GuidePedia

1

Jakarta (19/2)- Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring menyampaikan pernyataan tegas terhadap dua operator terkemuka, Telkomsel dan Indosat, apabila mereka terbukti membantu penyadapan ilegal. Keduanya bisa ditutup pemerintah, apabila terbukti membantu Australia Signals Directorate (ASD) menyadap semua pelanggannya.
"Kalau menyalahgunakan (kewenangan), ada Undang-Undang No. 36 Tahun 1999. Mereka bisa ditutup, kalau terbukti aktif membantu penyadapan yang ilegal, termasuk BUMN. Semua operator tidak ada yang kebal hukum," kata Tifatul.
Meski menyatakan akan bertindak tegas, Tifatul tidak akan gegabah dan menunggu kebenaran informasi tentang penyadapan melalui Telkomsel dan Indosat, yang hanya bisa dilakukan oleh Kementerian Luar Negeri. "Leading sector-nya ada di Kemenlu. Kita dalami dulu informasinya Snowden, betul atau tidak. Informasinya belum tentu 100 persen benar. Baru (setelah verifikasi) lanjut tindaklanjuti bagaimana penyikapannya terhadap dua operator tersebut," papar Menkominfo tersebut.
Sebelumnya, laporan terbaru New York Times dan Canberra Times edisi akhir pekan lalu mengulas soal jutaan pelanggan Telkomsel yang disadap Direktorat Intelijen Australia (ASD). Sumber berita tersebut berasal dari dokumen rahasia yang dibocorkan Edward Snowden, mantan pegawai Central Intelligence Agency (CIA) yang kini menjadi buronan AS. Dokumen bocoran Snowden menunjukkan, ASD asal Australia menyadap secara massal jaringan data yang dimiliki Telkomsel. Nama Indosat juga disebut dalam dokumen tersebut.

Post a Comment

  1. mantapks tadz, saya setuju kalau benar TELKOMSEL dan INDOSAT terbukti membantu penyadapan ilegal, jangan ragu-ragu tutup saja.

    ReplyDelete

 
Top