GuidePedia

0


KabarPKS.com - Sibuhuan - Gubernur Sumatera Utara H Gatot Pujo Nugroho ST MSi mengajak seluruh masyarakat untuk gemar membaca. Karena gemar membaca merupakan bagian dari upaya terus menerus untuk membebaskan masyarakat dari buta aksara. Ajakan ini diungkapkan Gubsu saat penutupan Peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) ke-48 tingkat Provinsi Sumatera Utara tahun 2013 yang di selenggarakan di Lapangan MAN 1 Sibuhuan,Kabupaten Padang Lawas, Jumat (1/11).
Gubernur yang juga kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengatakan peringatan hari aksara internasional yang dilaksanakan setiap tahun merupakan pengingat dan pendorong semua pihak untuk bersama-sama membebaskan masyarakat dari buta aksara. Peringatan Hari Aksara setiap tahunnya juga menjadi moment untuk refleksi dan mengevaluasi sudah seberapa efektif dan maksimal gerakan pemberantasan buta aksara di tengah masyarakat. Sumatera Utara sendiri terus berupaya menurunkan persentase penduduk buta aksara usia 15 tahun ke atas hingga di bawah 5 persen, sebuah ambang batas yang sudah dicapai sejak tahun 2009 yang lalu.
Gubsu menjelaskan, mengenal dan menguasai aksara merupakan syarat penting untuk mewujudkan seluruh anggota masyarakat menjadi manusia-manusia pembelajar. Dengan melek aksara, bisa membaca dan menulis maka setiap warga negara punya kesempatan lebih luas untuk mengembangkan kemampuan individunya.

"Ayo terus budayakan membaca di semua usia, dengan motivasi ingin membaca maka gerakan memberantas buta aksara bisa lebih cepat tercapai. Dan ini tentunya positif untuk mendorong pelaksanaan program-program pembangunan lainnya," tegas Gubsu di depan ribuan masyarakat Sibuhuan.

Dengan gemar membaca, menurut Gubsu masyarakat akan termotivasi menguasai aksara dan pada tahap selajutnya tumbuh kemampuan multiaksara yang berkembang menjadi kemampuan untuk mencari, memperoleh, mengusai dan mengelola segala bentuk informasi.  Kemampuan ini pada abad ke 21 sangat diperlukan, dimana seseorang secara kritis dan berakhlak mampu membaca sekaligus menilai teks dan konteks secara mandiri dalam nuansa belajar sepanjang hayat.

Pada kesempatan tersebut, Gubsu menyempatkan berdialog dengan para manula yang telah berhasil mengikuti program-program pelatihan mengenal aksara dan menulis. Gubsu tampak memberi semangat kepada mereka untuk tak surut membaca apa saja. " Tetap semangat membaca bapak-bapak dan ibu-ibu. Jangan malu terus menuntut ilmu," ujar Gubsu sambil mendengarkan beberapa manula menunjukkan kemahiran membaca mereka.

Hari Aksara Internasional  mulai digaungkan sejak 48 tahun silam, karena didorong fakta tingginya penduduk dunia yang buta baca tulis hingga 40 persen. Dalam kongres menteri-meteri pendidikan se-Dunia di Taheran lalu tercetuslah resolusi untuk bersama-sama mencerdaskan masyarakat dunia lewat gerakan pemberantasan buta aksara.

Pada kegiatan ini, Gubsu juga mengapresiasi Bupati Padang Lawas yang menerima piagam penghargaan Anugerah Pratama dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada puncak hari aksara tingkat nasional 11 Oktober 2013 di Jakarta.

Sementara Itu Bupati Palas, Ali Sutan Harahap menyampaikan program wajib belajar dan pengetasan buta aksara di  Kabupaten Palas merupakan bentuk kongkrit menyahuti program pemerintah pusat.

"Pencanangan bebas buta aksara yang fokus kepada usia dewasa 15 tahun di kabupaten Palas dapat dilhat dari jumlah penyandang buta aksara di kabupaten Palas dari tahun ketahun," ujarya.

Sesuai data badan statistik, lanjut Ali Sutan bahwa pada  tahun 2008 penyadang buta aksara di kabupaten mereka mencapai  8.716 orang dan pada tahun 2009 turun menjadi 6.711 orang. Capaian ini terus digiatkan hingga pada tahun 2010  buta aksara turun lagi  menjadi 4.673 orang, dan terakhir pada tahun 2013 menjadi 2.038 orang.

"Kami bertekad pada September 2015, tidak ada lagi warga yang tidak bisa membaca dan menulis dan kabupaten ini," kata Ali Sutan.

Ketua Panitia, yang juga Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumut Drs Mohammad Zein MSi menyampaikan peringatan hari aksara internasional ke-48 tingkat Provinsi Sumut dilaksanakan mulai tangal 27 Oktober sampai 1 November 2013 di kecamatan Sibuhuan kabupaten Palas Sumut.

"Peringatan ini kita laksanakan sebagai komitmen Pemprovsu dan daerah terhadap kesepakatan konfrensi tingkat menteri-menteri anggota PBB pada tahun 1965 di Taheran yang bertekad membebaskan warna negara dunia dari buta aksara," jelasnya.

Peringatan hari Aksara Internasioanl ke-48 selain dihadiri Gubsu juga dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Sumut Hj Sutias Handayani, beberapa Bupati dan Walikota se-Sumut, Ketua Tim penggerak PKK Palas, Ketua DPRD Kabupaten Palas dan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Palas serta beberapa kepala SKPD Pemprovsu.

Gubsu didampingi, Bupati Palas Ali Sutan Harahap serta Ketua Tim Penggerak PKK Sumut menutup peringatan Hari Aksara Internasional ke-48 Tingkat Provinsi Sumut dengan pemukulan gong.  Mereka kemudian mengunjungi beberapa stand pameran yang ikut meramaikan perhelatan akbar tersebut.

Post a Comment

 
Top