GuidePedia

0
Masyarakat Lebak tentu masih ingat sosok bersahaja yang sempat menjadi tema pembicaraan ketika tahun 2003. Ada anggota DPRD Lebak, satu-satunya waktu itu, menolak diberangkatkan haji padahal sudah dianggarkan dalam APBD 2003. Lebih menarik lagi, uang jatah haji itu kemudian diserahkan kepada Kas Daerah yang jumlahnya 25 juta rupiah. Oleh karena itu, ia kemudian menjadi penyumbang PAD Lebak secara perorangan.

Beginilah wakil rakyat yang lebih mementingkan kebutuhan rakyat di atas dirinya sendiri. Adalah Sanuji Pentamarta, anggota DPRD Lebak sejak tahun 1999-2009. Di tahun 2009 hingga 2014 Sanuji terpilih kembali sebagai anggota DPRD Provinsi Banten daerah pemilihan Kabupaten Lebak. Sosok yang murah senyum ini memiliki segudang prestasi dan terobosan dalam membuat sejumlah kebijakan selama menjadi wakil rakyat. Di luar itu semua, bila menilik pada kehidupannya yang begitu sederhana, Sanuji berasal dari keluarga petani dan selalu bersama masyarakat Lebak dalam keseharian mereka.

Sanuji Pentamarta seperti umumnya warga Lebak, sangat mendambakan kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat Lebak secara luas. Sehingga perannya di DPRD menjadi sangat penting demi mewakili aspirasi masyarakat Lebak, terutama daerah pemilihannya.

Lebak merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Banten dengan wilayah yang cukup luas. Namun, akses jalan masih sangat memprihatinkan. Sehingga, mobilisasi dari satu tempat ke tempat lainnya membutuhkan waktu yang lama. Tak heran bila Sanuji seringkali menginap di rumah warga bila sedang berkunjung atau memberikan bantuan kepada masyarakat. Ia tidak membeda-bedakan masyarakat yang satu dengan yang lain. Begitu pun masyarakat yang akhirnya merasa sangat dekat dengan wakil rakyatnya.

“Begitulah seharusnya wakil rakyat, merakyat karena dia dipilih oleh rakyat,” celoteh Sanuji.

Bertempat tinggal di Rangkasbitung, membuat Sanuji harus bolak-balik Rangkas-Serang setiap hari. Meskipun mempunyai mobil, ia jarang menggunakannya. Seringkali mobil miliknya dipinjam oleh tetangga atau kader PKS. Padahal jarak dari Rangkas-Serang cukup jauh. Bila disinggung tentang hal itu, Sanuji selalu mengatakan bahwa lebih baik naik kendaraan umum.

"Kita bisa berinteraksi dengan berbagai jenis masyarakat. Bisa tahu secara detail kondisi mereka. Biar ketika kita membuat kebijakan bisa sesuai kebutuhan masyarakat," ujar Sanuji.

Ketika berbicara kebijakan, Sanuji selalu terbuka kepada masyarakat. Bahkan baginya, masyarakat menjadi sumber masukan yang sangat baik agar setiap aturan dibuat sesuai kebutuhan mereka. Tak heran bila Sanuji memiliki motto, "Bekerja, berkontribusi dan melayani masyarakat Lebak untuk kebaikan, kemandirian, dan kemajuan mereka."

Disamping itu, Sanuji selalu berpesan kepada siapapun yang diajaknya berbincang, "Hidup ini punya tantangan-tantangan dan rahasia-rahasianya. Hadapilah dengan jiwa ringan. Kurangi beban, berhati-hati, dan tetap semangat."

Sebagai kepala keluarga, Sanuji tidak melupakan kewajibannya sebagai suami sekaligus ayah bagi kelima anaknya. Meski seringkali meninggalkan keluarga demi tugas negara, Sanuji selalu menyempatkan diri untuk terus berkomunikasi dengan isteri dan buah hatinya. “Sekarang kan bisa pake handphone, bisa lebih mudah mengetahui kabar keluarga,” ujar Sanuji menutup wawancara bersama Tim Humas PKS Banten. (DA/YM/PKSBanten)

Post a Comment

 
Top