GuidePedia

0


KabarPKS.com - Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera kembali memasang nama Herlini Amran sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari daerah pemilihan (dapil) Kepulauan Riau. Herlini yang kini duduk di Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat dipasang di nomor urut 1.

Meski kembali dipasang di nomor urut 1, Herlini bertekad meningkatkan perolehan suara untuk ke Senayan. Targetnya, 80 ribu suara pemilih.

Perempuan kelahiran Riau, 18 April 1966, ini kini giat turun ke konstituen di Kepulauan Riau. Herlini aktif mengikuti berbagai kegiatan pengajian ibu-ibu, memberikan dakwah di berbagai forum kemasyarakatan. Maklum, sebagai jebolan S2 Tafsir Hadist dari International Islamic University Islamabad, Pakistan, Herlini kerap diminta berceramah di mana-mana termasuk di radio-radio.

Seperti yang dilansir VIVAnews, Selasa 18 Februari 2014, Herlini menyatakan, memperjuangkan hak-hak perempuan pada khususnya dan masyarakat pada umumnya merupakan keinginan yang ingin terus dilakukan jika ia terpilih kembali. Sejauh ini yang sudah dilakukan Herlini untuk masyarakat di dapilnya yaitu adalah secara proaktif melakukan advokasi untuk masyarakat dan membantu memajukan pendidikan di Kepulauan Riau.

"Selain pula melaksanakan fungsi DPR yaitu mengawasi berjalannya regulasi kebijakan dari pemerintah pusat ke daerah," kata Herlini.

Anggota Dewan Syariah Pusat Dewan Pimpinan Pusat PKS itu juga mengklarifikasi soal isu poligami yang kerap menyudutkan partainya. Menurut Herlini, hanya sebagian kecil kader PKS yang melakukan poligami.

Herlini meminta masyarakat harus adil menanggapi isu miring seputar PKS ini. "Kasus ini bukanlah merupakan masalah partai, melainkan hanya perbuatan individu. Untuk itu masyarakat harus adil menanggapinya," katanya jebolan Sastra Arab Universitas Indonesia itu.

Secara individu, Herlini sendiri tidak setuju dengan poligami karena menurutnya masyarakat yang kuat dan sejahtera terlahir dari keluarga yang solid, dan keluarga yang solid ini haruslah berasal dari keluarga yang kokoh.  Dengan bekal keluarga kokoh itulah, kata Herlini, masyarakat adil dan sejahtera terwujud.

Kini, tinggal pada masyarakat untuk memilih, apakah tetap mempercayainya untuk kembali ke DPR. "Masalah menang atau tidak, sudah tertulis di suratan takdir dan sebagai manusia hanya bisa menjalankan sebaik mungkin," kata Herlini.

Post a Comment

 
Top