GuidePedia

0

Depok (5/11) - Depok punya potensi besar dalam ranah ekspor ikan hias terbesar di dunia. Beberapa jenis di antaranya ada ikan Neon Tetra, Botia, dan Pelangi yang berpeluang sukses di perdagangan internasional.
Menurut Kepala Balitbangdias (Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Ikan Hias), Anjang Bangun Prasetyo, 'bintang' dalam perdagangan ikan hias internasional saat ini adalah jenis ikan Neon Tetra. Ikan tersebut ternyata berhasil dibudidayakan sebagian petani di Depok, terlebih khusus para petani di Kelurahan Curug.
“Ikan Pelangi Papua, Botia, dan Neon Tetra yang hanya terdapat di wilayah tertentu Indonesia saja, telah berhasil dibudidayakan oleh Balitbangdias. Sehingga, pelaku bisnis ikan hias bisa bersinergi dengan kami untuk mengembangkan usahanya,” kata Anjang Bangun Prasetyo yang akrab dipanggil Pras, saat mendampingi Walikota Depok meninjau persiapan REIKKA.
Balitbangdias Kementerian Kelautan dan Perikanan RI pada tanggal 4-6 November 2014 menggelar rangkaian kegiatan yang diberi nama Rekreasi, Edukasi, Informasi, Komunikasi, Konservasi, dan Atraksi (REIKKA) 2014. Dalam Reikka ini Balitbangdias bekerja sama dengan Pemkot Depok untuk mengembangkan potensi yang luar biasa di masyarakat dalam budidaya dan menangkap peluang bisnis ikan hias.
“Bersyukur Balitbangdias berkantor di Depok. Hal ini tentu saja sebuah potensi yang luar biasa dalam mengekspos peluang bisnis ikan hias di masyarakat,” ujar Walikota Depok, Nur Mahmudi Isma’il, saat meninjau lokasi tempat penelitian dan pembudidayaan ikan hias, tempat berlangsungnya REIKKA 2014.
Menurut Nur Mahmudi, pelaku bisnis ikan hias di Depok ada sekitar 439 orang petani. Total omset penjualan sekitar Rp 43 miliar per tahun, dengan rata-rata mencapai Rp 100 juta per tahun atau Rp 10 juta  per bulan.
“Kalau keuntungan, misalkan untungnya 50 persen, berarti per bulan bagi setiap pelaku usaha mendapat keuntungan lebih kurang Rp 5 juta,” tutupnya. (Nurul H/Diskominfo)
Sumber: http://www.depok.go.id

Post a Comment

 
Top