GuidePedia

0

 
Jakarta (21/2)Fahri Hamzah, Wakil Sekertaris Jenderal PKS menilai petinggi PDIP perlu memperjelas pernyataan bahwa mereka disadap. Hal itu perlu ditekankan sebab bisa jadi petinggi PDIP membuat pernyataan itu hanya untuk mencari simpati masyarakat, seolah PDIP teraniaya oleh pihak tertentu.

"Oleh sebab itu, sinyalemen pimpinan PDIP harus terbuka sebab jika memang ada bukti maka operasi saling sadap ini akan merusak suasana di tahun politik yang krusial ini," tegas Fahri di Jakarta, Jumat (21/2).

PDIP harus mengungkap siapakah yang menyadap, dari mana sumber berita itu, dan PDIP juga harus mengambil sikap yang nyata. "Sebab menyadap tanpa ijin pengadilan hanya boleh dilakukan Presiden untuk kepentingan keselamatan nasional sesuai UU yang berlaku," ungkapnya.

Jika PDIP mau, lanjutnya, PKS siap bekerjasama untuk membentuk hak angket DPR dalam menginvestigasi kegiatan penyadapan illegal di Indonesia yang mulai marak. "Ini demi kepentingan umum dan keselamatan bangsa kita," ujar anggota Fraksi PKS tersebut.

Sebelumnya, Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo mengaku penyadapan terjadi atas Gubernur DKI Jakarta yang digadang banyak orang jadi bakal capres Joko Widodo. Kamis (20/2) lalu dalam pernyataannya, Tjahjo mengungkapkan PDIP ingin dihancurkan seperti PKS tanpa menyebutkan dengan jelas siapa yang berniat menghancurkan partai tersebut.

Post a Comment

 
Top