GuidePedia

0
Medan (12/6) - Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho membuka Pertemuan Gereja Lutheran Dunia pada Kamis (12/6) lalu. Dalam sambutannya, dia menyambut baik peserta dan berharap mereka dapat menikmati keindahan alam dan kondisi masyarakat Medan yang rukun di tengah keberagaman.

"Atas nama Pemerintah dan masyarakat Sumut saya mengucapkan selamat atas terselenggaranya sidang dewan ini dan menyampaikan terimakasih, sekaligus apresiasi atas ditunjuknya Indonesia, khususnya kota Medan sebagai tuan rumah sidang dewan yang terhormat ini," kata Gubernur Gatot saat berpidato pada Pertemuan Gereja Lutheran Sedunia di Medan.

Presiden Lutheran World Federation Munib A Younan dalam kesempatan yang sama menyambut baik kesediaan Pemerintah Sumatera Utara dalam membantu penyelenggaraan pertemuan ini. Younan juga menyambut baik kehadiran Gubernur Gatot dalam acara tersebut.
"Kehadiran Bapak sebagai Gubernur Sumatera Utara kami rasakan sebagai simbol keberagaman," ungkapnya.

Gubernur mendukung diselenggarakan pertemuan tersebut dalam rangka mendukung toleransi beragama di Sumatera Utara khususnya dan di Indonesia umumnya.
"Kita ingin memelihara dan merawat kemajemukan dan toleransi. Kita ingin agar agama bisa menjadi penyatu dan bukan pemecah dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, maupun dalam masyarakat global," ungkap Gubernur.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada 2010, agama-agama di Sumatera Utara mencakup agama Konghucu sebesar 0,01 persen, Hindu 0,11 persen, Budha 2 persen, Kristen 30 persen, dan Islam 66 persen. Gubernur Gatot mengungkapkan keberagaman agama di Sumatera Utara menjadikan Sumatera Utara miniatur dari rakyat Indonesia.

“Keragaman ini dapat hidup berdampingan secara damai. Toleransi dan harmoni dapat dikelola dan dijaga dengan baik, yang diterima warga sebagai realitas sosial yang tak bisa dibantah,” jelas Gatot yang juga kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.

Post a Comment

 
Top