GuidePedia

0


Ikhwan wa Akhawat Fillah, siapa yang tidak ingin mendapatkan keberkahan dalam hidupnya? Keberkahan sesungguhnya bukanlah pemberian Allah yang dengan tiba-tiba datang tanpa sebab kepada seseorang, melainkan ia adalah sesuatu yang lahir dari doa dan upaya oleh kita manusia kepada pemilik kita, yakni Allah SWT.

Dan, di antara sebab-sebab diturunkannya keberkahan itu ada beberapa usaha yang kita bisa lakukan. Yang pertama, jadikan keimanan dan ketakwaan sebagai dasar bagi kita dalam melakukan sebuah usaha atau kegiatan. Hal ini sebagaimana yang Allah SWT firmankan dalam Quran, "Jika sekiranya penduduk negeri-negeri itu beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi," (QS Al-Araf: 96).

Sedangkan yang kedua, perbanyak amal sholeh sebagai upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT, seperti dalam firman-Nya, "Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sungguh akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan," (QS An-Nahl: 97).

Ikhwan wa Akhawat Fillah, di antara amal sholeh yang juga menjadi sarana mendatangkan keberkahan adalah bersilaturahmi membangun hubungan baik dengan sesama. Aktivitas silaturahmi berkaitan dengan konsep gerak. Memang saat ini kemajuan teknologi kadang memaksa kita bersilaturahmi secara online atau melalui dunia maya. Namun demikian, silaturahmi dengan bertatap muka alias face to face tetap lebih berkesan.

Dengan berjumpa langsung, kita akan bisa melihat senyum saudara kita, melihat langsung kondisinya, sehingga dampak silaturahmi kuat terasa. Dan, perjumpaan langsung ini baru terjadi jika kita mengawalinya dengan aktivitas bergerak (berjalan atau menggunakan kendaraan). Silaturahmi berbasis gerakan ini yang “sebenarnya” insya Allah akan lebih menyatukan persaudaraan. Ujungnya, itu lebih bisa mengundang keberkahan dari Allah SWT.

Ikhwan wa Akhawat Fillah, pada tingkat tertentu, keberkahan tidak selalu bersifat definitif dalam arti selamat, tetap, langgeng, baik, bertambah, dan tumbuh melainkan juga berati puas dan rela dengan pemberian dan pembagian yang diberikan oleh Allah SWT. Dalam kategori ini orang-orang yang mendapatkan keberkahan juga merasakan hidup dengan perasaan nyaman dan bahagia.

Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh, Allah menguji hamba dengan pemberian-Nya. Barang siapa rela dengan pembagian Allah terhadapnya, maka Allah akan memberikan keberkahan baginya dan akan memperluasnya. Dan barang siapa tidak rela, maka tidak akan mendapatkan keberkahan,” (HR Ahmad).

Semoga Allah SWT memberikan keberkahan dalam rezeki, kediaman, keturunan, dan semua anugerah yang diamanahkan kepada kita, serta memberi kekuatan untuk senantiasa taat menjalankan perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya dan melimpahkan kepuasan kepada kita atas pemberian-Nya. Wallahu a'lam.


Ditulis oleh:
Drs.H.Chairul Anwar, Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Wilayah Dakwah Sumatera

Post a Comment

 
Top