GuidePedia

0
Padang (30/10) - Peresmian Gedung Pustaka dan Kearsipan Provinsi Sumatera Barat secara langsung diresmikan oleh Gubernur Irwan Prayitno dan Kepala Perpustakaan Nasional Sri Sukarsih pada Kamis (30/10) di Jalan Diponegoro 4, Kota Padang. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti.

Pada acara yang berlangsung pukul 09.00 - 12.00 WIB tersebut juga dilaksanakan pengukuhan 15 orang Dewan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat periode 2014-2017 oleh Gubernur. Kemudian acara dilanjutkan dengan penyerahan pin emas kepada Keluarga Buya Hamka, yang diterima oleh Hafif Hamka, serta keluarga Mantan Gubernur Sumbar, Alm. Zainal Bakar, yang diterima langsung oleh Ibu Anna Zainal Bakar. 

Di dalam sambutannya, Gubernur Irwan menyampaikan sekilas sejarah tentang perkembangan perpustakaan di Sumbar. Pada tahun 1956 - ketika Bukittinggi menjadi Ibukota Provinsi Sumbar - terdapat perpustakaan nasional yang dibangun di atas Ngarai Sianok. Setelah ibukota provinsi dipindahkan ke Kota Padang (1958) pemerintah daerah membangun pustaka di Pantai Padang. Kemudian, pustaka (perpustakaan) tersebut dipindahkan lagi ke Jalan Bagindo Aziz Chan. 

Pada tahun 1999 pemeliharaan gedung pustaka diserahkan kepada pemerintah provinsi menjadi Badan Perpustakaan dan Kearsipan Sumbar. Paska bencana gempa yang melanda Sumbar, gedung perpustakaan dipindahkan ke daerah Tabing dengan status “perpustakaan darurat.” Selanjutnya, perpustakaan provinsi mengalami perpindahan kembali ke daerah GOR Agus Salim dan terakhir di Jalan Diponegoro 4, Kota Padang. 

"Bila dibandingkan dengan gedung perpustakaan di daerah atau provinsi lain, gedung ini memang masih kalah dengan tiga lantai saja. Namun, kita yakin bahwa semangat kita tidak akan kalah dibandingkan dengan daerah lain tersebut,” ujar Irwan.

Kehadiran perpustakaan memberikan sumbangsih besar terhadap perkembangan keilmuan serta pengetahuan di Sumbar. Di setiap bangunan sekolah selalu dilengkapi dengan perpustakaan. Misalnya di Inyiak Parabek Bukittinggi, Canduang di Agam, INS Kayu Tanam, serta Ibukota Padang. Manifestasi keberhasilan hadirnya perpustakaan, dapat dilihat dengan tampilnya para intelektual dan cendekiawan dari Sumatera Barat. Tidak sedikit yang kemudian dikenal sebagai tokoh-tokoh nasional. Sebagai etnik yang hanya dua persen dari seluruh rakyat Indonesia, masyarakat Minang mampu melahirkan berbagai tokoh nasional lebih dari 15 persen. 
"Dari keseluruhan tokoh nasional tersebut hampir sebagian besar menggunakan kemampuan intelektualnya sebagai politisi, diplomat, sastrawan, dan budayawan. Mereka semua dekat dengan buku-buku dan tentunya (dekat-red) dengan perpustakaan yang ada,” kata Gubernur. 
Gubernur Irwan menambahkan, dengan banyaknya tokoh nasional yang berasal dari Sumbar serta dekat dengan buku-buku dan perpustakaan, maka fenomena tersebut harus menjadi motivasi bagi masyarakat Sumatera Barat. Peningkatan motivasi tersebut diperlukan guna membangun sikap, perilaku, dan karakter individu yang selalu senang membaca buku. 

Pembangunan gedung perpustakaan merupakan bagian dalam upaya mencerdaskan bangsa, terlebih khusus masyarakat Sumbar. Gubernur berharap perpustakaan dapat menjadi tempat mangkal bagi para pelajar, mahasiswa, dan masyarakat Sumatera Barat.
"Datangilah perpustakaan! Kemudian bacalah buku-buku yang ada sebagai media pencerdasan kita!” imbau Irwan kepada peserta kegiatan yang terdiri dari pelajar dan anak muda.
Kepala Perpustakaan Nasional, Sri Sukarsih, mengatakan dengan hadirnya perpustakaan, generasi bangsa harus bisa dan mampu berkontribusi dalam membangun masyarakat yang cerdas, kreatif, dan inovatif. Sri Sukarsih juga berharap bahwa perilaku gemar membaca, gemar berkunjung, dan memanfaatkan pustaka sebagai pusat kegiatan belajar dapat menjadi budaya setiap individu sepanjang hayat.  
"Selain gedung perpustakaan sebagai pemenuhan kebutuhan bacaan masyarakat, pemerintah provinsi juga telah menyalurkan bantuan berupa 600 unit mobil keliling di berbagai wilayah kabupaten/kota. Program penguatan koleksi dan sarana, serta penguatan dan pengembangan digital perpustakaan telah masuk di 30.000 desa/kelurahan. Terkait penguatan dan pengembangan sarana digital diharapkan dapat semakin mempermudah masyarakat, karena dapat diakses secara online,” tutur Sri Sukarsih.
Kepada masyarakat Sumatera Barat, Sri Sukarsih menyampaikan harapannya. “Semoga dengan peresmian gedung perpustakaan ini, dapat menjadi pusat belajar dan sarana pencerdasan yang menyenangkan.
Sri Sukarsih menambahkan harapan kepada Dewan Perpustakaan Provinsi Sumbar agar dapat memberikan saran dan masukan yang lebih baik dalam pengembangan dan penataan budaya gemar membaca di Sumatera Barat.
"Mari kita melangkah bersama, seiring, sejalan, satu arah, dan satu tujuan. Demi terciptanya cita-cita bangsa, yakni sebagai bangsa yang cerdas, transformatif, sejahtera, dan berbudaya gemar membaca. Masyarakat harus menyadari bahwa dengan gemar membaca dapat meningkatkan kreativitas, motivasi, dan kemandirian ekonomi,” pungkas Kepala Perpustakaan Nasional tersebut. 

Acara peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Gubernur dan Kepala Perpustakaan Nasional sebagai tanda Gedung Pustaka dan Kearsipan Provinsi Sumatera Barat mulai beroperasi. Setelah pemotongan pita, Gubernur, Ketua DPRD, Forkopimda, Kepala Badan Perpustakaan dan Kearsipan, serta Kepala Badan Perpustakaan Kabupaten/Kota se-Sumbar, meninjau bersama gedung baru tersebut. 
Sumber: Humas Sumbar

Post a Comment

 
Top