GuidePedia

0
PADANG-Minggu (5/10) Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, bersama jajarannya melaksanakan Shalat Idul Adha 1435 H di Masjid Raya Sumbar, Jln. Khatib Sulaiman, Padang. Shalat yang semula akan dilaksanakan di halaman Kantor Gubernur dipindahtempatkan karena diguyur oleh hujan.

Wakil Gubernur Sumbar, Muslim Kasim, beserta Isteri; Ketua DPRD Sumbar, Hendra Irwan Rahim; Sekda Sumbar, Ali Asmar; Ibu Vita Gamawan Fauzi; serta Kapolda Sumbar juga tampak ikut melaksanakan shalat. Bertindak sebagai Khatib adalah Rektor IAIN Padang, Makmur Syarief.

Dalam laporan Ketua PHBI Sumbar, Ali Asmar, mengatakan bahwa berdasarkan laporan dari Kanwil Kemenag Sumbar jumlah hewan kurban di Seluruh Sumbar untuk tahun ini mengalami peningkatan sekitar 10 persen dibandingkan tahun lalu. Pada tahun 2014 tercatat sebanyak 47.366 ekor, dengan rincian kerbau 292 ekor, sapi 41.477, dan kambing 5.597 ekor. Sedangkan tahun 2013 lalu jumlah hewan kurban di seluruh Sumbar tercatat 43.064 ekor.

“Hasil kurban ini dapat dibagikan kepada masyarakat sekitar, terutama mereka yang berada di sekitar daerah kantong-kantong kemiskinan maupun di luar daerah tersebut. Hal ini dilakukan agar seluruh saudara kita yang kurang mampu terbantu dan bisa merasakan kebahagiaan, meskipun hanya setahun sekali,” kata Ali Asmar.

Setelah pelaksanaan Shalat, Gubernur Irwan Prayitno menyampaikan pesan bahwa melalui perayaan Idul Adha dapat menjadikan masyarakat untuk lebih meningkatkan kekompakan, kepedulian, dan pengorbanan kepada sesama. Sehingga, pembangunan berjalan baik dengan situasi masyarakat yang aman, tenteram, damai dan tenang. Meskipun berbagai peristiwa politik di Sumbar berjalan dinamis, namun tetap bisa menunjukkan kebersamaan antar warga.

Gubernur juga menambahkan bahwa kemungkinan perbedaan penetapan waktu Ramadhan, Idul Fitri, maupun Idul Adha memang ada. “Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat bahwa yang lebih penting adalah menerima perbedaan dengan baik. Jangan memunculkan konflik dan saling menghargai. Selama itu mengikuti nilai-nilai yang benar berdasarkan Quran dan Hadist, maka masyarakat akan
tetap menjadikan hal (perbedaan) tersebut sebagai keberagaman dalam pemahaman dan pelaksanaan,” harap Irwan Prayitno.

Post a Comment

 
Top