GuidePedia

0
Semarang-- Menjadi wakil rakyat adalah salah satu amanah terbesar dan terberat dalam hidup, dikarenakan menjadi corong aspirasi semua konstituennya. Lebih dari itu, menjadi wakil rakyat akan dipertanggungjawabkan segala yang diperbuat, baik di dunia maupun di akhirat.
Begitu pula yang dialami oleh Ikhsan Musthofa, pria bersahaja kelahiran Pati, Jawa Tengah ini. Pria mantan penjual kambing qurban ini terpilih menjadi salah satu diantara 10 anggota DPRD provinsi dari PKS. Ikhsan terpilih dari daerah pemilihan (DP) III Jateng, yakni Pati, Grobogan dan Rembang. Namun demikian, pilihan untuk menjadi anggota DPRD adalah buah dari kesabaran pria alumni PERSIS era Abdullah Mussa ini.
Sebelumnya, Ikhsan memang sudah sejak remaja memiliki pola pikir yang cenderung seorang wirausahawan. Hal itu didukung oleh guru ngajinya saat awal bergabung dengan gerakan dakwah PKS yang juga orang ekonomi, yakni Ustadz Nurul Khamdi.
Kebetulan, sekitar taun 1996 waktu itu, Ikhsan bersama sang utsadz adalah aktivis Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Ummat (LPEU) yang merupakan salah satu lembaga amal yang bergerak di bidang ekonomi, sehingga tak heran kalau skill perekonomian selalu ia dapatkan dari sang guru ngaji. Berawal dari ini jugalah, pada akhirnya kegiatan ekonomi tersebut menjadi rintisan terbentuknya BMT Anda yang hingga saat ini terus berkembang di dunia ekonomi Islam di Jateng.
Penjual Kambing Militan
Setelah aktif dan merintis BMT Anda, Ikhsan kemudian terus melakukan aktivitas dakwah ekonominya melalui Qolbun Salim pimpinan Ustadz Zuber Safawi. Di sini kemudian mentalitas juang Ikhsan mulai teruji.
Ikhsan menggelar berbagai kegiatan sosial berupa baksos, pasar murah dan yang cukup mencengangkan, pria yang sekarang tinggal di Kendal ini turut menjadi penjual kambing qurban. Satu hal yang cukup dramatis kala itu, Ikhsan bahkan ikut mengantar hingga sampai ke pelosok, menggunakan sepeda motor A100 dengan membawa seekor kambing.
Aktif di Partai
Semenjak Partai Keadilan (PK) yang merupakan cikal bakal PKS didirikan, Ikhsan juga turut berpartisipasi aktif dalam pembinaan dan pembentukan partai ini. Dimulai menjadi bendahara deklarasi PK pada 1998, Ikshan kemudian didaulat mengemban amanah menjadi bidang ekuintek PKS tahun 2004, pernah juga menjadi PLT ketua DPW pada 2009 hingga 2010, dan semenjak 2010 hingga setahun yang akan datang, Ikhsan diamanahi sebagai bendara umum DPW Jateng.
Babat alas di Kendal
Sebagai seorang jundi dari sebuah gerakan dakwah, Ikhsan pun harus menggunakan prinsip Sam’an Watho’atan. Pun saat dirinya diminta struktur untuk membuka lahan baru alias babat alas, dirinya harus sendika dhawuh. Ia pun pada akhirnya meninggalkan Pati dan Semarang untuk menuju tempat babat alas, di Kabupaten Kendal.
Awalnya, Ikhsan sempat merasa iri dikarenakan harus ditempatkan di Kendal, tepatnya di dekat perbatasan dengan Wonosobo, sementara teman – teman seangkatannya enak – enakan di Kota Semarang. Namun demikian, pada akhirnya Ikhsan merasakan bahwa babat alas tersebut adalah karunia dan kebanggaan tersendiri baginya.
Kebanggan yang dirasakan bagi Ikhsan adalah bisa menjalankan tugas ditempat yang belum ada rintisan dakwah sama sekali.
Kini, Ikhsan telah memetik buah dari kesabarannya. Dirinya diamanahi menjadi wakil rakyat di gedung berlian. Kita nantikan kiprah sang penjual kambing tersebut di gedung parlemen.

source: pksjateng.or.id

Post a Comment

 
Top