GuidePedia

0
KabarPKS.com - Bandung - Gubernur Jawa Barat yang juga kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Heryawan menegaskan peran strategis pos pelayanan terpadu (Posyandu) yakni menghadirkan generasi muda yang sehat, terdidik dan memiliki ketahanan keluarga yang handal. Sehingga keberadaan Posyandu dan Pendamping Kader Posyandu (PKP) harus didukung penuh. Untuk itu kedepan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan alokasi Rp 100 miliar bagi 52 ribu Posyandu di seluruh Jawa Barat.
"Di Indonesia baru Provinsi Jawa Barat yang memiliki PKP. Kehadiran PKP berdampak kepada meningkatnya kualitas kesehatan keluarga. Sehingga PKP dan Posyandu menjadi ujung tombak membangun generasi yang sehat dan cerdas," tegas Heryawan di hadapan ribuan PKP dalam Pertemuan Evaluasi PKP Provinsi Jawa Barat Tahun 2013. Di Bale Asri, Pusdai, Jl Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (17/12) siang.
Lebih lanjut Heryawan mengungkapkan saat ini di seluruh Jawa Barat ada sekitar 52 ribu titik Posyandu. Dirinya sangat optimis kehadiran Posyandu akan mampu mendongkrak kualitas kesehatan dan pendidikan generasi muda Jawa Barat. Untuk itu, tepat bila peran utama PKP yakni mencerdaskan kader Posyandu di seluruh Jawa Barat. "Dengan kader Posyandu yang handal berdampak pada meningkatnya kualitas pelayanan dan partisipasi warga," ujarnya.
Meski diakui Heryawan masih adanya kendala dalam mengoptimalkan peran Posyandu. Namun dirinya optimis semua masalah dapat diselesaikan dengan cara gotongroyong dan kepedulian. "Mari kita selesaikan semua permasalahan di Posyandu dengan melihat situasi dan kondisi daerahnya masing-masing," ungkap Aher sapaan akrab Ahmad Heryawan.
Kedepan, Aher meminta agar PKP harus prima. Baik itu dari sisi tampilan, juga yang terpenting adalah penguasaan masalah dan pengetahuan cara menuntaskan masalah. Masyarakat dan perangkat pemerintahan di lingkungan Posyandu harus yakin dengan kehadiran PKP. Dengan demikian akan mendorong partisipasi aktif masyarakat dan perangkat pemerintahan dalam kerangka mengoptimalkan peran Posyandu.
Kader PKS ini menyatakan bahwa mendekati masyarakat dengan cara dan budaya setempat menjadi jalan bagai para kader dan PKP meningkatkan peran aktif warga. PKP harus mampu memberikan pencerahan dan penyadaran tentang apapun terkait dengan pendidikan dan kesehatan. "Khusus masalah kesehatan, para PKP diharapkan membangkitkan kesadaran tentang perilaku hidup bersih dan sehat. Diantaranya kesadaran tentang pentingnya keberadaan jamban di setiap rumah," ujarnya.
Apalagi, ungkap Aher saat ini ada sekitar 400 ribu keluarga di Indonesia yang belum memiliki jamban. Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya tingkat kesehatan di kawasan tersebut. Dengan kondisi lingkungan yang kurang sehat, menjadi penyebab utama munculnya sejumlah penyakit. Sehingga yang utama, bagi PKP adalah bagaimana menyadarkan warga betapa pentingnya kesehatan lingkungan.

Post a Comment

 
Top