GuidePedia

2
Yuk, kita belajar fiqih tetang shalat sunnah qabliyah (sebelum) dan ba'diyah (sesudah). Maksudnya adalah shalat-shalat sunnah yang mengiringi shalat fardhu baik sebelum maupun sesudahnya. Shalat qabliyah dan shalat ba'diyah, ada yang disebut rawatib dan ghoiru rawatib (bukan rawatib).

Rawatib maksudnya adalah shalatnya sangat ditekankan. Rawatib berasal dari kata rotabah, artinya rutin, kontinyu. Dalam bahasa Arab ratib diartikan juga sebagai gaji, karena dia kontinyu sifatnya. Atau juga ada istilah imam ratib, bukan imam yg digaji, tapi imam tetap yang selalu mengimami dan telah ditunjuk secara resmi. Nah, shalat sunah rawatib berarti, shalat sebelum dan sesudah shalat fardhu yang sangat ditekankan untuk rutin dilaksanakan.

Nabi saw menyatakan bahwa muslim yang shalat karena Allah 12 rakaat, selain fardhu, maka akan dibangunkan untuknya rumah di surga. (HR. Muslim).  Dijelaskan dalam riwayat Tirmizi; "4 rkaat sebelum zuhur 2 sesudahnya, 2 sesudah maghrib, 2 sesudah Isya dan 2 sebelum Shubuh." Dlm hadits muttafaq alaih, Ibnu Umar mngatakan bahwa dirinya mendapatkan dari Rasulullah saw 10 rakaat (shalat rawatib).

Bedanya dengan riwayat sebelumnya adalah pada rawatib sebelum Zuhur, yaitu 2 rakaat saja, bukan 4 rakaat. Ada juga diperdebatkan shalat qabliyah Ashar 4 rakaat, apakah dianggap shalat rawatib atau bukan?  Namun yang jelas ada hadits yang menganjurkannya. 'Semoga Allah merahmati orang yang shalat 4 rakaat seblum Ashar." (HR. Ahmad dan Tirmizi).

Shalat rawatib yang paling utama adalah 2 rakaat sebelum shalat Shubuh. Sering disebut 2 rakaat Fajar. Rasulullah saw nyatakan bahwa shalat 2 rakaat sebelum shubuh lebih baik dari dunia dan segala isinya (HR. Muslim). Rasulullah saw sangat memperhatikan shalat ini. Bahkan beliau tidak meninggalkannya ketika dalam safar skalipun. Disunahkan pada rakaat pertama setelah membaca Alfatihah, membaca surat Alkafirun, sedangkan pada rakaat kedua membaca surat Al-Ikhlash. Bagi yang tidak sempat melakukannya, dapat mengqadhanya langsung setelah shalat Shubuh, atau yang lebih baik dilakukan pada waktu Dhuha.

Nabi saw bersabda, "Siapa yang belum shalat dua rakaat sunah fajar, hendaknya dia shalat setelah matahari terbit." (HR. Tirmizi). Nabi saw pernah melihat shahabat yang shalat dua rakaat sunah fajar setelah shalat Shubuh, namun beliau tidak mengingkarinya. (HR. Tirmizi). Memang ada larangan shalat sesudah shalat Shubuh, namun riwayat di atas adalah pengkhususan atau pengecualian.

Terkait shalat rawatib qabliyah zuhur yang 4 rakaat, yang lebih tepat dilakukan 2rakaat salam-2rakaat salam. Bukan 4 sekaligus satu salam. Karena kaidah shalat sunah, baik malam ataupun siang adalah 2 rakaat-2 rakaat, Wallahua'lam.

Jadi, shalat qabliah dan ba'diah (sebelum dan sesudah shalat fardhu) ada yang rawatib ada yang bukan. Yang rawatib sudah kita bahas. Yang bukan rawatib adalah shalat qabliah yang tidak disebutkan dalam shalat rawatib, berarti tinggal qabliah maghrib dan qabliah Isya. Dalilnya adalah keumuman hadits Rasulullah, "Antara azan dan iqamah terdapat shalat" (HR. Muslim). Shalat qabliyah, baik rawatib ataupun bukan, dapat diniatkan juga sebagai shalat tahiyyatul masjid. Jadi seseorang tidak perlu shalat dua kali, sekali untuk tahiyatul masjid, sekali lagi untuk qabliyah, cukup shalat sekali saja. Maksudnya jika kita baru masuk masjid dan sudah azan namun belum iqamah, maka kita shalat qabliah, dan itu sudah dianggap sebagai tahiyatul masjid. Karena inti dari shalat tahiyatuul masjid adalah, perbuatan yang kita lakukan saat pertama kali masuk masjid adalah shalat.

Setelah shalat qabliah, dianjurkan berdoa, karena itu waktu yang mustajabah. "Tidak tertolak doa antara azan dan iqamah." (HR. Abu Daud). Jadi sebenarnya, tempat yang lebih utama untuk berdoa adalah sebelum shalat fardhu, antara azan dan iqamah, bukan sesudah shalat. Lihat surat An-Nisa 103, itupula yang dicontohkan Rasulullah saw. Namun sekali lagi, tidak mengapa berdoa setelah shalat.

Adapun shalat ba'diah, selain yang rowatib, justeru dilarang shalat sunah. Yaitu setelah Shubuh dan Ashar. Jd tidak ada ba'diah setelah keduanya. Hal tsb berdasarkan hadits Nabi saw yang menjadikan waktu setelah shalat Shubuh dan Ashar sebagai waktu yang terlarang shalat. Kecuali, sebgaimana yang dibicarakan sebelumnya, bagi orang yang tidak sempat shalat qabliyah shubuh, dia dapat shalat sesudahnya, Wallahua'lam.

Penulis: Ust Abdullah Haidir 

Post a Comment

  1. Artikel yang bagus.
    Jangan lupa kunjungi www.refiza.com
    Ada banyak souvenir cantik untuk pengajian, haji, pernikahan.

    ReplyDelete
  2. Sangat bermanfaat sekali. Terima Kasih.

    ReplyDelete

 
Top