GuidePedia

0

Jakarta - Aktifitas melaut nelayan di sebagian besar wilayah perairan tanah air kembali terhambat. Sebagian besar nelayan tidak melaut karena cuaca ekstrem. Aktifitas melaut hanya dilakukan oleh beberapa nelayan saja yang nekad melawan ombak tinggi dan cuaca yang kurang bersahabat.

Ketua Kelompok Komisi Kelautan Fraksi PKS DPR RI Hb. Nabiel Al-Musawa mengatakan, angin laut bertiup sangat kencang disertai ombak besar dan hujan. "Pendapatan nelayan saat ini berkurang dan tidak menentu, bahkan banyak yang tidak bisa melaut. Kondisi cuacanya tidak terlalu bagus untuk aktifitas melaut". Ujarnya saat meninjau kampung nelayan di pantai Batakan, Takisung, Pagatan, Batulicin, dan Pulau Laut di Kalimantan Selatan, Kamis (30/1).

Pemerintah harus segera mengambil langkah antisipatif, khususnya untuk membantu para nelayan yang tidak bisa melaut lantaran masih berlangsungnya cuaca ekstrem dalam beberapa pekan terakhir awal tahun ini.

Menurutnya, “langkah yang bisa diambil Pemerintah saat ini misalnya, dengan memberi kegiatan padat karya bagi nelayan yang tidak bisa melaut atau bisa juga dengan memberikan bantuan bahan pokok kepada nelayan selama mereka berhenti melaut”. Jelas Habib.

Karena itulah, Habib mendesak kepada pemerintah khususnya Kementerian Kelautan Perikanan, ketika situasi cuaca ekstrem seperti saat ini pemerintah harus memberikan informasi dan himbauan kepada nelayan untuk tidak melaut karena wilayah perairan Indonesia sedang tidak kondusif. Pemerintah juga harus memastikan kebutuhan dasar nelayan dan keluarganya bisa terpenuhi, serta segera menyiapkan ekonomi alternatif kepada nelayan agar pendapatan keluarga bisa tetap terpenuhi dan nelayan cepat berdaya secara ekonomi. pungkasnya.

Post a Comment

 
Top