GuidePedia

0
MEDAN (25/11) - Selama ini sampah sering dianggap sebagai barang yang tidak dapat digunakan lagi. Seringkali keberadaannya tidak diinginkan oleh siapapun. Tetapi sampah juga dapat menjadi sumber masalah jika tidak dicarikan solusi yang tepat.

Latar belakang tersebut menjadi alasan anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) dari Fraksi PKS, Ikrimah Hamidy, menyampaikan saran kepada Dewan Riset Daerah Sumatera Utara (DRD-SU) untuk melakukan kajian mendalam tentang pengelolaan sampah. Ikrimah memberikan contoh tentang pembentukan perusahaan daerah di Sumut yang memang fokus untuk menangani masalah sampah. Tetapi, Ikrimah menambahkan, pengelolaan sampah tidak bisa dilakukan sendiri oleh masing-masing pemerintah kabupaten/kota, melainkan harus ada kerjasama yang komprehensif.

"Beberapa kabupaten/kota misalnya bekerjasama untuk pendirian perusahaan pengelola sampah, atau dibangun perusahaan milik pemerintah provinsi melalui beberapa kabupaten kota, supaya bisa optimal dan juga ekonomis (tidak memberatkan)," katanya.

Oleh karena itu, Ikrimah menilai pemerintah tidak bisa lagi membiarkan pengelolaan sampah sekedar pungut dan buang di tempat terbuka seperti sekarang. Tetapi harus ada upaya lebih, agar sampah tidak hanya sekedar menjadi barang tidak berguna. Apalagi undang-undang sudah mengatur, bahkan memberikan sanksi kepada pihak-pihak yang terbukti tidak optimal dalam mengelola sampah. 

Ikrimah mengatakan solusi untuk mengatasi permasalahan sampah adalah perlunya pengelolaan dengan jalinan kerjasama antar pemerintah kabupaten/kota atau melibatkan pihak swasta yang memang mampu mengelola sampah. Jalinan kerjasama tersebut diharapkan dapat menjadikan sampah, yang sebelumnya dianggap sebagai barang merugikan, menjadi barang yang dapat memberikan keuntungan.
"Sebab kalau perluasan lahan pasti bukan solusi tepat. Kalau tidak bisa pemerintah, kan bisa diberikan kepada pihak swasta yang memang mampu," katanya.

Ikrimah juga menyampaikan kekhawatirannya apabila pengelolaan sampah tidak disiapkan secepatnya dengan matang, maka bisa menimbulkan dampak lanjutan, seperti banjir, timbulnya berbagai penyakit, dan sebagainya. (sp/hm)
Sumber: PKS Sumatera Utara

Post a Comment

 
Top