GuidePedia

0

Sumedang - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan langsung memutuskan untuk bersilaturahim ke Een Sukaesih (50 tahun), guru di Kabupaten Sumedang yang terus mengajar meski menderita lumpuh selama 26 tahun.
Heryawan atau Aher berada di Sumedang, Selasa, 19 November 2013, dalam rangka kunjungan kerja di beberapa lokasi --antara lain menyerahkan bantuan armada sepeda motor pengangkut sampah kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang di halaman kantor Bupati.
Usai menyerahkan bantuan, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sumedang Ade Irawan menyerahkan buku biografi Guru Een berjudul "Een Sukaesih; Sang Guru Qalbu". Penulisan dan penerbitan buku ini difasilitasi Pemkab Sumedang.
Ide penulisan kisah "Pahlawan Tanpa Tanda Jasa" lulusan IKIP Bandung ini dilontarkan pertama kali oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, yang juga menggagas pembuatan filmnya.
Tiba di RT 01/06 Desa Cibereum Wetan di Kecamatan Cimalaka, sekitar 10 km dari pusat Kabupaten Sumedang, Aher langsung menuju ruang belakang tempat Guru Een terbaring.
Duduk melantai di sisi Sang Guru, Gubernur yang juga kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu didampingi Plt. Bupati Sumedang mengawali silaturahimnya dengan bertanya kondisi kesehatan. Een menjawab bahwa dirinya baik-baik saja, dan menyatakan rasa terimakasihnya kepada Gubernur yang bertandang ke rumahnya.
Saat diminta Heryawan untuk mengungkapkan harapannya, Guru Een mengatakan, ia ingin cepat menyaksikan rampungnya Rumah Pintar yang tengah dibangun tidak jauh dari rumahnya. "Tapi biayanya masih kurang, Pak Gubernur," ujarnya.
Menanggapi harapan tersebut, Aher menegaskan, Rumah Pintar diperuntukkan bagi pendidikan tunas bangsa sejak dini. Karenanya, kata Aher, Pemerintah Provinsi Jawa Barat wajib untuk mewujudkan keinginan Guru Een.
Pembangunan awal Rumah Pintar Guru Een telah dilaksanakan atas alokasi Bantuan Sosial (Bansos) dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sebesar Rp200 juta. Sebanyak Rp50 juta di antaranya dialokasikan untuk pembangunan fisik, sisanya sarana pendukung dan buku.
"Alokasi Rp50 juta untuk fisik pasti kurang karena bangunannya cukup besar dan permanen. Sayang aturannya tidak memperbolehkan ada bantuan hibah di atas Bansos sebelumnya. Kalau boleh, Pemprov akan alokasikan bantuan hibah hingga Rumah Pintar ini segera rampung," jelas Aher saat melihat langsung pembangunan proyek pendidikan Guru Een.
Walaupun begitu, Gubernur Heryawan langsung menugasi timnya untuk mencari solusi kekurangan dana dimaksud. "Prinsipnya, kami siap menyelesaikan Rumah Pintar ini, melalui APBD (Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah) atau non-APBD," tegas Aher.
Gubernur Heryawan juga menandaskan, Guru Een adalah inspirasi bagi siapapun karena di tengah keterbatasan fisiknya, dia terus berkarya. Didera lumpuh selama 26 tahun, Een Sukaesih masih mengajar.
"Ibu Guru Een adalah inspirasi bangsa, buat siapapun. Beliau mengajarkan kita untuk tidak berkeluh kesah, melainkan terus berkarya di tengah kondisi apapun," tutur Aher.
Saat diterima Presiden SBY di Istana Negara, Januari lalu, Guru Een berbisik kepada Presiden: "Pak, harta yang saya miliki adalah kasih sayang."

Guru Een lumpuh setelah terserang penyakit Rheumatoid Arthritis sejak 32 tahun lalu.

Post a Comment

 
Top