GuidePedia

0
KabarPKS.com - Jakarta - Anggota Komisi III DPR yang membidangi hukum Fahri Hamzah menilai Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin dan Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana tidak bisa bekerja. Sebab, persoalan lembaga permasyarakatan (LP) masih terus terjadi.

Selain Amir dan Denny, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga sebagai penyebab buruknya manajemen LP. Kata Fahri, pemerintah tidak begitu paham maksud dan tujuan dari LP itu sendiri. Mereka tidak bisa membenahi LP sebagai tempat pembinaan para narapidana.

"Makanya mereka (SBY, Amir dan Denny) enggak bisa ketemu solusi, sebab mereka salah jalan alias nyasar," kata Fahri, hari ini.

Menurutnya, proplem pemasyarakatan harus dipandang secara makro, baik filosofi dan sejarahnya. Sebab, menurutnya, kata pemasyarakatan itu maknanya pengembalian ke masyarakat

"Kalau direduksi menjadi alat kampanye ikut menghukum koruptor atau teroris maka secara filosofis itu dah beda," tegas politikus PKS itu.

Penegasan Fahri itu menanggapi berkaitan dengan seorang warga Inggris, Rachel Dougall, yang membuka bobrok penjara di LP Kerobokan, Bali, pada 27 Juli lalu dan ditulis di berbagai media Inggris. Salah satunya ditulis Herald Sun, (28/7/2013). Dougall bebas pada Mei 2013 setelah dipenjara dalam kasus penyelundupan kokain senilai 1,6 juta pound sterling atau sekitar Rp25 miliar.

Penjara Kerobokan disebut Dougall dalam kisahnya sebagai "hotel K". Dia sering menerima pukulan dan tendangan dari sesama tahanan lain di LP Kerobokan. Ibu satu anak ini sering harus menutup mukanya untuk melindungi dari siksaan. Dia tidur beralasan tikar tipis.

Dougall mengungkapkan bahwa dia mengalami stres dan depresi berat setelah dikurung bersama dengan pecandu narkoba, tahanan dengan HIV-positif, dan juga dengan lesbian yang agresif secara seksual. Dia juga menderita sakit kulit dan radang paru dan sempat dirawat di rumah sakit, karena fasilitas kesehatan di Kerobokan sangat buruk.

Dougall juga bilang bahwa Indonesia sangat munafik dengan tindakan menembak mati beberapa tahanan narkotik, namun membolehkan sabu-sabu dan kokain digunakan bebas di penjara dengan perlindungan petugas penjara.

Menurut dia, hidup di LP Kerobokan sangat mengerikan dan hidupnya telah hancur. Semula dia mengagungkan Bali. "Namun karena kasus ini, aku tidak akan pernah menginjakkan kaki di sana lagi."

Berita mengenai buruknya pengelolaan LP sering muncul ke permukaan. Di antaranya, berita LP Tanjung Gusta yang dibakar napi lantaran buruknya manajemen. Pekan kemarin publik juga dihebohkan dengan pengakuan Vanny Rosyane soal LP Cipinang.

Vanny yang juga dikenal sebagai model majalah pria dewasa ini mengaku dirinya leluasa berkunjung ke LP tersebut. Tidak sekadar itu, ia juga kerap melakukan aktivitas nyabu dan berduaan di ruangan yang menurut dia milik Kalapas itu. Jauh sebelum ini berita sidak Denny di sebuah LP dan menampar petugas LP juga bikin heboh publik.


(inilah/waspada)

Post a Comment

 
Top