GuidePedia

0

Banda Aceh (6/5) - Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Makhyaruddin Yusuf prihatin dengan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di Aceh, terutama terkait dengan pembagian soal dan lembar jawaban yang tertukar maupun yang kekurangan.

Makhyaruddin mengamati, kacauanya pelaksanaan UN di Serambi Mekkah tidak hanya terjadi untuk SMP sederajat yang sedang berlangsung, tetapi juga terjadi pada UN SMA sederajat lalu. “Kalau kita melihat, selalu permasalahannya pada kertas soal ataupun kertas jawaban, mulai dari tertukarnya soal, tidak cukupnya soal bahkan kadang kualitas kertas yang digunakan juga bermasalah,” ungkapnya.

Meski begitu, Makhyaruddin juga memaklumi bahwa untuk pencetakan lembar soal dan lembar jawaban tidak berada dalam kewenangan Pemerintah Aceh. Namun, untuk pelaksanaan UN di Aceh, dia akan memastikan DPRA memanggil Dinas Pendidikan Aceh untuk mengetahui penyebab kekakacauan pelaksanaan UN tahun ini.

“UN ini agenda tahunan. Setiap tahun bermasalah dan kesalahan yang terjadi setiap tahunnya selalu sama. Sepertinya tidak ada evaluasi dari kesalahan-kesalahan sebelumnya. Kasihan anak didik, pelaksana yang kurang siap, tapi mereka yang jadi korban,” ungkap Mahyaruddin.

Mahyaruddin berharap hasil UN di Aceh tahun ini bisa lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, Pemerintah dalam hal ini Gubernur Aceh dan DPR Aceh perlu fokus meningkatkan kualitas pendidikan, terutama dengan menambah alokasi dana pendidikan.

“Kita berharap hasil UN anak-anak kita bisa lebih baik dan mampu bersaing dengan pelajar di provinsi lain. Jangan lagi lah, kita terus berada di urutan-urutan akhir hasil UN. Ini sangat memalukan, mengingat dana pendidikan di sini melimpah, tapi kualitas masih di bawah,” pungkas legislator dari PKS ini.

Post a Comment

 
Top