GuidePedia

0
Tugas mempertahankan eksistensi sebuah partai politik dalam kondisi diterpa badai bukan sebuah persoalan mudah untuk seorang pemimpin. Kondisi inilah yang dialami para pemimpin Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dimana selalu saja ada tekanan hebat dari eksternal dan internal yang menghantui mereka dalam melawan badai “daging sapi”.

Dalam dimensi internal, para pemimpin PKS dituntut harus mampu memotivasi kadernya agar tidak mengalami degradasi mental yang berkepanjangan usai gejolak besar tersebut. Sedangkan sisi eksternal, para pemimpin PKS diharuskan mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat luas dan simpatisan parpolnya agar suara partai tidak semakin anjlok dalam pemilihan umum.

Dalam kondisi dihantam badai itu, Anis Matta diberikan kepercayaan memimpin PKS yang kerap dikenal sebagai partai dakwah. Berbagai tekanan berat yang dihadapi harus mampu dilaluinya sehingga dirinya langsung menitikberatkan perjuangan dengan mengoptimalkan safari dakwah, menemui dan memotivasi para kadernya di daerah agar tidak patah semangat menjalani ujian berat dari Allah Subhanahu Wata’ala.

Pergerakan cepat Anis Matta dijalankan agar kadernya mampu bangkit dari “konspirasi” besar. Hasilnya cukup positif, sebab PKS mampu bertahan dengan perolehan suara 7 % pada Pemilihan Umum Legislatif 2014.

Salah satu kekuataan besar PKS sehingga mampu bertahan dalam kancah perpolitikan nasional adalah kemampuan Anis Matta mengembalikan mentalitas kader PKS. Dengan kemampuan memotivasi, menyampaikan gagasan secara jelas dan sentuhan spritualitas, Anis merangkul semua lapisan struktur kader dan kemudian masyarakat luas agar tetap bersedia mendukung perjuangan partai yang berdiri pada masa reformasi ini.

Pendekatan spritualitas dipilih berdasarkan analisis, perlunya setiap kader mengadu kepada Allah atas berbagi peristiwa besar yang menimpa partai ini sebagaimana digariskan Al-Qur’an, Hadits Rasulullah dan Sirah Nabawiyah. Dengan men-scaning ruhiyah, diharapkan setiap kader PKS mampu kembali bangkit memperjuangkan kepentingan besar partai dakwah ini di Indonesia.

Secara umum, uraian dalam buku ini cukup menarik untuk dibaca sebab mampu menjelaskan secara utuh bagaimana kondisi kebatinan Anis Matta dalam menghadapi gejolak politik yang ada. Dengan kemampuan narasi dan motivasi yang membakar semangat, Anis hendak menunjukkan kepada kompetitor politiknya, guncangan politik seberat apapun tak akan pernah mampu meruntuhkan PKS.

Sedangkan kepada kadernya, Anis berkali-kali mengingatkan mereka harus percaya, seberat apapun goncangan, badai ataupun turbulensi yang menimpa PKS, partai ini harus tetap berjalan melewati situasi tersebut. Hasilnya, setahun setelah memimpin PKS, partai ini mampu mencapai angka maksimal 7% sekaligus menjungkirbalikkan pandangan banyak pengamat yang meyakini partai ini akan “habis”.

Buku “Spritualitas kader” menampilkan tujuh pesan dan gagasan penting Anis Matta mengenai kondisi internal PKS dan bagaimana posisi PKS dalam menyikapi situasi kekinian global seperti fenomena Arab Spring. Tujuh gagasan itu saling bersinergis dan menekankan pada aspek spritualitas sehingga keyakinan kader PKS akan kemenangan dakwah dari Allah tetap terjaga.

Dalam tulisan “Faktor Kekuataan Dakwah” Anis menekankan bagaimana spritualitas yang ditandai kedekatan kepada Allah adalah kunci kemenangan dalam berpolitik. Sedangkan dalam “Seni Menciptakan Karakter Manusia” dan “Paradigma Kemenangan” Anis meyakini, faktor manusia yang mampu berfikir dan bermentalitas pemenang, akan berkorelasi positif dalam kemenangan PKS. Semua diperkuat dalam empat pesan lainnya, bahwa kepercayaan penuh kepada Allah akan membawa setiap kader berfikir Allah punya cara sendiri memenangkan dakwah Islam. (Sumber: Hidayatullah)

Post a Comment

 
Top