GuidePedia

0


Jakarta – Polemik terkait kerjasama antara KPU dan Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) sebaiknya diakhiri. Demikian Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PKS Jazuli Juwaini, di Senayan Jakarta Rabu (2/10).
Jazuli mengatakan, KPU sebaiknya menghindari mengeluarkan langkah kebijakan yang dipersepsi luas akan mengganggu independensinya sebaga penyelenggara pemilu. Dalam hal ini KPU harus sensitif terhadap persepsi publik atas independensinya karena hanya itu yang dilihat dari KPU untuk menyelenggarakan pemilu yang luber jurdil.
“Pertaruhannya terlalu besar jika KPU sudah dipersepsi tidak independen meskipun pada kenyataannya mereka tetap independen,” kata Ketua DPP PKS ini.
Jazuli menyarankan agar polemik tidak berlanjut dan persepsi independensi KPU juga tetap terjaga jelang pemilu ini maka sebaiknya kerjasama dihentikan saja
“Saya kira lebih baik KPU menghentikan kerjasama dengan Lembaga Sandi Negara,” sarannya.
Bukan berarti, lanjut Jazuli Lemsaneg tidak berintegritas professional, tapi kedudukannya sebagai lembaga yang bertanggung jawab langsung pada presiden, cara kerjanya yang memang tertutup (silent) sehingga tidak bisa diukur bagaimana akuntabilitas kerjasama tersebut, “Serta batas-batas kewenangan kerjasama yang dikhawatirkan mencampuri dan mengurangi tugas dan kewenangan KPU, tentu menimbulkan tanya dan curiga,” simpulnya.
Politisi PKS asal Banten III ini menyatakan, adalah wajar muncul persepsi luas yang meragukan independensi KPU nantinya dalam menyelenggarakan pemilu jika kerjasama dilanjutkan, apalagi tanpa publik mengetahui format dan model kerjasama dengan Lemsaneg. 

“Saya kira ini bentuk harapan publik agar pemilu 2014 benar-benar berkualitas dan diselenggarakan oleh KPU yang independen. Tentu KPU harus menangkap semangat itu. Jadi tidak perlu diperpanjang polemiknya,” pungkas Jazuli. 

Post a Comment

 
Top