GuidePedia

0

Jakarta (19/6) - Badan Anggaran (Banggar) DPR RI bersama Pemerintah memastikan APBN-P 2014 dapat dihemat tanpa mengurangi dana untuk infrastruktur, sehingga Indonesia dapat memiliki kondisi pembangunan yang stabil, terlepas dari pergantian presiden pada Oktober mendatang, demikian ungkap Tamsil Linrung di Kompleks DPR-MPR RI pada Kamis (19/06).

“Kami tidak sepakat dengan rencana penghematan (dari Pemerintah) sebesar 100 triliun Rupiah, karena itu akan mengganggu pembangunan yang terkait dengan belanja modal khususnya pembangunan infrastruktur. Akhirnya disepakati pemotongan anggaran hanya dilakukan sebesar 43,025 trilliun Rupiah,” ungkap legislator dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.

Meski demikian, Tamsil menjelaskan Banggar DPR RI bersama Pemerintah menyepakati subsidi energi (bahan bakar minyak dan listrik) dipangkas hingga 41,8 trilliun Rupiah, yang semula direncanakan sebesar 392 trilliun Rupiah menjadi 351 trilliun Rupiah dengan volume bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi ditetapkan sebesar 48 juta kiloliter. 

Pemerintah dan Parlemen juga sepakat untuk meningkatkan target pendapatan negara dari  pajak dan cukai dari 1232,1 triliun Rupiah menjadi 1246,1 triliun Rupiah atau mengalami peningkatan sebesar 13,9 trilliun Rupiah.

Tamsil mengungkapkan tiga alasan Pemerintah mengajukan perubahan APBN. Pertama, pemulihan ekonomi global yang memengaruhi Indonesia masih lambat. Kedua, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat melemah dalam kondisi terendah dalam 14 tahun terakhir.

Ketigalifting minyak kemungkinan tidak tercapai dari 870 barrel per hari dalam APBN 2014 menjadi 818 barrel per hari dalam APBNP 2014.  Tiga alasan tersebut, menurut Tamsil akan menyebabkan defisit anggaran negara yang bisa melebihi ambang batas yang diizinkan oleh UU, yaitu sebesar 3% dari pemasukan negara.

Post a Comment

 
Top