GuidePedia

0
Padang - Dewan Daerah Fes Boulmane, Maroko, menyepakati kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, khususnya di bidang pendidikan, perdagangan, pariwisata dan budaya. Kesepakatan ditandai dengan penandatanganan MoU antara Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, dengan Dewan Daerah Provinsi Fes Boulmane Maroko, Lahsen Rafie, di Auditorium Gubernuran, Sabtu (11/10).

Usai penandatanganan MoU, Lahsen Rafie mengaku tertarik dengan keindahan alam Sumatera Barat yang telah disaksikannya secara langsung. Meski tidak memiliki spesifikasi, pesona alam Sumatera Barat berupa pegunungan, laut, pulau-pulau, dan danau yang sangat mengagumkan. Lahsen memastikan destinasi wisata yang cantik tersebut akan menarik minat wisatawan Maroko. Untuk itu, pihaknya akan mempromosikan seluruh titik pariwisata unggulan di Sumatera Barat kepada masyarakat Maroko.

"Maroko punya spesifikasi berupa topografi, masyarakat Sumatera Barat harus melihatnya. Kalau Sumatera Barat sendiri wisatanya tidak spesifik, tapi semuanya mengagumkan. Ada laut, gunung, danau. Kita akan sosialisasikan itu, masyarakat Maroko pasti tertarik," terang Rafie.

Untuk bidang perdagangan, Rafie mengatakan bahwa kerjasama yang dilakukan dengan Sumatera Barat yakni ekspor impor kerajinan tangan dari daerah masing-masing. Sementara untuk pendidikan, akan dilakukan pertukaran mahasiswa antara Universitas di Maroko dengan Institut Agama Islam Negeri-IAIN Imam Bonjol Padang.

"Sektor pariwisata dan budaya menjadi fokus kerjasama ini, khususnya handy craft dan kerajinan masyarakat lainnya. Kalau pendidikan, kita akan saling tukar mahasiswa. Kita punya kesamaan mazhab Islam. Ada dosen yang akan kita kirim ke IAIN Imam Bonjol dalam waktu dekat," jelas Rafie.

Rafie berharap kerja sama dengan Sumatera Barat, sebagai bagian dari Republik Indonesia, dapat terus terjalin. Hal ini disebabkan Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat di Asia.

"Kami sudah lama menjalin kerjasama dengan Indonesia, sejak pendiri Kerajaan Maroko dengan Presiden pertama Indonesia Soekarno. Kami akan kembangkan terus kerjasama ini. Kami lihat Indonesia sejak 1997, menjadi salah satu negara dengan penduduk mayoritas beragama Islam dengan pertumbuhan ekonomi kuat di Asia. Perdagangan dan ekonomi juga akan kita pelajari dan jalin kerjasama nantinya," paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno menjelaskan bahwa kerjasama dengan Negara Maroko dilatarbelakangi beberapa kemiripan dengan Sumatera Barat. Mulai dari segi penduduk, kegiatan pertanian, serta perdagangan. Di sisi lain, kedatangan Dewan Daerah Fes Boulmane Maroko juga merupakan balasan atas kunjungan Pemprov Sumatera Barat ke Maroko beberapa waktu lalu. (Humas Sumbar)

Post a Comment

 
Top