GuidePedia

0


BANDUNG - Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar beserta Nyonya Giselawati Wiranegara menengok Ginan Septian Nugraha bayi kembar siam parasit yang telah menjalani operasi pemisahan kaki yang menempel pada lidahnya di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Minggu sore (29/9).
"Alhamdulillah Ginan telah selesai menjalani operasi dan saya liat kondisinya baik tinggal perawatan pemulihan," ujar Deddy Mizwar menjelaskan setelah melihat kondisi bayi di ruang NICU didampingi kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dr. Alma Lucyati, Dirut RSHS dr. Bayu Wahyudi, dr.Ruddy Kadarsyah.
Deddy mengatakan, ketika ditengok, kelihatannya bayi bisa diajak komunikasi, "ketika saya panggil namanya, dia melek dan ada sedikit air menetes keluar dari matanya, hanya rahangnya masih terbuka," tutur Deddy.
Menurut Wagub, Pemprov Jabar bekerjasama dengan RSHS akan membantu secara optimal, di-cover dengan Jamkesda, "karena ada limit, nanti akan diupayakan jangan menyulitkan orang tuanya dan ditanggung bersama oleh pemerintah," paparnya.
Deddy yang sempat bertemu dengan orang tua bayi menyampaikan keprihatinan dan berpesan agar tawakal menerima cobaan ini.
Hal yang terpenting lainnya menurut Deddy adalah membantu usaha orang tuanya,untuk kelanjutan mengembangkan usahanya yang sekarang dia jalani, "kedepannya mereka harus terus memperhatikan kesehatan dan gizi bayi Ginan," pesannya.
Sementara itu Dirut RSHS Bayu Wahyudi menjelaskan perkembangan kondisi Ginan menggembirakan, "hasil bedah pelastik pemeriksaan dr. Hadisiswo keadaan otot baik hanya rahangnya terbuka karena kebiasaan tersumbat dari dalam rahim jadi belum terbiasa menutup," paparnya.
Hasil konsultasi dari bedah mulut, setelah dioperasi ada celah lubang waktu dia lahir, "nanti diperlukan operasi dan dilakukan rekontruksi tapi tidak terlalu urgent segera dilakukan sekarang, jadi bisa dilakukan jika sudah besar usia 6 bulan atau 1 tahun, berat badan 10 kg." kata dr. Bayu.
Lebih lanjut Dr. Bayu mengatakan bahwa saat ini bayi tersebut baru berusia dibawah 28 hari dan masih neonatus, dengan kondisi mulut terbuka maka harus mendapatkan perawatan khusus, "karena dikhawatirkan terinfeksi jadi harus terjaga sehingga tetap dirawat di NICU," katanya.

Dia juga berharap semuanya berfungsi baik dan normal kembali, "mengenai pemberian makanan sebaiknya diberikan Asi namun sekarang karena ibunya di desa dan kondisinya belum pulih maka diberikan makan terbaik berupa eksta puding cair dengan gizi lengkap melalui sonde," pungkas dr.Bayu.

Post a Comment

 
Top