GuidePedia

0

KEDIRI- Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Jawa Timur membuka dapur umum pada titik terdepan bencana Gunung Kelud, yaitu di Desa Pelem, Kecamatan Wates, Kediri. Titik ini berjarak sekitar 50 kilometer dari puncak Gunung Kelud dan menampung sekitar 14 ribu pengungsi.

Dapur ini dikelola 40 relawan yang dikumpulkan PKS. Mereka sudah mulai membuka dapur umum sejak Jumat (14/2), sehari setelah Gunung Kelud meletus pada Kamis malam.

 “Awalnya di area 30 kilometer, namun karena kondisi dirasa kurang aman, (lokasi dapur umum) dipindah lebih jauh oleh BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah),” ujar Tatag Widhi, koordinator Dapur Umum PKS.

Dapur umum ini langsung ditinjau oleh Hamy Wahjunianto, Ketua DPW PKS Jatim.

“Rata-rata para pengungsi turun gunung tanpa membawa apa-apa. Apalagi letusannya terjadi malam hari dan mendadak. Kami berpikir, yang penting bagaimana caranya para pengungsi tidak kelaparan dan sedikit mengurangi ketegangan," ujar Hamy.

Dapur umum PKS ini setiap hari melayani dan menyediakan makanan tiga kali sehari kepada sekitar 1000 pengungsi, terutama mereka yang berasal dari tiga desa paling terdampak erupsi, yakni Desa Krenceng, Desa  Keling dan Desa Lupung.

“PKS mohon maaf baru bisa meng-cover 1000 pengungsi dari total 14.000 ribu pengungsi yang ada. Syukurnya, bantuan dari para kader, simpatisan dan masyarakat luas terus mengalir. Termasuk bantuan beras, minyak, bahkan kambing dari anggota DPRD PKS Jatim, yang sangat membantu kelancaran dapur umum,” ucap Hamy.

Selain DPW PKS Jatim, DPD PKS Kediri juga mendirikan dapur umum di Kecamatan Gurah yang mendistribusi nasi bungkus dari sumbangan masyarakat luas. Untuk mendukung dapur-dapur umum tersebut, dibangun posko induk dengan tenaga 60 relawan di Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, Kediri. Mereka yang berada di posko induk ini terdiri atas kader PKS dari Tulungagung, Nganjuk, dan Jombang. 

Post a Comment

 
Top