GuidePedia

0


KabarPKS.com - Kuala Lumpur - Persoalan keterbatasan lahan,  pengairan (irigasi), energi, dan pertambahan penduduk  menyebabkan menjadi tantangan tersediri bagi produksi pangan dunia, termasuk ASEAN. Dengan kondisi itu negara-negara ASEAN dituntut bertindak efesien agar dapat mememenuhi kebutuhan pangan dalam negeri, maupun kawasan meskipun dalam keterbatasan.
Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pertanian RI Suswono yang juga kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam pertemuan ASEAN Ministers of  Agriculture and Forestery (AMAF), Kamis (26/9) di Kuala Lumpur, Malaysia, dalam siaran pers yang diterima suaramerdeka.com.
Berkenaan dengan itu, Mentan Suswono mendorong agar pertemuan Senior Official Meeting (SOM) AMAF menrekomendasikan penyebar luas sumber daya, keahlian, dan keterampilan teknis yang dimilikinya untuk merespon berbagai tantangan yang ada dalam rangka ASEAN Community 2015.
Mentan Suswono menilai positif prestasi yang telah dicapai AMAF, utamanya dalam hal penguatan sejumlah pilar ketahanan pangan, seperti distribusi, cadangan pangan, pengembangan sistem informasi dan teknologi untuk merespon isu perubahan iklim, nutrisi, dan keamanan pangan.
Kepada para menteri pertanian dan kehutanan ASEAN, Mentan Suswono menyampaikan pentingnya diversifikasi  pangan. Indonesia juga mendukung sepenuhnya peningkatan program inisiatif berbasis pemberdayaan  komunitas, utamanya di daerah terpencil dan kekurangan pangan.
Dalam kaitanya dengan kerangka ketahanan pangan ASEAN, Indonesia berharap program-program tersebut dapat diakomodasi  sebagai target baru dalam fase kedua  dari  strategi aksi untuk keamanan pangan (Strategic of Action on Food Security).

"Program yang sama sudah diimplementasikan di Indonesia melalui pengembangan kawasan rumah pangan lestari, diversifikasi pangan, dan desa pangan mandiri," kata Mentan Suswono. (suaramerdeka/pks.or.id)

Post a Comment

 
Top