GuidePedia

0

Jakarta (27/10) – Pada tahun 2013 Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Zulkieflimansyah, mendirikan Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) di kampung halamannya sendiri, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Di tahun 2014, UTS telah mampu mengirim delapan orang mahasiswanya mengikuti Kompetisi Bioteknologi di Massachusetts Institute of Technology (MIT), Boston, Amerika Serikat. Kompetisi yang diikuti oleh 250 negara peserta tersebut, berlangsung dari tanggal 30 Oktober hingga 3 November 2014. 

"Delapan mahasiswa Universitas Teknologi Sumbawa pencipta robot bakteri pagi ini (Senin, 27 Oktober 2014-red) bertolak ke Boston USA untuk mengikuti Lomba Bioteknologi dunia di MIT USA," kata pendiri UTS, Zulkieflimansyah, kepada ANTARA News saat melepas mahasiswanya di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, Senin (27/10).

Delapan orang mahasiswa UTS yang terbang ke Boston antara lain Cindy Suci Ananda (Ketua Tim), Muhammad Al-Azhar, Fahmi Dwilaksono, Indah Nurulita, Adelia Elviantari, Mochammad Isro Al Fajri, Tulianti, dan Rian Adha Ardinata. Mereka didampingi oleh Tim Instruktur yang terdiri dari Arief Budi Witarto (Kepala Instruktur), Dwi Ariyanti, Maya Fitriana, dan Sausan Nafisah.
Salah seorang instruktur, Maya Fitriana, menjelaskan bahwa anak didiknya akan mengikuti lomba bioteknologi dengan menggunakan Madu Sumbawa, bakteri E-Coli, dan Discosoma SP, yaitu gen yang yang menghasilkan warna merah pada terumbu karang. "Riset mereka memanfaatkan bakteri E-Coli dan Discosoma SP untuk mengukur kadar glukosa pada Madu Sumbawa," kata Maya.
Sementara itu, Zulkieflimansyah mengatakan bahwa latar belakang ia mendirikan UTS berangkat dari keprihatinan atas masalah teknologi di Indonesia yang selama 10 tahun terakhir ini kurang diperhatikan. "Masalah yang umumnya dikedepankan selalu tentang penegakan hukum atau ekonomi. Padahal, teknologi adalah elemen kunci untuk kesinambungan pembangunan dan menyejahterakan rakyat. Inti dari ekonomi itu adalah teknologi dan industri, bukan di keuangan," jelas pendiri yang juga Rektor UTS ini.

Selain itu, Zulkieflimansyah menambahkan bahwa hadirnya UTS yang berbasis teknologi juga disebabkan kurangnya perhatian pemerintah dalam menampung atau memberdayakan orang-orang yang memiliki kemampuan di bidang teknologi, terutama setelah mereka selesai menjalani pendidikan di luar negeri.

“Kita wadahi mereka dengan menjadi dosen, wakil rektor, dan sebagainya. Mudah-mudahan mereka bisa mengoptimalkan kemampuan dan jaringan untuk pembangunan bangsa. Dan ini terbukti, salah satu peneliti terbaik Indonesia, Arif Witarto, menjadi Dekan Fakultas Bioteknologi UTS,” ujar Aleg DPR RI yang terpilih dari Daerah Pemilihan Banten II ini.
Zulkieflimansyah mengatakan bahwa saat ini mahasiswa UTS tidak hanya berasal dari NTB, melainkan juga ada yang berasal dari Sumatera, Jawa, Halmahera, dan Kalimantan. “Mudah-mudahan di masa yang akan datang Indonesia Timur menjadi Centre of Study. Ya, saya berharap pusat studi tidak lagi di Jawa,” tutupnya.

Post a Comment

 
Top