GuidePedia

0
KabarPKS.com - Palembang (31/10) – Bertempat di ruang Banggar DPRD Propinsi Sumatera Selatan, puluhan guru yang tergabung dalam Ikatan Guru Olahraga Sumatera Selatan menemui unsur pimpinan fraksi DPRD Sumsel (30/10) kemarin. Para guru tersebut disambut oleh Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS), Imam Mansur beserta Sekretaris FPKS Mgs. Syaiful Padli, Anggota Dewan politisi PDIP Giri Ramanda dan Anggota DPRD Sumsel Fraksi Nasdem Didi Efriadi. Sedangkan para guru olahraga dipimpin oleh Zulkifli selaku Ketua Ikatan Guru Olahraga Sumatera Selatan dan didampingi oleh Rektor Universitas Sriwijaya Prof. Badia Perizade.

Zulkifli mengatakan bahwa tujuan dari kedatangan mereka ke DPRD adalah untuk membicarakan masalah sertifikasi. “Tujuan kedatangan kami adalah untuk membicarakan permasalahan tingkat kelulusan dari peserta PLPG,” ujar Zulkifli setelah audiensi.

Zulkifli mengatakan, pihaknya menginginkan PLPG di bawah Dinas Pendidikan disamakan dengan PLPG di Kementerian Agama. "Ketika ikut dan tidak lulus dan kemudian her (mengulang) dia kemudian lulus,” tambah pria yang berprofesi sebagai guru olahraga di Musi Banyuasin tersebut.

Imam Mansur saat ditemui Humas PKS Sumsel di ruang FPKS selepas pertemuan memgatakan bahwa semuanya harus sepakat bahwa pendidikan di Indonesia harus ditingkatkan termasuk pendidikan olahraga. Oleh karena itu, program sertifikasi merupakan program yang baik untuk mewujudkan hal tersebut.

“Pelaksanaan sertifikasi ini dalam konteks meningkatkan mutu pendidikan tentu kita menginginkan yang ideal, tapi tentu ada hal-hal yang perlu dipertimbangkan terkait dengan kondisi di daerah,” ungkapnya.

Kondisi yang dimaksudkan adalah pemakluman untuk para guru yang telah mendedikasikan hampir seluruh hidupnya untuk pendidikan, yaitu mereka yang berusia hampir 50 tahun dan sebentar lagi pensiun harus mendapat prioritas tanpa mengenyampingkan kualifikasi. Hal ini sebagai bentuk penghargaan bagi para guru senior tersebut. Bagi para guru yang masih muda maka harus menunjukan dedikasi dan kualifikasi serta keseriusan mereka sebagai profesi guru.

“Ini adalah dalam rangka profesionalisme guru, maka memang sebetulnya harus diketatkan,” jelas Ketua DPW PKS Sumsel ini.

Menanggapi soal anggaran pelaksanaan PLPG yang dirasa belum memadai, Imam mengatakan bahwa DPRD Sumsel akan melihat celah. Jika memungkinkan untuk dilakukan pendampingan APBD, maka DPRD beritikad baik untuk itu. Dia juga menyampaikan bahwa DPRD Sumsel sangat berpihak pada pendidikan yang berkualitas.

“Jika pendampingan itu dimungkinkan sebetulnya untuk guru SD dan SMP nanti bisa dititipkan di Dinas Pendidikan kabupaten/kota dan untuk SMA bisa dititipkan di Dinas Pendidikan Sumsel,” tutup Imam.

Rektor Unsri, Prof. Badia Perizade menyampaikan ucapan terima kasih karena DPRD sudah mau menerima dan memfasilitasi para guru. Para guru itu sendiri saat ini sedang mengikuti Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG). (amg/abr/kabarpks)

Post a Comment

 
Top