GuidePedia

0


PEKANBARU - Untuk menjamin makanan halal bagi umat Islam khususnya yang ada di Pekanbaru, anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru meminta agar pemerintah kota (pemko) mewajibkan kepada pemilik usaha rumah makan dan restoran agar memasang label halal atau non muslim. Agar konsumen Pekanbaru yang mayoritas Islam terjamin kehalalannya.
"Seharusnya memang harus ada label halal di setiap rumah makan. Kalau memamg tidak ada, maka mereka juga wajib memasang label non muslim. Agar pembeli juga tahu mana yang boleh dan tidak bagi mereka," jelas Anggota DPRD Kota Pekanbaru Muhammad Fadri AR yang juga Sekretaris Partai Keadilan Sejahtara (PKS) Kota Pekanbaru kepada riauterkinicom, Selasa (2/10/2013).
Diakui Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, untuk menerapkan aturan tersebut perlu diperkuat oleh peraturan atau undang-undang. Paling kecil menurutnya adalah dengan dikeluarkanya peraturan daerah (Perda) atau peraturan walikota (Perwako).
Namun, jelas Fadri, sebelum dikeluarkanya Perda dapat dikeluarkan dahulu Perwako sebagai dasar kewajiban rumah makan dan restoran memasang label halal maupun non muslim. Untuk sangsinya dapat diberlakukan dengan tidak memperpanjang izin usahanya.
"Jadi tidak ada alasan lagi bagi rumah makan atau restoran untuk memberi label halal maupun non muslim itu," jelasnya.

Ia juga menambahkan, label halal dan non muslim juga harus diwajibkan kepada hotel. Karena setiap hotel dipastikan memiliki restoran dan menyajikan berbagai masakan bagi para tamunya. (riauterkini)

Post a Comment

 
Top