GuidePedia

0

Cilangkap, PKSDepok - Keseriusan Walikota Depok menanggulangi permasalahan sampah dengan melibatkan langsung masyarakat tampaknya menjadi sentuhan motivasi tersendiri bagi warga khususnya para kader PKS di Kota Depok.

Rina Nopita Herliani adalah salah satunya. Perempuan yang juga sering diundang menjadi pembicara parenting ini berpendapat sudah seharusnya sebagai warga turut berperan aktif melakukan pengolahan sampah secara mandiri.

Menurutnya adalah sebuah anugerah dari Tuhan ketika Kota Depok saat ini mempunyai seorang walikota yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Program penanggulangan sampah berbasis pemberdayaan masyarakat yang digulirkan oleh Nur Mahmudi Ismail merupakan program yang visioner. "ini program perlu didukung, memang sudah tidak seharusnya kita sebagai warga menyerahkan permasalahan sampah sepenuhnya pada truk-truk angkutan sampah Kota Depok", kata Rina.

"Bayangkan jika semua masyarakat menyerahkan seluruh permasalahan sampah pada pemerintah kota, tentu ke depannya akan sulit mewujudkan Kota Depok sebagai kota yang bersih", tutur ibu yang pernah menjadi staff ahli (alm) Ustz. Hj. Yoyoh Yusroh di Fraksi PKS DPR RI ini. "mau sampai kapan kota ini tanpa Adipura " tambah Rina sambil tersenyum.

Melihatnya saat melakukan sosialisasi bank sampah pada Rabu (16/10) di RT. 03 dan 04 RW. 09 Griya Telaga Permai Cilangkap Depok, ibu 4 orang anak yang mendapatkan dukungan penuh dari Hendri, M.Pd suaminya ini datang dengan membawa 2 orang anaknya. Satu anak dalam dekapannya dan satu anak menggandeng tangannya. Tampaknya kelahiran buah hati ke-4 nya beberapa bulan lalu dan ketiadaan asisten rumah tangga tidak menghalanginya memenuhi tanggung-jawabnya sebagai penyuluh lingkungan.

Tiba saatnya ketika berada di hadapan ibu-ibu yang hadir, seperti telah disetel secara otomatis, dengan sang anak duduk di hadapannya, Rina secara sistematis menjelaskan manfaat dalam melakukan pengolahan sampah secara mandiri. Mulai dari bagaimana melakukan pemisahan sampah, jenis-jenis sampah apa saja yang dapat ditukar dengan uang sampai dengan manfaat dan kebaikan dari bank sampah itu sendiri.

Ditengah-tengah Rina menjelaskan tampak seorang ibu menanyakan tentang proses pengangkutan sampah yang telah dikumpulkan, tampaknya ibu itu khawatir jika terjadi penumpukan sampah, kemudian dengan lugas Rina menjelaskan bagaimana sistem pengangkutan dari bank sampah hingga kelegaan pun tampak di wajah ibu penanya tersebut.

Jelang usai acara, warga akhirnya menyepakati pembuatan bank sampah di wilayahnya, sedangkan pembentukan pengurus akan dilakukan dalam waktu dekat. (mpu)

Post a Comment

 
Top