GuidePedia

0
Agam (23/3) - Gubernur Irwan Prayitno melakukan kunjungan kerja dan berdialog dengan Kelompok Tani Usaha Bersama Nagari Bawan Kabupaten Agam, Minggu sore (23/3). Hadir dalam kegiatan tersebut Kadis Peternakan Ir. Erinaldi, MM, Kadis Pertanian Ir. Djoni, Kabiro Humas Irwan,S.Sos,MM dan Kabiro Binsos Drs. Syahril, camat serta beberapa tokoh masyarakat Bawan. 
Dalam kesempatan itu Gubernur Irwan Prayitno menyampaikan, "kita amat bangga dan senang, jika para petani dapat berhasil  dalam usaha pertanian dan usaha tambahannya. Hari ini sebuah bukti Kelompok Tani Usaha Bersama Nagari Bawan telah berhasil mengembangkan program interaksi sapi dan sawit, dari jumlah bantuan 35 ekor dan tambah dengan keradaan sapi sebelum telah berkembang menjadi 105 ekor sapi."
Irwan Prayitno menjelaskan bahwa jika program ini dapat dipertahankan selama 5 tahun ke depan tentu menjadi lebih dari 600 ekor. Irwan juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Barat akan terus memantau dan akan memberi dukungan bantuan pada tahun berikutnya, mudah-mudah ini program ini masih ada pada pemerintahan mendatang, harapnya. 
"Keberhasilan ini tentu dapat menjadi perhatian semua pihak, terutama sesama petani, agar dapat mencontoh kepada kelompok Tani Usaha Bersama ini. Jika perlu kita akan undang Bupati/Walikota lainnya untuk melakukan studi lapangan pengembangan usaha tani didaerah mereka masing-masing," gagasnya. 
Dalam acara dialog tersebut, Gubernur Irwan Prayitno menerima keluhan para petani sawit ini, tentang belum ada perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam dalam kegiatan pembangunan  pada 4 Nagari di Bawan ini. Masyarakat menjelaskan harapan mereka terhadap pembangunan jalan untuk produksi pertanian dan akses jalan ke jalan utama. 
Gubernur Irwan Prayitno dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa program pembangunan jalan merupakan kewenangan Pemkab Agam. Irwan menjelaskan karena itulah masyarakat harus menyampaikan aspirasi ini secara baik kepada Pemkab Agam sehingga nantinya diakomudir dalam APBD Kabupaten Agam, kecuali nanti ada usaha dan upaya usulan menjadi jalan provinsi sesuai dengan syarat dan aturan yang berlaku. 
"Kita mesti menghormati kewenangan dan kebijakan masing-masing Pemkab/Kota, karena kita menyadari keterbatasan dan prioritas pembangunan daerah sesuai dengan RPJM daerah masing-masing. Masyarakat mesti gigih mengusulankan, dimulai dari aktif dalam Musrembang Kecamatan hingga Musrembang Pemkab/Kota," ajaknya. 

Post a Comment

 
Top