GuidePedia

0


MEDAN – Seribu anak  mengikuti Gebyar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang dilaksanakan oleh Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) PGRI di Gedung Serbaguna, Medan, Senin (30/9).
Pada kesempatan tersebut Gubernur Sumatera Utara H Gatot Pujo Nugroho, ST, Msi menerangkan Pemprov Sumut  akan memulai program Satu Desa Satu PAUD (One Village One PAUD) mulai 2014. Diharapkan dengan program ini, anak-anak usia 2-5 tahun di seluruh Sumatera Utara bisa memperoleh pendidikan usia dini yang terjangkau dan berkualitas.
Gubernur Sumatera Utara yang diwakili Kepala Seksi PAUD Dinas Pendidikan Sumatera Utara Drs Hendri Siregar MPd,  menjelaskan Program Satu Desa Satu PAUD ini akan segera dilaksanakan, untuk mendukung lahirnya generasi-generasi emas Indonesia.
Pendidikan Anak Usia Dini harus terus digiatkan, karena anak-anak merupakan generasi penerus yang harus terus dibina melalui pendidikan yang benar. Tidak hanya untuk unggul secara akademik tapi juga jadi generasi berkarakter yang mampu berkiprah di masa depan.
“Anak-anak yang saat ini duduk di PAUD berusia 2-5 tahun, maka pada 2045 mereka akan menjadi generasi-generasi penting bagi Indonesia.Dengan masa hanya 23 tahun saja, maka diperlukan perhatian semua pihak untuk menyiapkan generasi yang berkarakter kuat dan unggul secara akademis,” kata Gubsu dalam pidato tertulisnya.
Gebyar PAUD 2013 ini sendiri dibuka secara resmi oleh Gubernur Sumatera Utara diwakili Kepala Seksi PAUD Dinas Pendidikan Sumatera Utara Drs Hendri Siregar MPd, dengan disaksikan   Kapolda Sumut  diwakili Kepala SPN Kombes Untung  Sudarto, Bunda PAUD Sumatera Utara Sutias Handayani, Bunda PAUD Kabupaten Kota, Dairi, Humbahas, Simalungun serta ratusan anak-anak PAUD dari seluruh Sumatera Utara.
Hadirnya PAUD di tengah-tengah masyarakat memang harus didukung dan mendapat perhatian. Apalagi pada 2014 mendatang pemerintah akan mencanangkan program one village one PAUD. Diharapkan dengan program ini, pada 2018 tidak  ada lagi desa-desa di Sumatera Utara yang tidak memiliki PAUD. Sehingga Sumut bisa meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD dari 33 persen menjadi mencapai target APK PAUD nasional yang minimal 55 persen.
Sementara itu Bunda PAUD Sumatera Utara  Sutias Handayani  mendukung sepenuhnya pengembangan lembaga-lembaga  PAUD di seluruh Sumatera Utara. Sebab pendidikan anak usia dini yang berkualitas dan terjangkau sangat penting bagi tumbuh kembang generasi penerus Indonesia.
“Anak-anak usia dini adalah anak-anak usia emas. Mereka seperti lembaran kertas yang putih polos, sehingga orangtua dan peran guru PAUD sangat menentukan bagaimana karakter anak-anak ini ke depan,”kata Sutias yang berharap dalam pendidikan PAUD tetap mengutamakan keceriaan dan bermain bagi anak didik.
Ketua Panitia Gebyar PAUD yang juga ketua IGTKI PGRI Provinsi Sumatera Utara, Dra Erna Kusnita, M.Pdi menerangkan Gebyar PAUD 2013 diikuti Gebyar PAUD diikuti 1.000 anak-anak usia dini dengan rincian sebanyak 700 anak dari IGTKI, 200 anak dari HIMPAUDI, dan 100 mitra IGTKI dari seluruh Sumatera Utara. Dalam Gebyar PAUD ini  seluruh peserta Gebyar PAUD menampilan antraksi Senam Irama Ceria II. Selain menampilkan berbagai lomba, Gebyar PAUD ini juga diserahkan trophy untuk Juara Apresiasi Bunda PAUD, Juara Gugus PAUD dan Juara Lembaga PAUD Berprestasi.

Erna menambahkan, Gebyar PAUD merupakan satu dari 3 program unggulan yang telah mereka siapkan sepanjang 2013.  Selain Gebyar PAUD, mereka juga menggelar Lomba PAUD berprestasi, serta program meningkatkan kapasitas guru-guru IGTKI di Sumatera Utara.

Post a Comment

 
Top