GuidePedia

0
KABARPKS.COM. Tangerang (28/1) - Banjir di Kabupaten Tangerang, Banten selalu terjadi setiap tahun, pada awal tahun 2014 ini saja sebagian besar wilayah di Kabupaten Tangerang tergenangi banjir. Pemandangan tenda pengungsi di sepanjang sisi tol Tangerang - Merak seperti menjadi hal yang biasa. Hal ini ditengarai oleh adanya dua sungai yang melalui Kabupaten Tangerang kurang mendapatkan perhatian, yaitu sungai cisadane dan sungai ciujung. Minimnya perhatian pemerintah pusat terutama pada kondisi sungai cisadane dan perilaku sosial masyarakat terhadap sungai menjadi penyebab utama terjadinya banjir.

Ketua Komisi IV DPRD Banten dari Fraksi PKS, Miftahuddin mengatakan bahwa faktor utama terjadinya banjir di Kabupaten Tangerang adalah terjadinya pendangkalan sungai Ciujung, hal ini kerap dikeluhkan oleh masyarakat terutama di daerah muara sungai seperti Tanjung Burung. Selain itu faktor lainnya adalah usia dari pintu air 10 yang sudah sangat tua. "Pintu air ini yang dibangun sejak jaman penjajahan Belanda belum pernah mengalami perubahan atau perbaikan, walaupun kantor balai besar tepat berada di depan pintu air tersebut," ujarnya dalam rilis yang diterima Humas DPP PKS, Selasa (28/1).

DPRD Banten sendiri, lanjut Miftahuddin, sejak tahun 2011 sudah berulang kali meminta normalisasi sungai Cisadane di setiap kesempatan rapat koordinasi dengan balai besar Kementrian Pekerjaan Umum (PU). Bahkan sejak tahun 2012 DPRD Banten melalui sudah melayangkan surat permohonan normalisasi, "sampai sekarang belum ada perhatian sama sekali dari balai besar," ungkapnya.

Kekhawatiran selanjutnya adalah jika penanganan sungai Cisadane disatukan dengan sungai Ciliwung oleh pemerintah pusat maka fokus penanganan hanya pada permasalahan banjir di Jakarta saja, hal ini menurutnya hampir sama dengan infrastuktur jalan nasional yang terdapat di Tangerang yang seharusnya diserahkan penanganannya ke wilayah Banten akan tetapi diserahkan ke wilayah Jakarta. 

Lebih lanjut Miftahuddin mengatakan perlu adanya kajian secara komprehensif dari hulu sampai muara tentang keputusan pembuatan sodetan sungai Ciliwung-Cisadane. "Jangan sampai ada kesan asal mengurangi bajir di Ibukota Jakarta, alih-alih memindahkan banjir ke wilayah penyanggahnya," himbaunya.

Pemandangan yang lazim jika terjadi musim penghujan, tambah Miftah jalan nasional di tangerang dengan sekitar 80 % kondisi drainasenya  sudah tidak berfungsi lagi, "ini berakibat banyaknya genangan air dimana-mana, kemacetan parah  hampir di setiap ruas jalan, termasuk kondisi jalan yang berlubang besar, seolah jalan tak bertuan," pungkas Miftah prihatin.




Post a Comment

 
Top