GuidePedia

0


KabarPKS.com - Bekasi - Partai Keadilan Sejahtera (PKS), akan dapat meraih suara signifakan pada pemilihan legislatif 9 April mendatang.

“Dalam prediksi saya bisa mencapai 20 persen. Itu artinya PKS akan dapat mengusung calon presiden dari internal PKS” kata Ketua Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII), Bekasi, ustadz H. Ahmad Salimin Dani, MA.
Pernyataan itu tentu bukan asal bunyi (Asbun), tapi ada beberapa indikator mengapa ustadz ahli tafsir ini mengunggulkan PKS disaat sebagian rakyat menilai partai berlambang padi warna kuning itu akan kesulitan untuk meningkatkan perolehan suara akibat skandal korupsi yang menimpa mantan presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq dalam kasus impor sapi.
Menurut Ustadz Ahmad Salimin Dani, indikator kemenangan PKS dapat dilihat dari solidnya partai untuk menyelesaikan masalah yang sedang mendera partai. Dalam waktu singkat mereka dapat keluar dari kesulitan yang membelit partai. Yang menarik katanya dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq PKS cerdas menyelesaikan masalah sehingga kader-kadernya tetap solid mulai dari pimpinan nasional hingga ke daerah.
Lalu PKS katanya adalah salah satu partai yang paling kecil masalah korupsinya jika dibandingkan dengan partai lain. “Kasus impor daging itu menurut Salimin Dani, adalah settingan dengan mengirimkan Fathonah untuk menghancurkan PKS. Tapi ternyata ujian yang maha berat itu dapat dilewati dengan baik” ujarnya.
PKS  akan terbantu dengan banyaknya kader-kader PKS yang menjadi kepala daerah seperti Ahmad Heriyawan di Jawa Barat,  Lalu Gubernur Sumatera Utara,  Walikota Depok,  di Ambon, wakil Wali kota Bekasi dan sejumlah daerah lainnya. Daerah-daerah itu menjadi pemilih  potensial bagi PKS.
Yang paling mengejutkan justru penilaiannya terhadap Partai Bulan Bintang (PBB). Ia menilai PBB akan sulit bangkit. Untuk lolos ambang batas parlemen saja menurutnya akan sangat sulit. Apalagi ambang batas  naik menjadi 3 persen.
PBB menurutnya tak mampu membuat teroboson yang membuat umat Islam sebagai pemilih fanatiknya tertarik untuk memilih PBB yang diketuai mantan Menteri Kehutanan MS Ka’ban.
Sementara PPP, juga sulit bangkit meski tetap lolos ambang batas parlemen.Alasannya karena PPP tetap melakukan gaya lama dalam menarik simpati pemilih. Tak ada perubahan yang signifikan dalam program-programnya.
Justru ia memuji gaya PKB yang berani mengusung Yusuf Kalla, Machfud MD, Rhoma Irama, jadi calon presiden. Apalagi ketua PB NU dengan nyata-nyata telah menyampaikan dukungannya ke PKB. “Ini hal yang luar biasa” paparnya.
Partai berbasis Islam lainnya seperti Partai Amanat Nasional (PAN), juga tak banyak berubah. Basis kekuatan PAN masih ada di Muhammadiyah. Meski Muhammadiyah dalam berbagai pernyataan menjaga jarak dari semua kekuatan politik, tapi pengaruh mantan ketua umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Amin Rais masih sangat berpengaruh di kalangan anggota Muhammadiyah. (dakta)


Post a Comment

 
Top