GuidePedia

0

KabarPKS.com - Jakarta (21/5) – Sebagian besar dari sistem kelistrikan di Indonesia tidak lagi memiliki reserve margin dan cadangan operasi yang memadai, akibatnya pemadaman listrik di berbagai tempat tak terhindarkan. Karenanya PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) maupun Kementerian Energi Sumber Daya Manusia (ESDM) perlu segera melakukan akselerasi sistem kelistrikan nasional dan mendorong pengembangan energi mix yang berbasis energi baru.
Anggota DPR RI dari Komisi VII yang juga kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengatakan sebagian besar pasokan listrik nasional dalam kondisi siaga, bahkan di wilayah Indonesia timur dan barat mengalami defisit. Jika kondisi ini dibiarkan terus terjadi maka akan menghambat aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi secara umum. "sebagian dari sistem kelistrikan di Indonesia tidak lagi memiliki reserve margin dan cadangan operasi yang memadai," kata Rofi Munawar setelah rapat kerja dengan PT PLN (persero) di Gedung PT PLN (Persero).
Diantaranya menurut Rofi tergambar dari kondisi kelistrikan di pulau sumatera dengan jumlah sistem sebanyak 47 namun yang berada dalam kondisi normal hanya 18, sedangkan yang dalam kondisi siaga sebanyak 19 sistem dan 10 sisanya defisit. Lebih ironis lagi di wilayah Indonesia timur, hampir 97 sistem dalam kondisi siaga, sebanyak 55 lainnya dalam kondisi defisit dan hanya 37 sistem yang normal.
“Pertumbuhan Indonesia yang baik ditandai dengan pertumbuhan konsumsi listrik di berbagai daerah, namun sayangnya tidak diimbangi dengan penguatan dalam pengembangan pembangkit listrik dan pertumbuhan jaringan," ujar Legislator dari Jatim VII ini. Rofi menambahkan, ada banyak tantangan yang harus diselesaikan dalam mengembangan sistem kelistrikan nasional. Di sisi teknis mendorong kemampuan operasional untuk melakukan diversifikasi energi bagi pembangkit dan keterbatasan waktu pemeliharaan pembangkit yang mengakibatkan penurunan kapasitas.
Kemudian lanjut Rofi, memperbaiki kendala non teknis terkait pendanaan, keterbatasan kemampuan berinvestasi dari PLN serta kesulitan pengadaan lahan maupun perijinan pembangunan yang harus segera melakukan penambahan pembangkit, transmisi maupun distribusi. Projek yang selama ini tertunda harus segera di inventarisir oleh Pemerintah dan memetakan solusi secara tepat menurut kebutuhannya masing-masing.

Rofi menambahkan masih banyaknya pembangkit PLN masih menggunakan bahan bakar fosil, sehingga biaya produksi masih tinggi yang berakibat sulit melakukan pengembangan, dengan komposisi energi mix PLN saat ini terdiri atas batubara 44%, minyak 23%, Gas 21%, hidro 7% , panas bumi dan lainnya 5%. Kondisi kelistrikan dalam kajian harian, dilakukan kategori sistem yang normal, siaga dan defisit. "Sistem dikatakan normal jika dalam satu bulan tidak ada hari siaga dan defisit, sistem siaga bila dalam satu bulan lebih atau sama dengan 1 hari siaga, dan defisit bila dalam satu bulan lebih atau sama dengan 1 hari defisit," pungkasnya.

Post a Comment

 
Top