GuidePedia

0


Bandung - Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri mencanangkan Praktek Mandiri Pekerja Sosial (PMPS) di Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung, Rabu (23/10).
Pencanangan ini merupakan penguatan dan pemberian kesempatan kepada para Pekerja Sosial agar berpraktek secara terbuka seperti profesi lain.
"Pencanangan PMPS ini merupakan sejarah pekerja sosial yang memasuki usia ke 65 tahun sekaligus pilot projek pertama di Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial Bandung," kata Salim.
Menurut Mensos Salim, pekerja sosial yang akan melaksanakan praktek adalah pekerja sosial yang telah lulus uji kompetensi pekerja sosial generalis dan mempunyai Izin Praktek Pekerja Sosial yang diberikan oleh Menteri Sosial.
Praktek akan dilakukan secara bersama antara dosen-dosen Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial, Pusat Dukungan Anak dan Keluarga, Save the Children dan Yayasan Kesuma, Bandung.
"Penggunaan ruang praktek di STKS Bandung tidak dimaksudkan mempersempit area praktek para pekerja sosial. Seperti kita ketahui bersama, seorang pekerja sosial haruslah seseorang yang bekerja. Mereka harus sangat dinamis dan siap pergi kemana pun sesuai dengan kebutuhan klien," ungkapnya.
Mensos berharap, praktek pekerja sosial akan mensejajarkan profesi pekerjaan sosial dengan profesi lainnya yang telah lama membuka praktek mandiri untuk masyarakat umum seperti dokter, psikolog, akuntan dan lainnya.
"Saya yakin, apabila praktek pekerja sosial dapat dikemas dengan baik dan memuaskan masyarakat maka akan sangat membantu penanganan permasalahan kesejahteraan sosial," katanya.
Misalnya masalah pengasuhan dan perlindungan anak merupakan permasalahan sosial yang berpopulasi tinggi dan dialami oleh berbagai kalangan masyarakat. Demikian pula layanan ‘day care’ bagi lanjut usia dan korban NAPZA juga sangat dibutuhkan oleh masyarakat terutama di kota besar di Indonesia.
Selain itu, kata Mensos, Pelaksanaan Praktek Pekerja Sosial merupakan upaya yang sangat strategis bagi Pengembangan Profesi Pekerjaan Sosial, karena dengan ditetapkannya ‘Ijin Praktek Pekerja Sosial’ maka kewenangan pekerja sosial untuk melaksanakan praktek pekerjaan sosial secara profesional telah diakui oleh negara.
Penerapan praktek ini juga akan mendorong “Link and Match” antara dunia perguruan tinggi dengan dunia kerja, dimana konsep pekerjaan sosial yang diajarkan di perguruan tinggi harus makin lebih aplikatif dalam penerapannya di masyarakat. Pada sisi lain, praktek mandiri ini juga akan menghasilkan “best practice” yang kembali akan memberikan input guna penyempurnaan kurikulum.
"Secara legal, praktek akan memberikan sumbangan besar bagi penyusunan dan pembahasan RUU Praktik Pekerjaan Sosial yang saat ini sedang berproses," ujarnya.

Mensos menambahkan, sertifikat kompetensi yang telah diterbitkan mulai November 2012 sampai dengan Oktober 2013 ini adalah sebanyak 121 sertifikat kompetensi Pekerja Sosial Generalis. "Seluruh pekerja sosial yang telah mendapatkan sertifikasi tersebut boleh mengajukan izin ke Kementerian Sosial untuk melaksanakan praktek mandiri,” pungkasnya. (infopublik)

Post a Comment

 
Top