GuidePedia

0
KabarPKS.com - JAKARTA - Bila memang Perdana Menteri Australia terpilih Tony Abbott akan datang ke Indonesia sebagai kunjungan luar negeri pertamanya, maka Indonesia harus menanggapinya secara proporsional. Artinya, Abbot diterima sebagaimana Indonesia menerima tamu dari negara lian.

Demikian disampaikan kata Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Aboe Bakar Al Habsy, kepada wartawan, hari ini. "Meskipun janji kampanye yang disampaikan Abbott membuat telinga kita panas, namun kita kan belum tahu apa yang akan dia sampaikan saat ketemu dengan Presiden SBY. Yang lebih penting adalah bagaimana sikap Presiden dengan Abbott nantinya, apa respon yang akan diberikan dengan rencana kebijakannya yang keras," kata Aboe bakar.


Aboe Bakar menilai janji kampanye Abbott yang akan mengerahkan militer untuk mengusir pencari suaka kembali ke Indonesia, membeli perahu-perahu nelayan Indonesia di pantai selatan serta mengiiming imingi mereka dengan sejumlah uang untuk informasi tentang pencari suaka pasti akan berpotensi merenggangkan hubungan dengan Indonesia.

Karena itu Presiden SBY perlu menyampaikan rasa kurang nyamannya dengan materi kampanye tersebut.

"Karena hal ini akan mendorong masyarakat untuk jadi informan atau mata-mata asing, yang dampaknya dapat menyebabkan konflik sosial di pesisir. Sikap tegas dalam diplomasi  Pak SBY dalam menghadapi PM Australia ini akan ditunggu, disini pula publik akan mengukur seberapa kadar nasionalisme yang beliau miliki," demikian Aboe Bakar.

Dikabarkan, Perdana Menteri (PM) Australia terpilih, Tony Abbott bakal mengunjungi Indonesia pada akhir bulan ini. Tony memenuhi undangan Presiden SBY yang mengucapkan selamat saat Tony dinyatakan menang di Pemilu Federal Australia.

"Rencananya kalau tidak ada perubahan tanggal 30 (September)," ujar Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, di Kantor Presiden, Jakarta, hari ini.

Menurut Marty, Abbott akan datang ke Jakarta sebelum penyelenggaraan KTT APEC 8-9 Oktober mendatang di Bali. Selain, Abbott, juga akan datang Presiden China Xi Jinping.

"Ya. Jadi sebelum APEC rencananya ada 2 kepala negara/pemerintahan yang datang. Pertama Australia tentative tanggal 30, kemudian presiden Tiongkok (China) Xi Jinping kurang lebih tanggal 23 September," ujar Marty.
(dat03/rmol/merdeka)

Post a Comment

 
Top