GuidePedia

0
JAKARTA - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anies Matta merasa kehilangan sosok Ketua Umum Partai Gerindra Suhardi yang meninggal Kamis 28 Agustus sekitar pukul 21.40 WIB di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP). Menurut Anies, Suhardi pantas menjadi teladan pejuang politik di Indonesia.

"Saya terkesan dengan keikhlasan beliau. Beliau sangat humble, sederhana, tapi tulus dalam berjuang, rendah hati walau posisinya tinggi. Beliau pantas jadi teladan para pejuang politik di Indonesia," ujar Anies saat melawat jenazah Suhardi di kantor DPP Partai Gerindra, Jakarta, Jumat (29/8/2014) dini hari.

Selain sosok yang sederhana, di mata Anies, Suhardi adalah politisi yang memiliki semangat juang rela berkorban tanpa pamrih. "Saya berinteraksi dengan beliau sangat intensif sekali selama masa kampanye Pilpres."

"Saya punya kesan yang mendalam bahwa beliau adalah seorang pejuang yang tulus, ikhlas, dan punya kesediaan berkorban untuk cita-cita besar yang beliau perjuangkan," sambung Anies yang didampingi beberapa elite PKS, seperti Fahri Hamzah dan Mahfud Abdurahman.

Selain itu, almarhum yang berasal dari kalangan akademisi patut diberikan apresiasi. Sebab tidak banyak akademisi yang terjun ke dunia politik. "Itu yang saya kagumi dari beliau. Tentu saja di luar dari latar belakang intelektual, akademik beliau sebagai seorang profesor."

"Saya kira ini suatu teladan yang baik bahwa seorang akademisi, terjun ke dunia politik dan bekerja habis-habisan. Harus kita akui bahwa tentu saja bersama Prabowo beliau memimpin Gerindra dan sukses menjadi partai pemenang ke-3. Itu suatu kerja yang luar biasa," ujar dia.

Terkait pemakaman jenazah Suhardi di kampung halamannya di Yogyakarta, Anies telah berkoordinasi dengan kader partainya agar membantunya. "Tadi kami dari teman-teman DPP PKS langsung salat jenazah. Insyaallah besok dijemput oleh teman-teman DPW PKS Yogya," pungkas Anies.

Sumber: liputan6.com

Post a Comment

 
Top