adanya pelemahan Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD).
Harga tersebut lebih tinggi dari Harga Pokok Produksi (HPP) yang dipatok Kementerian Perdagangan sebesar Rp 7.450 per Kg.
Menteri Pertanian Suswono mengatakan saat ini lahan pertanian untuk kedelai selalu mengalami penurunan karena petani banyak yang beralih ke padi. Dia mengungkapkan bahwa saat ini lahan kedelai mengalami penurunan menjadi 700.000 hektar dari 1,5 juta hektar.
"Kenapa petani tidak tertarik, karena harga, harga impor tempo hari sebelum ada penetapan Rp 7.000 oleh Bulog siap membeli, kan hanya Rp 4.500 produk dari impor, ini tidak menarik bagi petani. Itulah menjadikan luas lahan kedelai menurun terus," ujar dia yang ditemui di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Selasa (27/8).
Suswono menegaskan apabila ingin swasembada kedelai maka lahan pertanian untuk kedelai harus ditambah sebesar 500.000 hektar. Namun, untuk pencarian lahan baru tersebut merupakan tanggung jawab Badan Pertanahan Nasional (BPN) serta Kementerian Kehutanan yang mempunyai masih mempunyai lahan baru.
"Ini kan tantangannya untuk mencari lahan baru bukan hal yang mudah tapi inti utamanya pemicunya di harga. Kalau insentif harga menarik buat petani, mereka enggak perlu disuruh-suruh pasti menanam," pungkas dia. (mrd)

Post a Comment

 
Top